<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Mama Fabian &#187; ASI</title>
	<atom:link href="http://fabianyafa.wordpress.com/category/asi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fabianyafa.wordpress.com</link>
	<description>It contains of the thought and the feeling of a mother who love her son and her job.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 17:58:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fabianyafa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/832ed6797859e7f74f120e119359d8c6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Mama Fabian &#187; ASI</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fabianyafa.wordpress.com/osd.xml" title="Cerita Mama Fabian" />
		<item>
		<title>Pengalaman menyapih alias weaning Fabian</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/12/14/pengalaman-menyapih-alias-weaning-fabian/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/12/14/pengalaman-menyapih-alias-weaning-fabian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 10:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[dunia Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[menyapih]]></category>
		<category><![CDATA[stop asi]]></category>
		<category><![CDATA[weaning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/12/14/pengalaman-menyapih-alias-weaning-fabian/</guid>
		<description><![CDATA[Menyusui sudah seperti kegiatan rutin saya dan Fabian khususnya di malam hari. Tidak terbayang sebelumnya bagaimana caranya saya bisa melepas keakraban dan intimasi yang kita bangun selama menyusui ini. Di satu sisi, dia sudah berumur 30 bulan, alias 2.5 tahun. Sepertinya peran ASI pun tidak lagi terlalu penting bagi perkembangannya, baik dari hal nutrisi maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=229&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menyusui sudah seperti kegiatan rutin saya dan Fabian khususnya di malam hari. Tidak terbayang sebelumnya bagaimana caranya saya bisa melepas keakraban dan intimasi yang kita bangun selama menyusui ini. Di satu sisi, dia sudah berumur 30 bulan, alias 2.5 tahun. Sepertinya peran ASI pun tidak lagi terlalu penting bagi perkembangannya, baik dari hal nutrisi maupun kenyamanan (secure feeling). </p>
<p>Pertama saya dan suami memutuskan untuk menyapihnya pada saat dia berumur 2 tahun persis. Tapi entah kenapa setelah ulang tahunnya berlalu, saya masih&nbsp; belum merasa siap. Sampai akhirnya ditetapkan di tanggal 19 Nov 2009, menjadi tanggal penyapihan bagi Fabian. </p>
<p><span id="more-229"></span>
</p>
<p>Tanggal tersebut, saya mengikuti corporate gathering di Bali selama 3 hari 2 malam. Sepertinya memang ini adalah momentum yang tepat untuk memulai usaha menyapih saya. Sebelumnya dia tidak pernah terpisah dengan saya pada malam hari. Terus terang saya pun sebenarnya tidak dapat menikmati perjalanan ke Bali tersebut, sepertinya ada yang kurang dalam diri saya karena untuk pertama kalinya tidur dimalam hari tanpa Fabian.</p>
<p>Kebetulan saya bekerja, jadi pada saat saya pergi, dia tidak ada masalah, karena sudah terbiasa berdua dengan susternya di rumah. Tapi ketika malam hari, biasanya dia selalu tertidur ketika sedang disusui. Nah, di hari pertama kepergian saya, dia tidur kira-kira jam setengah satu. Itupun dengan beberapa tangisan dan rengekan ingin menyusu. Tapi dari waktu tersebut, dia dapat tertidur lelap sampai pagi hari. Di malam kedua, dia pun tertidur dengan babysitter saya di kurang lebih jam 12 malam. </p>
