Cerita Mama Fabian

Hydrocele pada anak 1tahun

June 12, 2008 · 3 Comments

Beberapa minggu terakhir ini, saya cukup dibingungkan dengan masalah scrotum (buah zakar)  yang membesar ini. Sampai saat ini saya pun belum mengambil keputusan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi Hydrocele yang menyerang Fabian setelah menginjak usia 13 bulan. Tapi beberapa informasi berhasil saya dapatkan dari 3 dokter dan berbagai sumber lainnya di internet. Berikut adalah summarynya

Apa itu Hydrocele?

Hydrocele terdiri dari 2 kata “hydro” yang artinya air dan “cele” yang artinya kantung. Kantung air ini terletak di dalam scrotum dan berisi air rongga perut (bukan air dari usus atau lambung). Gejala yang dapat dilihat adalah pembesaran kantung zakar yang dapat terjadi pada salah satu atau kedua kantung. Bila pembesaran tersebut diterawang menggunakan senter, maka akan tembus pandang (sinar dapat terlihat).

Bagaimana kantung ini bisa terbentuk pada anak? 

Pada saat anak berada didalam kandungan, pembentukan testis terjadi pada perut bayi. Ketika kandungan berusia 7bulan, testis tersebut turun ke scrotum. Kemudian rongga antara perut dan scrotum tertutup perlahan2. 90% dari bayi memiliki rongga yang sudah tertutup, tapi sisanya masih ada celah. Akan tetapi proses penutupan ini masih dapat berlangsung ketika anak sudah lahir sampai usia 1 thn.

Apa bedanya Hydrocele dan hernia?

Keduanya disebabkan adanya rongga antara perut dan scrotum. Perbedaannya terletak pada besarnya lubang. Bila lubangnya sangat kecil, maka hanya air yang dapat lewat dan mengisi kantung di scrotum. Tapi bila cukup besar, maka usus pun dapat masuk kedalam rongga tersebut, ini lah yang disebut dengan hernia. Untuk kasus hernia, tindakan operasi harus segera dilakukan karena ada kemungkinan usus yang terjepit di rongga berputar dan melilit, sehingga mengganggu pencernaan penderita.

Apakah anak merasa sakit bila terkena Hydrocele?

Sebenarnya keberadaaan kantung tersebut tidak menimbulkan kesakitan pada anak, tapi keberadaanya yang cukup besar dapat mengganggu pergerakan dan menimbulkan ketidaknyamanan pada anak.

Bagaimana mengobatinya?

Alternatif pertama adalah dengan operasi. Operasi dilakukan dengan membuka sedikit bagian dari bawah perut (sekitar 2cm) dan mengikat rongga antar scrotum dan perut. Untuk ini, anak akan dibius total. Menurut dokter bedah, operasi ini tergolong operasi sedang dan membutuhkan waktu antara 15-30 menit.

Alternatif kedua dengan aspiration, yaitu metode untuk mengambil air melalui alat. Biasanya bagian yang akan dimasukan jarum akan diberi obat bius terlebih dahulu. Tapi cara ini tidak benar2 menyembuhkan, karena lubang antara rongga perut dan scrotum masih ada, dan potensi untuk munculnya Hydrocele cukup besar. Oleh sebab itu dokter tidak merekomendasikan alternatif ini.

Bagaimana bila Hydrocele dibiarkan saja tanpa tindakan apapun?

Untuk anak, hydrocele dapat menekan testis kebelakang dan ada kemungkinan menghambat pertumbuhan testis. Selain itu, bila ukurannya semakin besar, mungkin dapat menimbulkan resiko terjadi hernia.

Menurut dokter Alexandra (RS Harapan kita), untuk anak-anak, masih ada kemungkinan terjadinya penutupan lubang ini secara alami sampai anak berusia 2 tahun. Diatas usia tersebut, kemungkinannya sangat kecil dan lebih baik dioperasi.

Sebenarnya masih banyak pertanyaan saya yang sudah dijawab oleh dokter. Untuk lebih detail, saya akan posting detail pertanyaan saya sewaktu konsultasi ke tiga dokter, yaitu dr Sander Teddy, dr Hendrawan (RSPI), dan dr Alexandra di dalam posting selanjutnya.

Categories: cerita Fabian · kesehatan
Tagged: , ,

3 responses so far ↓

Leave a Comment