Cerita Mama Fabian

Entries categorized as ‘pemikiran’

Televisi, baik atau buruk?

November 26, 2009 · Leave a Comment

Pernahkah terpikir apa pengaruh televisi terhadap hidup anda?  Pernahkah menghitung berapa lama waktu yang anda pakai untuk terdiam di depan TV, membiarkan mata anda bekerja begitu keras sampai terkadang lupa untuk berkedip?

Saya adalah pengemar televisi, pada saat kuliah dulu, televisi selalu siap menemani di kamar kos pada saat santai sampai pada saat belajar ataupun waktu tidur. Walau tidak selalu dilihat, tapi  suaranya memberikan kenyamanan sehingga dunia tidak terasa sepi.

Saya mengira bahwa televisi adalah sumber hiburan yang paling menarik ditambah dengan kemajuan dibidang entertainment termasuk kreativitas, cerita, sampai teknologi yang dipakai membuatnya menjadi jauh-jauh lebih baik..Tapi apa masalahnya?

Ketika Fabian masuk ke dalam hidup saya, televisi mulai hilang kepamorannya. Hari-hari menjadi begitu sibuk, banyak hal yang tidak saya ketahui mengenai merawat bayi. Televisi pun dikeluarkan dari kamar, hanya karena saya berpikir bahwa televisi akan mengganggu tidur bayi mungil yang masih membutuhkan banyak istirahat.

Lalu saya mulai membaca dan membaca..dan menemukan bahwa televisi, DVD  lebih memberi pengaruh buruk terhadap anak seperti yang saya post di …. Alhasil saya membatasi diri dalam hal menonton TV, agar Fabian juga tidak menonton TV.

Selanjutnya, saya juga merasa bahwa waktu terasa begitu berharga. Sulit sekali menemukan waktu untuk saya sendiri. Pagi hari sudah harus menyiapkan Fab, yang terkadang sulit sekali untuk diminta makan atau mandi. Lalu berangkat kerja, dan kembali kerumah sudah malam. Setelah berhasil menyelinap untuk mandi dan makan malam, waktunya untuk bersama fabian. Menemaninya bermain mobil-mobilan kesukaannya, sepak bola, basket atau sekedar berjalan-jalan di podium atau menonton barney kesukaannya untuk beberapa menit, sambil bernyanyi.  Sampai akhirnya dia tertidur di malam hari, saya pun sudah cukup lelah untuk melakukan hal lain.

Hal ini membuat saya dapat melihat masalah dengan televisi

(more…)

Categories: dunia Ibu · pemikiran
Tagged:

Early education — is it working?

October 29, 2009 · 1 Comment

I recently has received a question from a dad.. “…so, does the preschool show any improvement on your child ability?”

It took me a while before answered that question. I never thought to analyze the effectiveness of early education on my child. I spend my time worrying about endless separation anxiety. I thought that it’s an improvement that he could actually being able to be separated by his family or nanny. To be able to communicate with other with his limited language ability and to be independent.

But as I told the man, that I saw that as an improvement. He replies ” well, my daughter seem has no problem with separation. She tries holiday program, and never cry from the beginning of school and seems to enjoy the activity..”

Ooops.. I forgot.. that every child is different. What I thought will happen to every child, is actually not. A child is a unique human being. They has their own strength, weakness, interest and emotion control.

So.. how should we analyze whether preschool will do any good to our child? is it true that if we send them to school as early as possible, will make them a better learner? (more…)

Categories: pemikiran · pendidikan anak
Tagged: ,

Hubungan “Susahnya menjadi orang tua” dan “masa depan bangsa”

October 8, 2009 · Leave a Comment

Buat yang sudah menjadi ibu/ayah, pasti pernah bertanya, “gimana seh buat anak saya menurut”. Kita selalu memberikan yang terbaik untuk anak ini, tapi dia malah berteriak, menolak, sungguh sulit diatur!!  Sudah dibela-belain buat makanan tersehat dan terlezat, eh dia malah mengunci mulutnya, atau yang lebih parah lagi, kalau piringnya ditepak, atau malah dimuntahkan kembali.