<p>Nah setelah saya pulang, di malam harinya dia dengan semangat meminta &#8216;nenen&#8217;. Sebelumnya saya sudah bilang,.. &#8220;kok minta nenen fab, kan sudah besar. Nenen mama sudah pahit.&#8221; Lalu sesaat sebelum dia menyusu, saya mengoleskan minyak kayu putih terlebih dahulu. Saya ingat sekali raut mukanya yang kebingungan sambil menjilat-jilat bibirnya. Saya bilang &#8220;tuh kan pahit ya?&#8221; Fabian berkata &#8220;iya, pahit&#8221;. </p>
<p>Dari sejak itu, dia tidak pernah memaksa lagi untuk meminta ASI. Tapi memang di awal-awal, dia agak linglung pada saat mau bobo. Di minggu pertama, dia minta di pangku, sampai pada akhirnya dia tertidur lelap. Di minggu selanjutnya, saya hanya menemaninya tiduran di kasur sambil mengobrol, sampai pada akhirnya dia tertidur sendiri.</p>
<p>Saya merasa lega sekali, ternyata menyapih tidak seseram yang saya bayangkan. Fabian masih dapat beraktifitas dengan normal, dia tidak memberikan protest yang ekstrim dan tetap bisa bobo di malam hari. </p>
<p>Menyapih bukanlah hal yang mudah bagi saya. Terus terang, beberapa kali saya merasa ragu dan ingin mengurungkan niat saya untuk menyapih. Tapi semua ada waktunya. Begitu pula dengan menyusui. Inginnya sih anaknya sendiri yang secara sadar tidak mau nenen lagi. Tapi sepertinya hal ini tidak bisa terjadi antara saya dan Fabian, karena kita berdua sangat menikmati saat-saat tersebut.</p>
<p>Berikut beberapa hal yang saya bisa bagi utk ibu/mama diluar sana yang sedang memikirkan untuk menyapih anaknya.</p>
<p>Hal pertama yang harus dikuatkan adalah keyakinan mama. Kalau sudah sekali memutuskan untuk menyapih, tidak boleh berbalik lagi, dan mulai memberikan pada saat-saat anak merengek. Tekad mama harus sudah bulat (biasanya perasaaan ibu akan mengatakan bahwa dia sudah siap atau belum). Bila tidak konsisten, maka anak akan bingung dan mengira bahwa ada saat mamanya tidak mau kasih, tapi ada saat mamanya mau kasih..</p>
<p>Hal lainnya yang sangat penting dilakukan adalah memberi pengertian kepada Fabian bahwa dia sudah besar, dan tidak perlu lagi minum ASI seperti pada dede baby. Dari dia berumur 2 tahun, saya suka mengatakan kepadanya pada saat menyusuinya, &#8220;mama sayang Fabian. Walaupun nanti Fabian sudah tidak nenen lagi, mama tetap sayang Fabian. Kalau fabian mau dipeluk seperti sekarang, Fabian bisa bilang sama mama.&#8221;</p>
<p> Lalu saya dan suami juga secara konsisten mengatakan bahwa, bila Fabian sudah tidak nenen lagi, akan dibelikan sepeda seperti punya koko yang dia lihat di dekat rumah. Sepertinya keinginannya untuk memiliki sepeda cukup besar, sehingga dapat mengalahkan keinginannya untuk kembali mendapatkan kenyamanan pada saat disusui.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=229&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/12/14/pengalaman-menyapih-alias-weaning-fabian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips memerah asi dikantor</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/01/04/tips-memerah-asi-dikantor/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/01/04/tips-memerah-asi-dikantor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 03:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[dunia Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana memerah asi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu  bekerja]]></category>
		<category><![CDATA[ibu menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[memerah asi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingat betapa stress dan takutnya ketika mendekati waktu masuk kerja kembali setelah cuti melahirkan 3bulan lamanya. Dalam waktu 1 jam memerah, hanya sekitar 20 ml ASI yang dihasilkan. Padahal pada saat itu, Fabian sudah mencapai umur sekitar 1.5 bulan..
