<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Mama Fabian &#187; pemikiran</title>
	<atom:link href="http://fabianyafa.wordpress.com/category/pemikiran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fabianyafa.wordpress.com</link>
	<description>It contains of the thought and the feeling of a mother who love her son and her job.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 17:58:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fabianyafa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/832ed6797859e7f74f120e119359d8c6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Mama Fabian &#187; pemikiran</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fabianyafa.wordpress.com/osd.xml" title="Cerita Mama Fabian" />
		<item>
		<title>Televisi, baik atau buruk?</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/11/26/televisi-baik-atau-buruk/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/11/26/televisi-baik-atau-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/11/26/televisi-baik-atau-buruk/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah terpikir apa pengaruh televisi terhadap hidup anda?&#160; Pernahkah menghitung berapa lama waktu yang anda pakai untuk terdiam di depan TV, membiarkan mata anda bekerja begitu keras sampai terkadang lupa untuk berkedip?
Saya adalah pengemar televisi, pada saat kuliah dulu, televisi selalu siap menemani di kamar kos pada saat santai sampai pada saat belajar ataupun waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=225&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernahkah terpikir apa pengaruh televisi terhadap hidup anda?&nbsp; Pernahkah menghitung berapa lama waktu yang anda pakai untuk terdiam di depan TV, membiarkan mata anda bekerja begitu keras sampai terkadang lupa untuk berkedip?</p>
<p>Saya adalah pengemar televisi, pada saat kuliah dulu, televisi selalu siap menemani di kamar kos pada saat santai sampai pada saat belajar ataupun waktu tidur. Walau tidak selalu dilihat, tapi&nbsp; suaranya memberikan kenyamanan sehingga dunia tidak terasa sepi.</p>
<p>Saya mengira bahwa televisi adalah sumber hiburan yang paling menarik ditambah dengan kemajuan dibidang entertainment termasuk kreativitas, cerita, sampai teknologi yang dipakai membuatnya menjadi jauh-jauh lebih baik..Tapi apa masalahnya?</p>
<p>Ketika Fabian masuk ke dalam hidup saya, televisi mulai hilang kepamorannya. Hari-hari menjadi begitu sibuk, banyak hal yang tidak saya ketahui mengenai merawat bayi. Televisi pun dikeluarkan dari kamar, hanya karena saya berpikir bahwa televisi akan mengganggu tidur bayi mungil yang masih membutuhkan banyak istirahat.</p>
<p>Lalu saya mulai membaca dan membaca..dan menemukan bahwa televisi, DVD&nbsp; lebih memberi pengaruh buruk terhadap anak seperti yang saya post di &#8230;. Alhasil saya membatasi diri dalam hal menonton TV, agar Fabian juga tidak menonton TV.</p>
<p>Selanjutnya, saya juga merasa bahwa waktu terasa begitu berharga. Sulit sekali menemukan waktu untuk saya sendiri. Pagi hari sudah harus menyiapkan Fab, yang terkadang sulit sekali untuk diminta makan atau mandi. Lalu berangkat kerja, dan kembali kerumah sudah malam. Setelah berhasil menyelinap untuk mandi dan makan malam, waktunya untuk bersama fabian. Menemaninya bermain mobil-mobilan kesukaannya, sepak bola, basket atau sekedar berjalan-jalan di podium atau menonton barney kesukaannya untuk beberapa menit, sambil bernyanyi.&nbsp; Sampai akhirnya dia tertidur di malam hari, saya pun sudah cukup lelah untuk melakukan hal lain.</p>
<p>Hal ini membuat saya dapat melihat masalah dengan televisi</p>
</p>
<p><span id="more-225"></span>
<p>Pertama adalah candu. Televisi adalah sesuatu yang &#8220;addictive&#8221;. Bila anda menemukan satu acara menarik, maka anda akan terlena sepanjang acara tersebut. Lalu bila acara tersebut adalah berseri, maka di waktu penanyangan selanjutnya anda akan siap sedia di depannya.&nbsp; Atau bila itu adalah DVD, berapa banyak waktu yang pakai untuk melihat DVD tersebut. </p>
<p>Kalau dibandingkan dengan kegiatan lain seperti berolah raga, melatih otak, kegiatan seni atau sekedar membaca apakah anda pernah menghabiskan waktu sedemikian banyak? apakah proposi waktu yang diberikan untuk TV sebanding dengan yang diberikan untuk hal lainnya?</p>
<p>Kedua, waktu. Tuhan sangat adil dengan memberi waktu yang sama untuk semua manusia 24 jam sehari, tidak lebih dan tidak kurang. apakah anda sudah memaksimalkan waktu yang anda punya?</p>
<p>Ketiga, kualitas. Pada saat menonton televisi, apakah anda telah melihat apa makna dibalik acara tersebut/telah mengetahui acara yang benar-benar berkualitas, atau anda hanya mengganti2 channel sambil melihat acara yang menarik? Kalau anda perhatikan, susunan acara didasari pada peminat dari penonton. Sayangnya untuk indonesia, yang berkembang adalah sinetron yang nota bene semakin kurang berkualitas atau infotainment. Mengajarkan hal-hal yang tidak sepantasnya untuk anak-anak.&nbsp; </p>
<p>Kini, hari demi hari saya lalui tanpa televisi dan film. Saya mungkin menjadi orang yang paling tidak update terhadap film atau serial atau hiburan terbaru di TV atau bioskop. </p>
<p>Lalu apa yang menjadi hiburan saya? </p>
<p>Aneh tapi nyata, saya menjadi sangat suka sekali membaca. Semakin banyak membaca, saya semakin ingin membaca lebih banyak. Saya seperti menemukan dunia baru dalam buku. Setiap buku memberikan&nbsp; pengetahuan baru kepada saya, membuka mata dan pikiran saya terhadap hal yang ada didunia ini. Bukan hanya drama atau action seperti yang menjadi andalan TV atau film.</p>