Saya sendiri sempat hampir stress dengan hal ini. Mulai dari bayi, disaat kita sulit sekali menebak arti dari tangisannya yang tak kunjung selesai, padahal kita baru saja mau beristirahat. Lalu ketika dia mulai mengerti bahwa dirinya terpisah dari orang lain, dan mulai memiliki kehendak sendiri, dia menolak semua yang kita minta. Diminta makan, dia malah lari. Diminta jangan lari-lari, dia malah lari, loncat, sampai akhirnya jatuh. Diminta untuk tidur, dia menolak, menangis.

Sejuta masalah antara orang tua dan anaknya sebenernya bukan hal yang baru. Kalau kita bertanya ke orang tua kita, mereka pasti memiliki pengalaman yang sama sewaktu membesarkan kita. Jadi, apa yang salah? (more…)

Categories: dunia Ibu · pemikiran · pendidikan anak
Tagged:

Apakah aturan itu perlu?

August 31, 2009 · Leave a Comment

Ada orang yang bilang, “Aturan dibuat untuk dilanggar”. ayo.. siapa yang setuju? pasti yang setuju, pernah mencontek waktu masih disekolah, atau bolos dari kuliah. Tapi tidak perlu khawatir, kayanya semua orang pernah melanggar aturan. Entah itu mendahului mobil dari sebelah kiri, atau sesederhana menerobos lampu merah.. dan paling sering.. nyolong2 main facebook waktu jam kerja.. ayo ngaku :)

Kalau dipikir-pikir, kadang pemikiran ini bener juga yah.. dimana ada aturan, pasti ada yang melanggar. Yang hebatnya lagi, setiap pelanggaran, ada alasan yang kuat menurut yang melakukan. Lalu, buat apa ada aturan?

Coba kita tengok, apa arti aturan.. (berhubung kaga ada kamus indo, pake bahasa inggrisnnya ya.. “RULE” artinya :

“an accepted principle or instruction that states the way things are or should be done, and tells you what you are allowed or are not allowed to do”- menurut Cambridge dictionary

“guide or principle for conduct or action, an accepted method, custom, or habit, REGULATION, bylaw” menurut Marriam Webster Dictionary.

Sepertinya ada 2 kunci utama, yang pertama adalah instruksi (bagaimana melakukan satu kegiatan, mana yang boleh dan tidak boleh) yang kedua adalah accepted (artinya aturan diterima/ diakui)

Nah sekarang masalahnya, diterima oleh siapa?

(more…)

Categories: pemikiran

Apakah anda sudah menemukan Passion anda?

August 31, 2009 · 2 Comments

alau mendengar kata-kata Rene di Hardrock FM, kadang saya suka mikir sendiri.. Sebenernya pekerjaan saya sekarang ini adalah passion saya atau bukan? Apakah pekerjaan dapat menjadi sarana untuk merealisasikan diri, atau hanya untuk kepentingan materi semata?

Kalau pekerjaannya memang benar-benar menyebalkan, dalam arti kita selalu bersunggut-sunggut setiap hari untuk memulai pekerjaan. Tugas terasa sangat berat dan menyebalkan.. Dengan sangat mudah, kita bisa mengetahui bahwa pekerjaan itu bukan passion kita. Time to do something!!

Nah kalau keadaannya tidak se-ektrim itu, misal dari segi pekerjaan, yah bisa dibilang kita lumayan suka. Dari segi materi memang sepertinya sudah ok. Kadang kita menggerutu ttg pekerjaan, tapi kadang kita enjoy dalam pekerjaan tersebut. Lalu apakah ini passion kita?

Rekan kerja saya, memperlihatkan satu video TED yang dibawakan Ken Robinson. Laki-laki kelahiran england ini, bercerita mengenai passion, creativity dan bagaimana salahnya sistem pendidikan yang ada sekarang. Somehow, i think this guy has a good point..

Accidentally, I found his book “The Element”- how finding your passion changes everything – in one of the book store I went. I just bought it! walau kalau lihat harganya.. mau marah.. Rp 391 rb!!! Tapi ternyata ga nyesel!! really, you should read the book.