Lalu saya mulai mencari di internet, tips untuk memerah asi. Banyak yang saya dapat, tapi tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=71&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya ingat betapa stress dan takutnya ketika mendekati waktu masuk kerja kembali setelah cuti melahirkan 3bulan lamanya. Dalam waktu 1 jam memerah, hanya sekitar 20 ml ASI yang dihasilkan. Padahal pada saat itu, Fabian sudah mencapai umur sekitar 1.5 bulan..</p>
<p>Lalu saya mulai mencari di internet, tips untuk memerah asi. Banyak yang saya dapat, tapi tidak ada yang dengan spesifik menjelaskan bagaimana cara memerah yang mereka gunakan. Sekarang, setelah 20 bulan memerah, saya memberanikan diri untuk menulis tips memerah asi  berdasar pengalaman pribadi saya. Dan dibagian akhir, saya juga menyertakan reference yang sangat bagus, termasuk detail bagaimana cara memerah dengan tangan dan tips-tips dari ibu-ibu lainnya.</p>
<p>Pertama, yang perlu diperhatikan adalah konsep dari pemberian ASI yang sudah saya paparkan di post <a href="http://fabianyafa.wordpress.com/2008/04/20/sukses-asi-eks%E2%80%A6n-pertama-bayisukses-asi-eksklusif-untuk-tahun-pertama-bayi/">tips sukses asi eksklusif</a><span>. Ini adalah dasar dari pemberian asi itu sendiri.</span></p>
<p><span>Kedua, cari informasi mengenai cara memerah yang lengkap. Saya sangat terlambat dalam mengetahui bahwa  ada klinik laktasi yang dapat membantu ibu menyusui dalam masalah seputar asi dan menyusui dan banyak seminar yang di lakukan oleh institusi pendukung asi. Hal ini yang menyebabkan saya tidak berhasil menguasai teknik memerah dengan tangan. untuk detail dari klinik laktasi bisa dilihat <a href="http://asi.blogsome.com/2005/12/19/serba-serbi-klinik-laktasi/">disini</a></span>. Saya pernah menghubungi hotline asi di (021) 315-4187 atau 390-4441 pesawat 2271 dan mengunjungi klinik laktasi carolus, tapi sudah terlambat karena pada saat itu saya hanya 1 minggu dari waktu akan masuk kerja kembali..<span id="more-71"></span></p>
<p><span> Ketiga, gunakan cara/alat yang cocok untuk anda dan latihan terus. Banyak yang metode memerah asi, ada yang manual (menggunakan tangan), dengan pompa manual, dengan pompa elektrik. Dari masing-masing pompa saja banyak yang macamnya. Yang cocok untuk saya adalah pompa manual dari Avent dan pompa mini electric dari Medela. Yup, saya menggunakan 2 pompa. kenapa? awalnya saya hanya memiliki pompa manual avent. Saya berlatih memerah asi menggunakan alat ini. Dan dalam kurun waktu 1 bulan, saya sudah mulai mahir. Tapi masalah utama dalam memompa adalah menimbulkan <strong>Let-down reflex (Milk Ejection Reflex)</strong> sangat sulit sekali. </span><span>Padahal saat reflex ini terjadi</span><span>, maka air susu akan mengalir dengan derasnya di kedua payudara dan sangat mudah utk memerahnya. Maka untuk menghemat waktu memerah, saya memerlukan pompa di kedua payudara pada saat yang bersamaan pada saat reflex ini muncul. Karena sulit untuk menggunakan 2 buah pompa manual, saya memilih pompa elektrik dari medela. </span></p>
<p><span>P.s: Pada april 2007, saya membeli pompa avent manual 375 rb dan pompa medela mini electric 590rb (tapi pada saat saya menulis post ini, sudah naik menjadi 1jt). Detail reflex Let-down dapat dibaca di <a href="http://www.med.umich.edu/1libr/pa/pa_syntocin_hhg.htm">article ini</a></span></p>
<p><span>Ketiga, berilah pengertian kepada atasan anda</span><span>, bahwa asi sangat penting<br />
bagi nyawa anak anda dan walau anda akan menghilang sekitar 3kali 15<br />
menit sehari, tapi ini tidak akan mempengaruhi kinerja kerja anda.<br />
Percaya atau tidak, banyak pemikiran dan ide baru di pekerjaan saya,<br />
saya dapatkan pada saat memerah. Mungkin karena pada saat ini, banyak<br />
hormon bahagia (oksitosin) yang dikeluarkan tubuh, sehingga anda dapat<br />
berpikir lebih jernih)</span></p>