<p>Cobalah kurangi waktu menonton anda&#8230;anda akan heran, begitu banyak waktu yang anda miliki untuk melakukan hal lain yang begitu berguna.. Mau mencoba?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=225&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/11/26/televisi-baik-atau-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Early education &#8212; is it working?</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/29/early-education-is-it-working/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/29/early-education-is-it-working/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 11:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[early education]]></category>
		<category><![CDATA[preschool]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/29/early-education-is-it-working/</guid>
		<description><![CDATA[I recently has received a question from a dad.. &#8220;&#8230;so, does the preschool show any improvement on your child ability?&#8221;
It took me a while before answered that question. I never thought to analyze the effectiveness of early education on my child. I spend my time worrying about endless separation anxiety. I thought that it&#8217;s an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=220&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>I recently has received a question from a dad.. &#8220;&#8230;so, does the preschool show any improvement on your child ability?&#8221;</p>
<p>It took me a while before answered that question. I never thought to analyze the effectiveness of early education on my child. I spend my time worrying about endless separation anxiety. I thought that it&#8217;s an improvement that he could actually being able to be separated by his family or nanny. To be able to communicate with other with his limited language ability and to be independent.</p>
<p>But as I told the man, that I saw that as an improvement. He replies &#8221; well, my daughter seem has no problem with separation. She tries holiday program, and never cry from the beginning of school and seems to enjoy the activity..&#8221;</p>
<p>Ooops.. I forgot.. that every child is different. What I thought will happen to every child, is actually not. A child is a unique human being. They has their own strength, weakness, interest and emotion control.</p>
<p>So.. how should we analyze whether preschool will do any good to our child? is it true that if we send them to school as early as possible, will make them a better learner?<span id="more-220"></span></p>
<p>I guess every parents will their own personal category.  but in my observation with my child, he shows a great improvement.. he is actually not a really socialized person. when he met someone new, he won&#8217;t get any close to that person and start to cry..(it&#8217;s good any way,.. so I don&#8217;t have to worry, about being kidnapped with a stranger <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Preschool (it&#8217;s actually a toddler class) gives him a lot of practice to meet new person. The stimulus along with other stimulus (to understand about how time works, communicate, body movement, etc) will accelerate the child learning process.</p>
<p>Isn&#8217;t it can be done by parents at home?</p>
<p>Yes, exactly! but the nowadays, we are not a full time parent anymore. Most of the day time, we spend working or other activity outside. Our precious child at his/her golden year was left alone with babysitter. Even if we have the best babysitter (which is very rare), she will never give the enough stimulus for our child to develop to the fullest. They do not have enough knowledge to do that.</p>
<p>I&#8217;m not saying that every preschool and its teacher is a guarantee for a better stimulus. We have to choose the right preschool. There are many curriculum developed for early age children, there are many type of teacher. That&#8217;s our responsibility to choose which method that suit for our child and choose school that has great teacher with lots of love and passion in education.</p>
<p>Some people think that every child deserve their right for free play, he/she is not old enough to be constraint with school rules.. he/she can&#8217;t be a happy kid.</p>
<p>From the reading I&#8217;ve done,  I found that children actually loved a daily routine. If you found your child screaming, refuse to eat or take a shower, it&#8217;s probably he has not expected that activity before. It&#8217;s gonna be different if your family has a daily routine, where children know what to do next. They will be happy to do it.</p>
<p>Preschool has that routine. They even tell the children what to do next every times. So, it&#8217;s not right that school rules will make them unhappy, it&#8217;s the opposite true. They become more confident and become a disciplined child. I&#8217;m not saying that it will happen instantly, but it depends on the child himself. Some might happen all the sudden, some make take months.</p>
<p>So, is early education really work?  write your own opinion here..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=220&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/29/early-education-is-it-working/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan &#8220;Susahnya menjadi orang tua&#8221; dan &#8220;masa depan bangsa&#8221;</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/08/hubungan-susahnya-menjadi-orang-tua-dan-masa-depan-bangsa/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/08/hubungan-susahnya-menjadi-orang-tua-dan-masa-depan-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 08:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Buat yang sudah menjadi ibu/ayah, pasti pernah bertanya, &#8220;gimana seh buat anak saya menurut&#8221;. Kita selalu memberikan yang terbaik untuk anak ini, tapi dia malah berteriak, menolak, sungguh sulit diatur!!  Sudah dibela-belain buat makanan tersehat dan terlezat, eh dia malah mengunci mulutnya, atau yang lebih parah lagi, kalau piringnya ditepak, atau malah dimuntahkan kembali.
