Pernahkah terpikir apa pengaruh televisi terhadap hidup anda? Pernahkah menghitung berapa lama waktu yang anda pakai untuk terdiam di depan TV, membiarkan mata anda bekerja begitu keras sampai terkadang lupa untuk berkedip?
Saya adalah pengemar televisi, pada saat kuliah dulu, televisi selalu siap menemani di kamar kos pada saat santai sampai pada saat belajar ataupun waktu tidur. Walau tidak selalu dilihat, tapi suaranya memberikan kenyamanan sehingga dunia tidak terasa sepi.
Saya mengira bahwa televisi adalah sumber hiburan yang paling menarik ditambah dengan kemajuan dibidang entertainment termasuk kreativitas, cerita, sampai teknologi yang dipakai membuatnya menjadi jauh-jauh lebih baik..Tapi apa masalahnya?
Ketika Fabian masuk ke dalam hidup saya, televisi mulai hilang kepamorannya. Hari-hari menjadi begitu sibuk, banyak hal yang tidak saya ketahui mengenai merawat bayi. Televisi pun dikeluarkan dari kamar, hanya karena saya berpikir bahwa televisi akan mengganggu tidur bayi mungil yang masih membutuhkan banyak istirahat.
Lalu saya mulai membaca dan membaca..dan menemukan bahwa televisi, DVD lebih memberi pengaruh buruk terhadap anak seperti yang saya post di …. Alhasil saya membatasi diri dalam hal menonton TV, agar Fabian juga tidak menonton TV.
Selanjutnya, saya juga merasa bahwa waktu terasa begitu berharga. Sulit sekali menemukan waktu untuk saya sendiri. Pagi hari sudah harus menyiapkan Fab, yang terkadang sulit sekali untuk diminta makan atau mandi. Lalu berangkat kerja, dan kembali kerumah sudah malam. Setelah berhasil menyelinap untuk mandi dan makan malam, waktunya untuk bersama fabian. Menemaninya bermain mobil-mobilan kesukaannya, sepak bola, basket atau sekedar berjalan-jalan di podium atau menonton barney kesukaannya untuk beberapa menit, sambil bernyanyi. Sampai akhirnya dia tertidur di malam hari, saya pun sudah cukup lelah untuk melakukan hal lain.
Hal ini membuat saya dapat melihat masalah dengan televisi