Point pertama yang menarik adalah pada saat dia menjelaskan bahwa kita tidak dapat meramal masa depan. Kita benar2 tidak dapat mengetahui masalah2 yang akan dihadapi oleh anak dan cucu kita nanti. lalu bagaimana cara terbaik untuk mempersiapkan mereka menghadapi masalah masa depan? apakah dengan ilmu2 yang kita miliki sekarang?

Cara terbaik adalah membantu mereka menemukan passion mereka, yang disebut “element” oleh Robinson. Mengapa demikian? orang yang telah menemukan element mereka, bekerja tidak untuk materi, tapi mereka tidak dapat membayangkan bila harus hidup tanpa pekerjaan itu. Bila dunia berubah total esok hari, orang yang telah menemukan element, dapat mencari jalan keluar utk mengembangkan bakat mereka utk mengakomodir perubahan tersebut. Dan yang paling penting, mereka dapat menjadi fleksible dan tetap produktif.

Lalu bagaimana cara menemukan Element? yang pertama element membutuhkan kombinasi antara kemampuan/bakat pribadi dan personal passion. Tidak ada formula yang pasti untuk mencari element. Yang pasti, element bersifat personal, berbeda untuk setiap orangnya dan berada dibidang yang dia mampu lakukan (memiliki bakat). Untuk mencapainya, kita memerlukan attitude yang mendukung sehingga mendapatkan kesempatan yang tepat.

Satu hal lagi, seseorang tidak terikat dengan hanya satu element saja, mungkin saja dia memang memiliki banyak element. Banyak lah mencoba hal2 baru.. tanpa ini, kita tidak tau dibidang mana kemampuan dan minat kita terletak.

Satu ciri orang yang telah menemukan element, mereka merasa telah memperoleh identitas diri, dan tujuan hidup mereka. Mereka sangat mencintainya, sampai2 berpikir they can’t live without it.

Categories: Summary · pemikiran
Tagged: ,

Menjadi dewasa…

July 13, 2009 · Leave a Comment

Pernahkah anda berpikir kalau saat ini, anda sebenarnya sudah layak dikatakan sebagai manusia yang dewasa? mungkin uban sudah mulai tampak dikepala, kulit sudah mulai tidak semulus beberapa waktu lalu, dandan-an pun sudah menunjukkan bahwa “saya sudah dewasa”.

But..  deep down in yourself.. your attitude, your behaviour, your EQ  and your way of thinking… are they reflect your physical age?

(more…)

Categories: pemikiran
Tagged:

Pilih mobil matic atau manual?

June 24, 2009 · Leave a Comment

Kalau ditanya enak naik mobil matic atau manual? apa ayo jawabannya?

Beberapa minggu ini saya merasakan perbedaan dari mobil matic ke mobil manual…dan muncul pemikiran, apa benar kalau mobil otomatic lebih enak dari pada manual..

Menurut saya, mobil matic sangat enak bila dipakai untuk dalam kota dimana peralihan dari gigi satu ke gigi lain sering terjadi (mengingat kondisi kota yang padat dan macet). Tapi bila dipakai antar kota, saya memilih mobil manual, dimana perpindahan gigi dapat saya kendalikan, kecepatan pun dapat dikendalikan.. bila pada saat perlu tancap gas, mobil manual dapat melaju lebih cepat pada saat awalnya..

Kalau dari pengalaman saya, ternyata keduanya ada kelebihan dan kekurangannya dan kita kadang harus memilih atau setidaknya menyeimbangkan antara beberapa hal.  Saya melihat konsep ini juga dapat berlaku untuk banyak hal di dunia. Misal salah satu contoh lainnya…lebih penting pekerjaan yang sukses atau keluarga yang bahagia, lebih baik jadi anak gaul atau orang yang pintar?

Bagaimana menurut anda..

Categories: pemikiran

Separation anxiety.. so hard for mom!

June 24, 2009 · Leave a Comment

“separation anxiety” yang terjadi pada Fabian hanya sebatas ketika saya mengantar dia sekolah..Sulit sekali melihat dia setiap hari menangis pada saat saya menyerahkannya dari gendongan saya ke gendongan gurunya.