Saya sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=216&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Buat yang sudah menjadi ibu/ayah, pasti pernah bertanya, &#8220;gimana seh buat anak saya menurut&#8221;. Kita selalu memberikan yang terbaik untuk anak ini, tapi dia malah berteriak, menolak, sungguh sulit diatur!!  Sudah dibela-belain buat makanan tersehat dan terlezat, eh dia malah mengunci mulutnya, atau yang lebih parah lagi, kalau piringnya ditepak, atau malah dimuntahkan kembali.</p>
<p>Saya sendiri sempat hampir stress dengan hal ini. Mulai dari bayi, disaat kita sulit sekali menebak arti dari tangisannya yang tak kunjung selesai, padahal kita baru saja mau beristirahat. Lalu ketika dia mulai mengerti bahwa dirinya terpisah dari orang lain, dan mulai memiliki kehendak sendiri, dia menolak semua yang kita minta. Diminta makan, dia malah lari. Diminta jangan lari-lari, dia malah lari, loncat, sampai akhirnya jatuh. Diminta untuk tidur, dia menolak, menangis.</p>
<p>Sejuta masalah antara orang tua dan anaknya sebenernya bukan hal yang baru. Kalau kita bertanya ke orang tua kita, mereka pasti memiliki pengalaman yang sama sewaktu membesarkan kita. Jadi, apa yang salah?<span id="more-216"></span><br />
Mungkin sudah saatnya ada pendidikan khusus untuk membesarkan anak. Pernahkah terpikir kalau untuk pengetahuan lain, kita punya pendidikannya. Bahasa, sains, ketrampilan masak, sampai ke hairdresser pun ada. Tapi mengapa pendidikan untuk membesarkan anak tidak ada?</p>
<p>Padahal, kebutuhan ini sangat besar, buktinya TV show seperti Nanny 911, Super nanny cukup mem-booming dan terkenal. Banyak orang tua menjadikan acara ini sebagai salah satu sarana untuk mendapat ilmu membesarkan anak. Tapi itu pun, cukup sulit untuk diterapkan dirumah kita masing-masing.</p>
<p>Atau ada yang berpikir, dulu orang tua kita juga ga belajar membesarkan anak. Buktinya kita bisa jadi orang yang sukses, bisa cari duit, bisa punya moral, dll. Nah, coba direnungkan kembali, apakah tantangan yang kita hadapai pada jaman kita kecil, sama dengan jaman anak kita? Apakah dulu kita semua informasi dapat diperoleh dengan koneksi internet dan keyword yang tepat?  Apakah dulu teknologi sudah semaju sekarang dimana hampir semua orang sudah punya HP atau bahkan mini CPU (PDA/smart phone). Apakah dulu lulusan S1 sebanyak sekarang, atau lulusan S2 sebanyak sekarang?</p>
<p>Pendidikan yang sama yang kita tempuh dulu, kalau dilalui oleh anak kita sekarang, tidak akan cukup untuk memberi bekal kepada mereka untuk bersaing di masa mereka. Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi beberapa tahun kedepan. Segala sesuatu yang baru bermunculan setiap hari.. Dunia sudah berubah. Mendidik anak perlu cara yang berbeda pula..</p>
<p>Lalu, kalau dibilang, buktinya ada orang tua yang dapat mengatur anaknya dengan tanpa masalah.. walau dia tidak belajar apa-apa ttg mendidik anak. Sama seperti ketrampilan lainnya, ada orang yang memang berbakat, sehingga untuk ketrampilan tersebut, dia tidak membutuhkan pendidikan, bisa secara otodidak. Tapi sayangnya tidak semua orang memiliki kemampuan ini.</p>
<p>Coba bayangkan, bila semua orang tua yang pastinya tidak berpengalaman mendidik anak, melakukan trial and error dalam kehidupan anak mereka. Untuk yang percobaannya berhasil, anaknya akan berhasil pula, tapi bagaimana nasib dengan yang error??</p>
<p>Saya sendiri, merasa buta mengenai hal ini, mencoba mencari informasi dari berbagai media. Pertama langganan majalah parenting, subscribe ke web seperti babycenter, sampai melahap buku-buku dari self improvement, children development sampai ke buku nanny 911.</p>
<p>Saya cukup kaget, ternyata banyak sekali yang belum saya ketahui sebelumnya.. dan ternyata hasil pencarian saya malah berpengaruh terhadap perkembangan diri saya sendiri. Mulai dari emotional intelligence, yang menjadi dasar utk membentuk karakter/moral seseorang, kemampuan komunikasi yang menjadi dasar utk mengemukakan ide, pentingnya keseimbangan aktifitas otak kanan dan kiri yang menjadi hal wajib utk menjadi orang yang kreatif dan cerdas.</p>
<p>Belum lagi pengetahuan financial (yang sebelumnya saya tidak pernah diajarkan disekolah) dari buku rich dad poor dad. Atau mengenai pentingnya musik dan seni lainnya terhadap cara bekerja otak.  Perbedaan cara membesarkan anak laki-laku dgn anak perempuan. Secara biologis kedua gender ini memiliki perbedaan yang cukup significant dan ternyata membawa perbedaan yang cukup besar terhadap cara mereka belajar dan berkembang.</p>
<p>Dan yang menurut saya yang sangat menarik adalah ternyata semua orang memiliki passion yang berbeda-beda yang sudah dikaruniai oleh Tuhan. Dan bagaimana cara untuk bertemu dengan passion tersebut, dan mengapa kita sekarang semua sepertinya sibuk mencari passion kita sendiri.</p>
<p>Pencarian saya belum berakhir&#8230; semakin banyak membaca, semakin terasa banyak hal yang belum saya ketahui. Mungkin dengan adanya pendidikan mengenai membesarkan anak, proses pembelajaran ini dapat menjadi lebih cepat atau untuk yang tidak memiliki waktu karena sibuknya pekerjaan, mungkin kursus-kursus dapat memberikan basic knowledge.</p>
<p>Masa depan bangsa tergantung pada generasi masa depan.. anak-anak kitalah yang akan berkarya nantinya. anak yang masih imut yang berada dalam asuhan kita saat ini..</p>
<p>Setujukah anda?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=216&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/08/hubungan-susahnya-menjadi-orang-tua-dan-masa-depan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah aturan itu perlu?</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-aturan-itu-perlu/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-aturan-itu-perlu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-aturan-itu-perlu/</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang yang bilang, &#8220;Aturan dibuat untuk dilanggar&#8221;. ayo.. siapa yang setuju? pasti yang setuju, pernah mencontek waktu masih disekolah, atau bolos dari kuliah. Tapi tidak perlu khawatir, kayanya semua orang pernah melanggar aturan. Entah itu mendahului mobil dari sebelah kiri, atau sesederhana menerobos lampu merah.. dan paling sering.. nyolong2 main facebook waktu jam kerja.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=213&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada orang yang bilang, &#8220;Aturan dibuat untuk dilanggar&#8221;. ayo.. siapa yang setuju? pasti yang setuju, pernah mencontek waktu masih disekolah, atau bolos dari kuliah. Tapi tidak perlu khawatir, kayanya semua orang pernah melanggar aturan. Entah itu mendahului mobil dari sebelah kiri, atau sesederhana menerobos lampu merah.. dan paling sering.. nyolong2 main facebook waktu jam kerja.. ayo ngaku <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau dipikir-pikir, kadang pemikiran ini bener juga yah.. dimana ada aturan, pasti ada yang melanggar. Yang hebatnya lagi, setiap pelanggaran, ada alasan yang kuat menurut yang melakukan. Lalu, buat apa ada aturan?</p>