<p><span>Keempat, konsistensi pengaturan waktu memerah. Pada awal saya masuk kerja, saya memerah 3 kali pada saat jam kerja masing-masing sekitar 15 menit (tapi tergantung mood juga. Kalau sedang stress bisa sampe 30 menit). Sesi pertama dilakukan sekitar jam 9-10, lalu yang kedua jam 12-13 dan yang terakhir sesaat sebelum pulang, sekitar jam 4-5. Yang penting adalah konsistensi jumlah memerah. Teman saya mengalami penurunan jumlah asi karena sering &#8220;skip&#8221; sesi memerah pada saat dia perjalanan keluar kantor. Padahal bila tidak diperah, maka tubuh akan slow down dalam produksi asi sehingga jumlahnya akan menurun. jadi usahakan tetap memerah dimanapun itu, saya sendiri pernah memerah dalam segala macam kondisi, di WC, di ruang kerja, di mobil, bahkan sambil menyetir (karena pada saat itu terjebak macet total).<br />
</span></p>
<p><span>Kelima, cobalah untuk rilex pada saat memulai memerah. Untuk saya, ruangan dan mood sangat berpengaruh. Beruntung saya mempunyai tempat kerja yang mempunyai satu ruang khusus untuk menyusui, di klinik. Jadi saya dapat dengan rilex memerah. Kadang saya menyiapkan majalah, buku, roti atau snack untuk menemani sesi memerah.</span></p>
<p><span>Keenam, karena saya menggunakan alat, saya tidak sempat mencuci dan mensterilkan alat setiap kali selesai memerah. Jadi yang saya lakukan adalah membilasnya dengan air panas yang diambil dari dispenser Aqua di kantor. Pada awalnya sempat khawatir , kalau air tersebut kurang bersih. Tapi buktinya sampai anak saya berusia 20 bualn, dia tidak pernah diare atau sakit apapun akibat asi yang diberikan oleh babysitternya.</span></p>
<p><span>Ketujuh, rawatlah pompa anda. Bila ada komponen yang rusak, bisa hubungi bagian service. Khusus untuk pompa medela saya, pernah rusak adaptornya. Saya membawanya ke distributornya di kelapa gading (telp : 021-4522249) dan memperbaikinya disana. Selain itu beberapa komponen yang cepat rusak seperti selaput tipis, dll bisa dibeli disana.</span></p>
<p><span>Kedelapan, tetaplah semangat. Saya selalu memacu semangat saya dengan menargetkan sejumlah cc asi tiap harinya. Jumlah asi yang diproduksi tiap ibu berbeda-beda. Ada yang bisa mencapai 300 cc sekali pompa, ada yang hanya 80 cc.  Saya bukanlah tipe ibu dengan ASI berlimpah. Jadi saya harus berusaha untuk memelihara jumlah asi yang saya produksi. Pada 9 bulan pertama, saya mendapat sekitar 500 cc asi pada saat jam kerja. Kemudian menurun sejalan dengan pengurangan sesi memerah menjadi 400 sampai 250 cc. Dan mulai tahun 2009 ini,  saya hanya memerah sekali dan hanya mendapat sekitar 100cc sehari. </span></p>
<p><span>Beberapa artikel menarik lainnya mengenai memerah dapat dilihat disini:</span></p>
<ol>
<li><span>http://www.babiesonline.com/articles/breastfeeding/breastfeedingyourbaby.asp</span></li>
<li><span>http://www.babiesonline.com/articles/breastfeeding/workingandpumping.asp</span></li>
<li><span>http://www.breastfeeding.com/helpme/helpme_common_ques.html</span></li>
<li><span>http://www.kellymom.com/bf/supply/letdown.html</span></li>
<li><span>http://www.askdrsears.com/html/2/T025600.asp</span></li>
<li><span>http://www.marchofdimes.com/pnhec/298_1061.asp</span></li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=71&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/01/04/tips-memerah-asi-dikantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sukses ASI Eksklusif untuk tahun pertama bayi</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/04/20/sukses-asi-eksklusif-untuk-tahun-pertama-bayi/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/04/20/sukses-asi-eksklusif-untuk-tahun-pertama-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 08:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[dunia Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[seputar bayi]]></category>
		<category><![CDATA[asi eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[tips ibu menyusui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[ASI eksklusif atau pemberian asi saja selama 6 bulan pertama bukanlah hal yang tanpa perjuangan bagi seorang ibu. Apalagi untuk ibu yang baru memiliki anak pertama seperti saya. Terus terang pertama kali hamil, saya mendengar bahwa ASI sangat baik untuk anak, saya pikir hal itu adalah yang normal untuk semua Ibu. Tapi ternyata, banyak pengetahuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=41&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>ASI eksklusif atau pemberian asi saja selama 6 bulan pertama bukanlah hal yang tanpa perjuangan bagi seorang ibu. Apalagi untuk ibu yang baru memiliki anak pertama seperti saya. Terus terang pertama kali hamil, saya mendengar bahwa ASI sangat baik untuk anak, saya pikir hal itu adalah yang normal untuk semua Ibu. Tapi ternyata, banyak pengetahuan yang perlu diketahui seputar ASI.</p>