Murid lain yang saya amati tidak mengalami hal yang sama. Meraka terlihat begitu mudah melepas kepergian mamanya setelah beberapa hari atau max 1 term. Tapi Fabian, setelah sekolah 10  minggu, masih belum dapat merelakan kepergian saya. Kadang dia hanya merenggut, tapi kebanyakan dia menangis sekeras2nya.

Yang aneh adalah, setelah beberapa menit dari kepergian saya, dia akan berhenti menangis, lalu mulai bermain dengan gurunya.. Memang pada saat parents conference yang pertama, guru Fabian mengatakan bahwa Fabian is a slow starter. Bila sudah memasuki sesi main ke playground yang kedua, dia akan semangat dan ceria..

Hampir setiap hari kerja, saya harus melihat muka histerisnya dengan derai air mata. Sebagian hati saya merasa kasihan (makes me felt like a cruel mom!).  Saya melaju mobil dengan hati yang kacau, berharap dia berhenti menangis secepatnya.

Sesekali, saya menyempatkan diri melihat bermain, tertawa dikelas, saya bercampur senang, tidak percaya, melihat hal yang begitu bertolak belakang dengan kejadian di pagi harinya.

Setelah saya renungi.. dan renungi.. mungkin ini yang menjadi masalah:

(more…)

Categories: dunia Ibu · pemikiran
Tagged: ,

Fabian akan masuk sekolah!!

March 29, 2009 · 8 Comments

Saya dan suami akhirnya memutuskan untuk memberikan Fabian kesempatan untuk belajar di sekolah 5 hari seminggu, 3.5 jam sehari di High scope kuningan. Bayangkan, anak seumur 23 bulan, harus setiap hari ke sekolah dan tinggal disana dari jam stg 9 sampai jam 12!! apakah dia akan bertahan ya?

Kalau dilihat pertimbangan saya ketika mengambil keputusan ini adalah

  1. The younger the better learner he is. Saya tidak mau kehilangan kesempatan utk memperkuat daya pikir fabian. Dari beberapa buku yang saya baca belakangan ini, semua memberi penjelasan yang sama. Bahwa semua anak adalah adalah calon genius. Dan yang membedakan genius atau tidak adalah stimulasi yang diberikan oleh orang tua/pengasuh kepada anak dari umur 0 sampai 5 tahun. Bila saya perhatikan, bila saya bekerja, fabian hanya bersama susternya, dan hanya dapat mengamati  bagaimana mencuci piring, menyapu, memasak, membersihkan meja, memcuci baju, dan sedikit mainan lain seperti play doh dan mobil-mobilan. Saya tidak mengatakan bahwa suster saya salah, karena memang di tempat saya tidak ada pembantu, jadi dia sebenernya sudah luar biasa membantu saya. jadi memang seharusnya saya yang berkewajiban utk mendidik Fabian. Tapi karena waktu yang saya punya tidak banyak, mungkin sebaiknya Fabian mendapatkannya di sekolah.

(more…)

Categories: cerita Fabian · pemikiran · pendidikan anak
Tagged:

Pemikiranku tentang pendidikan anak

March 10, 2009 · Leave a Comment

Sudah setahun setengah aku mencari info mengenai bagaimana cara mendidik anak yang benar agar anak memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya. Dari beberapa literatur yang saya baca belakangan ini, semua mengatakan hal yang sama. Sekolah saja tidak cukup, tidak semua ketrampilan yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia sesungguhnya diajarkan disekolah.

Kalau mengutip kata dari beberapa sumber, dunia telah berubah, teknologi berkembang pesat, marketing berubah bentuk, science menemukan hal-hal baru, tapi tidak demikian dengan pendidikan. Bidang yang satu ini tetap konstan dan tidak bergerak ke arah mana-mana, setidaknya di Indonesia. Sekolah yang memang mulai memikirkan perubahan, adalah sekolah yang bergelar ‘national plus’ atau sekolah international yang nota bene, sangat mahal dan sulit terjangkau oleh masyarakat indo pada umumnya.

Hal ini yang mendorong saya untuk memikirkan, sebenernya apa yang kurang dari pendidikan saat ini. beberapa hal mendasar yang saya temukan dari beberapa buku, yaitu:

(more…)

Categories: pemikiran · pendidikan anak
Tagged: ,