<p>Coba kita tengok, apa arti aturan.. (berhubung kaga ada kamus indo, pake bahasa inggrisnnya ya.. &#8220;RULE&#8221; artinya :</p>
<p>&#8220;an accepted principle or instruction that states the way things are or should be done, and tells you what you are allowed or are not allowed to do&#8221;- menurut Cambridge dictionary</p>
<p>&#8220;guide or principle for conduct or action, an accepted method, custom, or habit, REGULATION, bylaw&#8221; menurut Marriam Webster Dictionary.</p>
<p>Sepertinya ada 2 kunci utama, yang pertama adalah instruksi (bagaimana melakukan satu kegiatan, mana yang boleh dan tidak boleh) yang kedua adalah accepted (artinya aturan diterima/ diakui)</p>
<p>Nah sekarang masalahnya, diterima oleh siapa?</p>
<p><span id="more-213"></span></p>
<p>Atasan saya pernah berkata, bila ada pertentangan kepentingan, maka yang pertama dilihat, apakah ada kesepakatan bersama antara dua pihak tersebut. Bila belum, berarti tidak ada yang salah atau benar, dan artinya mulai saat itu, harus dibuat kesepakatan bersama yang disetujui oleh kedua pihak.</p>
<p>Kalau sudah ada, ikuti kesepakatan yang ada dan konsekuensinya.</p>
<p>Sepertinya, ini yang menjadi dasar pembuatan aturan. Aturan, tidak lain adalah kesepakatan yang diakui oleh semua orang yang terlibat dalam satu proses/kegiatan. Kalau aturan itu, berlaku untuk banyak orang, berarti, perwakilan dari pihak2 yang berada didalamnya. (tidak mungkin toh, 200 juta orang indo beramai2 merumuskan tata cara pemilihan presiden atau bagaimana cara kerja lalu lintas)</p>
<p>Nah, kembali ke pertanyaan awal, kenapa ada aturan..</p>
<p>Jawabannya sangat sederhana, agar semua pihak tidak dirugikan dan menghargai kepentingan orang banyak. Coba kalau tidak ada aturan lampu merah, entah bagimana cara kita melewati simpang 4 dengan aman..semua kendaraan akan mementingan kepentingan sendiri dan maju.. akhirnya jadi seperti anyaman tikar, tidak ada yang bisa maju.</p>
<p>Lalu apakah aturan itu harus selalu dijalani? tanpa kompromi? dan semua orang yang melanggar aturan itu salah?</p>
<p>Sebenernya saya mendapat renungan ini, dari kotbah gereja kemarin. Romo mengatakan, kalau orang beragama itu berbeda dengan orang beriman. Letak perbedaannya adalah pada sikap mereka pada aturan. Orang beragama, semata-mata hanya menjalankan aturan agama. Dia rajin ke gereja setiap minggu, lalu memasang lilin sebanyak2nya di depan bunda Maria. Kadang, karena terlalu fanatik dengan aturan, sampai bagaimana cara mengambil komuni dipertanyakan. Tapi hanya itu yang menjadi perhatiannya. Dari luar, dia mengikuti aturan, tapi semuanya itu tidak didasari oleh iman untuk Tuhan. Berbeda dengan orang beriman. Mereka memiliki kepercayaan yang kuat terhadap kuasa Tuhan dan pasrah kepada kehendaknya. Bukan berarti mereka tidak menaati aturan, tapi aturan menjadi sarana untuk menertibkan, bukan menjadi yang diagung-agungkan.</p>
<p>Sebenarnya hanya ada satu aturan dari alkitab yang menjadi Golden rules yaitu KASIH. Batas minimalnya adalah &#8220;Lakukanlah apa yang kau kehendaki orang lain lakukan terhadap dirimu sendiri&#8221;, batas atasnya tidak ada.. karena batas atasnya adalah Tuhan sendiri.</p>
<p>Dari sini saya melihat, bahwa sebenernya aturan memilih hierarki. Ada aturan dasar, dan ada aturan lain yang dibuat diatas aturan dasar, dan seterusnya. Kadang, kita lupa akan aturan dasar tersebut, dan menjadi repot dengan aturan-aturan detail.</p>
<p>Coba kita telaah lagi, begitu banyak aturan yang dibuat, malah menyusahkan orang. Mungkin kita harus melihat kembali, apa aturan yang menjadi dasarnya.. lalu melihatnya sesuai dengan situasi. Tapi bukan berarti semua aturan harus ditelaah ya.. bisa2 kita bisa pusing sendiri..contohnya kalau lampu merah, harus berhenti.. ya artinya berhenti.. tidak perlu dikompromikan toh..</p>
<p>Tapi untuk aturan2 lain, yang mungkin dipertanyakan, seperti, anak laki-laki tidak boleh masak atau anak-anak harus menaati perintah orang tua karena orang tua lebih tua dari mereka. Sepertinya yang seperti ini, yang membuat anak menjadi pemberontak, karena mereka tidak mendapat penjelasan, mengapa aturan tsb dibuat..</p>
<p>Intinya adalah keseimbangan. Tidak perlu terlalu extrim dan mempertanyakan semua aturan, atau extrim satunya, mengikuti aturan tanpa cela. Satu hal yang sering terlupa dalam pendidikan anak, padalah ini adalah bagian terpenting dalam edukasi, yaitu perkembangan moral anak. Bila dia memiliki nilai dalam dirinya, maka ada atau tdk aturan, dia akan memilih melakukan yang terbaik.</p>
<p>Ayo semua.. jadi orang tua yang lebih baik yah.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=213&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-aturan-itu-perlu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah anda sudah menemukan Passion anda?</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-anda-sudah-menemukan-passion-anda/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-anda-sudah-menemukan-passion-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Summary]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[the element]]></category>
		<category><![CDATA[passion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-anda-sudah-menemukan-passion-anda/</guid>
		<description><![CDATA[alau mendengar kata-kata Rene di Hardrock FM, kadang saya suka mikir sendiri.. Sebenernya pekerjaan saya sekarang ini adalah passion saya atau bukan? Apakah pekerjaan dapat menjadi sarana untuk merealisasikan diri, atau hanya untuk kepentingan materi semata?