<p>Konsep utama dalam pemberian ASI sangatlah sederhana. Pertama adalah mulailah dengan inisiasi dini. Ini adalah titik balik dimana tubuh Ibu yang selama mengandung dipenuhi hormon yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi didalam perut ibu, berubah untuk mendukung pertumbuhan bayi diluar tubuh ibu (yaitu melalui ASI). Signal dari hisapan bayi menandakan bahwa sekarang adalah saat untuk memproduksi Colostrum, cairan pertama yang kaya akan gizi dan zat daya tahan tubuh untuk bayi dihari-hari pertamanya.</p>
<p><span id="more-41"></span>Kedua, dukunglah produksi ASI dengan prinsip hukum Supply and demand. Bila ada permintaan susu melalui hisapan bayi, maka tubuh akan terus memproduksi ASI. Jadi bila sekali saja bayi diberikan susu formula, berarti permintaan susu kepada ibunya berkurang sebanyak satu kali. Lalu tubuh ibu mengira bahwa produksi ASI terlalu banyak, dan mulai mengurangi volumenya. Dan biasanya menjadi bola salju yang membesar, karena ibu mengira ASI nya tidak banyak, lalu memberi susu formula tambahan.. Jadi stop pemberian susu formula!!</p>
<p>Ketiga, peliharalah dengan  konsistensi. Pemberian asi bukan hanya pada saat siang hari.. tapi 24 jam. Ya ini berarti malam, subuh.. Bulan-bulan pertama sangatlah berat, karena bayi masih bangun setiap 2-3 jam sekali. Jadwal tidurpun tidak karuan. Tapi ASI harus selalu dikeluarkan untuk menjaga demand. Saya selama 5 bulan pertama sering memerah asi dimalam hari karena Fabian tidak mau menyusu dikedua payudara. Ini juga berlaku untuk ibu yang bekerja. Sediakan waktu yang konsisten untuk memerah asi walau sesibuk apapun. Karena banyak teman-teman saya yang asinya menurun drastis dan habis dalam waktu 1 minggu, hanya karena mengurangi jumlah sesi memerah.</p>
<p>Keempat adalah Keyakinan dari ibu (hal ini berarti pikiran yang positif dari ibu, seperti yang dikatakan oleh &#8220;The Secret&#8221;). Bila Ibu tertekan, stress, atau berpikir asinya tidak cukup, percaya atau tidak, produksi asi akan berkurang. Jadi pada saat terasa produksi menurun, tingkatkanlah frekuensi menyusu bayi.. Jadi tubuh diberi signal untuk memproduksi asi lebih. Sehingga ibu terhindar dari lingkaran setan, yaitu produksi menurun sedikit, lalu ibu cemas dan stress, alhasil semakin sedikit asinya dan seterusnya.</p>
<p>Kelima adalah konsumsi zat yang merangsang produksi ASI. Salah satu makanan  wajib saya selama satu tahun terakhir adalah daun katuk yang direbus dengan jagung. Walau banyak pil yang mempunyai fungsi serupa, saya lebih memilih yang alami. Selain itu, carilah makanan yang membuat anda relax. Untuk saya adalah coklat dan susu coklat. Dengan mengkonsumsi makanan tersebut, secara tidak langsung, dapat meningkatkan produksi ASI.</p>
<p>Hal diatas adalah hasil dari pengalaman pribadi saya sampai sekarang dalam memberikan asi kepada fabian. Tidak sedikit rintangan yang saya hadapi untuk pemberian ASI, salah satu ceritanya adalah ketika Fabian mengalami kuning (karena golongan darahnya tidak sama dengan saya), ketika saya masuk kerja dan fabian nursing strike, dan yang paling gres adalah ketika giginya mulai tumbuh dan tidak sengaja mengigit puting .. Saya ceritakan dipost yang lain..</p>
<p>Banyak bacaan dan cerita dari mama-mama lainnya yang membantu saya selama ini.  Setidaknya, dengan tulisan ini,  saya ingin sekali mendukung ibu-ibu lain untuk memberikan asi pada anak-anak mereka. Ada perasaaan bahagia yang tidak dapat dideskripsikan ketika saya menyusui Fabian, perasaan seorang ibu! Ayo semua.. Hidup ASI!</p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fabianyafa.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fabianyafa.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=41&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/04/20/sukses-asi-eksklusif-untuk-tahun-pertama-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>