Kalau pekerjaannya memang benar-benar menyebalkan, dalam arti kita selalu bersunggut-sunggut setiap hari untuk memulai pekerjaan. Tugas terasa sangat berat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=212&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>alau mendengar kata-kata Rene di Hardrock FM, kadang saya suka mikir sendiri.. Sebenernya pekerjaan saya sekarang ini adalah passion saya atau bukan? Apakah pekerjaan dapat menjadi sarana untuk merealisasikan diri, atau hanya untuk kepentingan materi semata?</p>
<p>Kalau pekerjaannya memang benar-benar menyebalkan, dalam arti kita selalu bersunggut-sunggut setiap hari untuk memulai pekerjaan. Tugas terasa sangat berat dan menyebalkan.. Dengan sangat mudah, kita bisa mengetahui bahwa pekerjaan itu bukan passion kita. Time to do something!!</p>
<p>Nah kalau keadaannya tidak se-ektrim itu, misal dari segi pekerjaan, yah bisa dibilang kita lumayan suka. Dari segi materi memang sepertinya sudah ok. Kadang kita menggerutu ttg pekerjaan, tapi kadang kita enjoy dalam pekerjaan tersebut. Lalu apakah ini passion kita?</p>
<p>Rekan kerja saya, memperlihatkan satu video TED yang dibawakan Ken Robinson. Laki-laki kelahiran england ini, bercerita mengenai passion, creativity dan bagaimana salahnya sistem pendidikan yang ada sekarang. Somehow, i think this guy has a good point..</p>
<p>Accidentally, I found his book &#8220;The Element&#8221;- how finding your passion changes everything &#8211; in one of the book store I went. I just bought it! walau kalau lihat harganya.. mau marah.. Rp 391 rb!!! Tapi ternyata ga nyesel!! really, you should read the book.</p>
<p>Point pertama yang menarik adalah pada saat dia menjelaskan bahwa kita tidak dapat meramal masa depan. Kita benar2 tidak dapat mengetahui masalah2 yang akan dihadapi oleh anak dan cucu kita nanti. lalu bagaimana cara terbaik untuk mempersiapkan mereka menghadapi masalah masa depan? apakah dengan ilmu2 yang kita miliki sekarang?</p>
<p>Cara terbaik adalah membantu mereka menemukan passion mereka, yang disebut &#8220;element&#8221; oleh Robinson. Mengapa demikian? orang yang telah menemukan element mereka, bekerja tidak untuk materi, tapi mereka tidak dapat membayangkan bila harus hidup tanpa pekerjaan itu. Bila dunia berubah total esok hari, orang yang telah menemukan element, dapat mencari jalan keluar utk mengembangkan bakat mereka utk mengakomodir perubahan tersebut. Dan yang paling penting, mereka dapat menjadi fleksible dan tetap produktif.</p>
<p>Lalu bagaimana cara menemukan Element? yang pertama element membutuhkan kombinasi antara kemampuan/bakat pribadi dan personal passion. Tidak ada formula yang pasti untuk mencari element. Yang pasti, element bersifat personal, berbeda untuk setiap orangnya dan berada dibidang yang dia mampu lakukan (memiliki bakat). Untuk mencapainya, kita memerlukan attitude yang mendukung sehingga mendapatkan kesempatan yang tepat.</p>
<p>Satu hal lagi, seseorang tidak terikat dengan hanya satu element saja, mungkin saja dia memang memiliki banyak element. Banyak lah mencoba hal2 baru.. tanpa ini, kita tidak tau dibidang mana kemampuan dan minat kita terletak.</p>
<p>Satu ciri orang yang telah menemukan element, mereka merasa telah memperoleh identitas diri, dan tujuan hidup mereka. Mereka sangat mencintainya, sampai2 berpikir they can&#8217;t live without it.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=212&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-anda-sudah-menemukan-passion-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi dewasa&#8230;</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/13/menjadi-dewasa/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/13/menjadi-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 08:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[egois]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/13/menjadi-dewasa/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda berpikir kalau saat ini, anda sebenarnya sudah layak dikatakan sebagai manusia yang dewasa? mungkin uban sudah mulai tampak dikepala, kulit sudah mulai tidak semulus beberapa waktu lalu, dandan-an pun sudah menunjukkan bahwa &#8220;saya sudah dewasa&#8221;. 
But..&#160; deep down in yourself.. your attitude, your behaviour, your EQ&#160; and your way of thinking&#8230; are they [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=211&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernahkah anda berpikir kalau saat ini, anda sebenarnya sudah layak dikatakan sebagai manusia yang dewasa? mungkin uban sudah mulai tampak dikepala, kulit sudah mulai tidak semulus beberapa waktu lalu, dandan-an pun sudah menunjukkan bahwa &#8220;saya sudah dewasa&#8221;. </p>
<p>But..&nbsp; deep down in yourself.. your attitude, your behaviour, your EQ&nbsp; and your way of thinking&#8230; are they reflect your physical age?</p>
<p><span id="more-211"></span>
<p>Saya sendiri merasa 2 tahun terakhir menjadi tahun dimana saya mengalami proses pendewasaan&#8230; saya sekarang dapat melihat dengan jelas, bagaimana manusia secara insting memiliki kecenderungan untuk egois. Sifat dasar ini yang menjadi sumber dari semua kekacauan di dunia..</p>
<p>Kalau semua orang didunia sudah dewasa sesuai dengan umur biologisnya, dunia akan damai dan tentram. Masalahnya kedewasaan secara mental bukan sesuatu yang diajarkan disekolah dan tidak dapat diukur dengan jelas.. belum lagi masalah Emotional intelligence yang masih rendah.. semua berdasarkan emosi.. bukan hasil dari pemikiran.. </p>
<p>Saya teringat pertama kali saya mengetahui bahwa saya dipercayai oleh Tuhan untuk mengandung seorang bayi kecil.. saya sempat bertanya pada teman saya.. apa saya sanggup untuk jadi seorang Ibu? Kok kalau dipikir-pikir, walau sudah menikah, sudah punya kerjaan tetap, tapi kok pemikiran tidak jauh berbeda dengan sewaktu kuliah dulu&#8230;Mungkinkah saya menjadi orang tua yang baik? </p>
<p>Teman saya menjawab dengan bijak.. Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan umatnya. Everything is perfect at its time.. lalu dia menambahkan contoh yang agak menyinggung.. katanya anjing dirumah dia saja dapat bertindak berbeda ketika dia melahirkan anak-anaknya. Dia menjadi begitu pelindung dan peduli terhadap anak-anaknya yang baru saja keluar didunia.. aduh.. masa gue kalah sama anjing yah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah Fabian berumur 2 tahun, saya mencoba merefleksikan semua pemikiran saya. Ternyata Tuhan benar-benar mendesain agar seorang ibu terlatih menjadi matang pada saat dia melahirkan anaknya. Baik dari segi fisik, lengkap dengan air susu ibu, hormon dan semua insting yang diperlukan untuk menjaga bayi.. termasuk juga dari segi emotional (kalau sebelumnya ibu tidak bisa mengendalikan emosi, dia akan diberi pelajaran untuk semakin dapat mengendalikan emosi dihadapan anaknya) dan terakhir dari segi pemikiran.. (kalau dulu hanya berpikir untuk diri sendiri, sekarang harus berpikir panjang untuk masa depan seluruh keluarga).</p>
<p>Mungkin itulah sebabnya Tuhan mendesain adanya anak dan tanggung jawab orang tua.. untuk mendewasakan manusia.. bahwa setiap manusia memiliki panggilan masing-masing. Syukurilah apa yang dimiliki, dari pada iri hati dengan apa yang orang lain punya.. Anak adalah salah satu contoh yang membuat kita dapat bersyukur.. entah seberapa cape dan emosi saya, saya dapat mengendalikannya bila bertemu dengan wajah tak berdosa Fabian, lengkap dengan senyum yang imut dan menenangkan hati..I Thank God for trust me to raise Fab..I hope he will make me a better person so that I can teach him to be a better better person&#8230;</p>
<p>Kalau dunia ingin damai.. semua harus menghormati kepentingan orang lain.. ini berarti semua harus menjadi dewasa&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=211&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/13/menjadi-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilih mobil matic atau manual?</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/06/24/pilih-mobil-matic-atau-manual/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/06/24/pilih-mobil-matic-atau-manual/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 10:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/06/24/pilih-mobil-matic-atau-manual/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ditanya enak naik mobil matic atau manual? apa ayo jawabannya?
Beberapa minggu ini saya merasakan perbedaan dari mobil matic ke mobil manual&#8230;dan muncul pemikiran, apa benar kalau mobil otomatic lebih enak dari pada manual..
Menurut saya, mobil matic sangat enak bila dipakai untuk dalam kota dimana peralihan dari gigi satu ke gigi lain sering terjadi (mengingat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=209&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau ditanya enak naik mobil matic atau manual? apa ayo jawabannya?</p>
<p>Beberapa minggu ini saya merasakan perbedaan dari mobil matic ke mobil manual&#8230;dan muncul pemikiran, apa benar kalau mobil otomatic lebih enak dari pada manual..</p>
<p>Menurut saya, mobil matic sangat enak bila dipakai untuk dalam kota dimana peralihan dari gigi satu ke gigi lain sering terjadi (mengingat kondisi kota yang padat dan macet). Tapi bila dipakai antar kota, saya memilih mobil manual, dimana perpindahan gigi dapat saya kendalikan, kecepatan pun dapat dikendalikan.. bila pada saat perlu tancap gas, mobil manual dapat melaju lebih cepat pada saat awalnya..</p>
<p>Kalau dari pengalaman saya, ternyata keduanya ada kelebihan dan kekurangannya dan kita kadang harus memilih atau setidaknya menyeimbangkan antara beberapa hal.&nbsp; Saya melihat konsep ini juga dapat berlaku untuk banyak hal di dunia. Misal salah satu contoh lainnya&#8230;lebih penting pekerjaan yang sukses atau keluarga yang bahagia, lebih baik jadi anak gaul atau orang yang pintar?</p>
<p>Bagaimana menurut anda..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=209&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/06/24/pilih-mobil-matic-atau-manual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Separation anxiety.. so hard for mom!</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/06/24/separation-anxiety-so-hard-for-mom/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/06/24/separation-anxiety-so-hard-for-mom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 09:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[anak tidak mau sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[separation anxiety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/06/24/separation-anxiety-so-hard-for-mom/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;separation anxiety&#8221; yang terjadi pada Fabian hanya sebatas ketika saya mengantar dia sekolah..Sulit sekali melihat dia setiap hari menangis pada saat saya menyerahkannya dari gendongan saya ke gendongan gurunya. 
Murid lain yang saya amati tidak mengalami hal yang sama. Meraka terlihat begitu mudah melepas kepergian mamanya setelah beberapa hari atau max 1 term. Tapi Fabian, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=208&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;separation anxiety&#8221; yang terjadi pada Fabian hanya sebatas ketika saya mengantar dia sekolah..Sulit sekali melihat dia setiap hari menangis pada saat saya menyerahkannya dari gendongan saya ke gendongan gurunya. </p>
<p>Murid lain yang saya amati tidak mengalami hal yang sama. Meraka terlihat begitu mudah melepas kepergian mamanya setelah beberapa hari atau max 1 term. Tapi Fabian, setelah sekolah 10&nbsp; minggu, masih belum dapat merelakan kepergian saya. Kadang dia hanya merenggut, tapi kebanyakan dia menangis sekeras2nya. </p>
<p>Yang aneh adalah, setelah beberapa menit dari kepergian saya, dia akan berhenti menangis, lalu mulai bermain dengan gurunya.. Memang pada saat parents conference yang pertama, guru Fabian mengatakan bahwa Fabian is a slow starter. Bila sudah memasuki sesi main ke playground yang kedua, dia akan semangat dan ceria..</p>
<p>Hampir setiap hari kerja, saya harus melihat muka histerisnya dengan derai air mata. Sebagian hati saya merasa kasihan (makes me felt like a cruel mom!).&nbsp; Saya melaju mobil dengan hati yang kacau, berharap dia berhenti menangis secepatnya.</p>
<p>Sesekali, saya menyempatkan diri melihat bermain, tertawa dikelas, saya bercampur senang, tidak percaya, melihat hal yang begitu bertolak belakang dengan kejadian di pagi harinya.</p>
<p>Setelah saya renungi.. dan renungi.. mungkin ini yang menjadi masalah:</p>
<p><span id="more-208"></span>
<p>Saya tidak benar-benar percaya bahwa sekolah yang saya pilih adalah tempat terbaik untuk anak saya. Walau saya melihat bahwa sekolah ini tidak sempurna, tapi adalah yang terbaik diantara nominasi lainnya.&nbsp; Akibatnya, secara emotional ada sedikit kekhawatiran yang terbesit (walau secara logika sudah sangat yakin). Karena kemampuan luar biasa dari anak untuk merasakan apa yang mamanya rasakan, dia menjadi khawatir juga. </p>
<p>Jadi sebelum saya menanyakan &#8220;apa yang salah dengan anak saya? &#8220;, saya akan mencoba menelaah&nbsp; &#8220;apa yang salah dengan saya?&#8221;</p>
<p>Hasil searching yang pikir sangat membantu adalah:</p>
<p><a title="http://kidshealth.org/parent/emotions/feelings/separation_anxiety.html#" href="http://kidshealth.org/parent/emotions/feelings/separation_anxiety.html#">http://kidshealth.org/parent/emotions/feelings/separation_anxiety.html#</a>
<ul>
<ul>
<ul>
<li><strong>Be calm and consistent.</strong> Create a exit ritual during which you say a pleasant, loving, and firm goodbye. Stay calm and show confidence in your child. Reassure him or her that you&#8217;ll be back — and explain how long it will be until you return using concepts kids will understand (such as after lunch) because your child can&#8217;t yet understand time. Give him or her your full attention when you say goodbye, and when you say you&#8217;re leaving, mean it; coming back will only make things worse.
<li><strong>Follow through on promises.</strong> It&#8217;s important to make sure that you return when you have promised to. This is critical — this is how your child will develop the confidence that he or she can make it through the time apart. </li>
</ul>
</ul>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=208&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/06/24/separation-anxiety-so-hard-for-mom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fabian akan masuk sekolah!!</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/03/29/fabian-akan-masuk-sekolah/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/03/29/fabian-akan-masuk-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 07:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah hari pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/03/29/fabian-akan-masuk-sekolah/</guid>
		<description><![CDATA[Saya dan suami akhirnya memutuskan untuk memberikan Fabian kesempatan untuk belajar di sekolah 5 hari seminggu, 3.5 jam sehari di High scope kuningan. Bayangkan, anak seumur 23 bulan, harus setiap hari ke sekolah dan tinggal disana dari jam stg 9 sampai jam 12!! apakah dia akan bertahan ya?
Kalau dilihat pertimbangan saya ketika mengambil keputusan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=195&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya dan suami akhirnya memutuskan untuk memberikan Fabian kesempatan untuk belajar di sekolah 5 hari seminggu, 3.5 jam sehari di High scope kuningan. Bayangkan, anak seumur 23 bulan, harus setiap hari ke sekolah dan tinggal disana dari jam stg 9 sampai jam 12!! apakah dia akan bertahan ya?</p>
<p>Kalau dilihat pertimbangan saya ketika mengambil keputusan ini adalah</p>
<ol>
<li>The younger the better learner he is. Saya tidak mau kehilangan kesempatan utk memperkuat daya pikir fabian. Dari beberapa buku yang saya baca belakangan ini, semua memberi penjelasan yang sama. Bahwa semua anak adalah adalah calon genius. Dan yang membedakan genius atau tidak adalah stimulasi yang diberikan oleh orang tua/pengasuh kepada anak dari umur 0 sampai 5 tahun. Bila saya perhatikan, bila saya bekerja, fabian hanya bersama susternya, dan hanya dapat mengamati&nbsp; bagaimana mencuci piring, menyapu, memasak, membersihkan meja, memcuci baju, dan sedikit mainan lain seperti play doh dan mobil-mobilan. Saya tidak mengatakan bahwa suster saya salah, karena memang di tempat saya tidak ada pembantu, jadi dia sebenernya sudah luar biasa membantu saya. jadi memang seharusnya saya yang berkewajiban utk mendidik Fabian. Tapi karena waktu yang saya punya tidak banyak, mungkin sebaiknya Fabian mendapatkannya di sekolah.</li>
</ol>
<p><span id="more-195"></span>
<ol>
<li>
<li>Learn is not punishment, its a fun reward act. Saya berusaha memilih sekolah yang bukan mendikte anak dan memberi teori. Tapi yang membantu Fabian mengeksplorasi rasa ingin tahunya dan melatih dia berpikir analitis, dan memupuk rasa ingin belajarnya. Selain itu juga menanamkan rasa disiplin. Terus terang saya agak kerepotan dengan yang satu ini. Kapan harus keras dan kapan harus melihat situasi.
<li>Socialize with other children. Selama ini, fabian hanya bertemu dengan keluarga dan orang dewasa. Dia tidak tahu bagaimana dunia anak diluar sana
<li>belajar mandiri. selama ini Fabian harus ditemani 24 jam sehari. entah itu oleh suster, saya, papanya atau keluarga yang lain. Kami tidak berani membiarkan dia bermain sendiri. Dengan sekolah, seharusnya guru disana lebih terbiasa untuk melatih anak mandiri, tanpa mengurangi keamanannya.</li>
</ol>
<p>Semoga ini menjadi keputusan yang paling baik yang pernah saya buat untuk masa depan fabian.. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=195&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/03/29/fabian-akan-masuk-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemikiranku tentang pendidikan anak</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/03/10/pemikiranku-tentang-pendidikan-anak/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/03/10/pemikiranku-tentang-pendidikan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 07:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/03/10/pemikiranku-tentang-pendidikan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah setahun setengah aku mencari info mengenai bagaimana cara mendidik anak yang benar agar anak memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya. Dari beberapa literatur yang saya baca belakangan ini, semua mengatakan hal yang sama. Sekolah saja tidak cukup, tidak semua ketrampilan yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia sesungguhnya diajarkan disekolah. 
Kalau mengutip kata dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=193&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah setahun setengah aku mencari info mengenai bagaimana cara mendidik anak yang benar agar anak memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya. Dari beberapa literatur yang saya baca belakangan ini, semua mengatakan hal yang sama. Sekolah saja tidak cukup, tidak semua ketrampilan yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia sesungguhnya diajarkan disekolah. </p>
<p>Kalau mengutip kata dari beberapa sumber, dunia telah berubah, teknologi berkembang pesat, marketing berubah bentuk, science menemukan hal-hal baru, tapi tidak demikian dengan pendidikan. Bidang yang satu ini tetap konstan dan tidak bergerak ke arah mana-mana, setidaknya di Indonesia. Sekolah yang memang mulai memikirkan perubahan, adalah sekolah yang bergelar &#8216;national plus&#8217; atau sekolah international yang nota bene, sangat mahal dan sulit terjangkau oleh masyarakat indo pada umumnya.</p>
<p>Hal ini yang mendorong saya untuk memikirkan, sebenernya apa yang kurang dari pendidikan saat ini. beberapa hal mendasar yang saya temukan dari beberapa buku, yaitu:</p>
<p><span id="more-193"></span>
<ol>
<li>Leadership &#8212; &#8220;the leader in me &#8212; Steven Covey&#8221;</li>
<li>Finance &#8212; &#8220;rich dad poor dad &#8212; Robert Kiyosaki&#8221;</li>
<li>Right brain exercise (story, play, draw, ets) &#8212; &#8220;the whole new mind&#8221; &#8212; Daniel H Pink</li>
<li>Presentation &amp; communication &#8212; &#8220;Talk Inc&#8221;</li>
<li>Business sense</li>
<li>Writing or teach</li>
</ol>
<p>Beberapa hal lain yang menurut saya mendasar dan merupakan syarat mutlak untuk mendapat pekerjaan di jaman saya adalah :</p>
<ol>
<li>Problem solving</li>
<li>analytical thinking</li>
<li>logika</li>
<li>math &amp; science</li>
<li>accounting</li>
<li>english, mandarin</li>
<li>Technology</li>
<li>how to get information</li>
<li>innovation</li>
</ol>
<p>Beberapa tools yang dapat digunakan:</p>
<ol>
<li>Mind map</li>
<li>7 habits</li>
<li>Baldrige tools</li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=193&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/03/10/pemikiranku-tentang-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>