<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Mama Fabian &#187; penyakit</title>
	<atom:link href="http://fabianyafa.wordpress.com/category/penyakit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fabianyafa.wordpress.com</link>
	<description>It contains of the thought and the feeling of a mother who love her son and her job.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 17:58:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fabianyafa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/832ed6797859e7f74f120e119359d8c6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Mama Fabian &#187; penyakit</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fabianyafa.wordpress.com/osd.xml" title="Cerita Mama Fabian" />
		<item>
		<title>Akhir dari Hydrocele Fabian</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/09/28/akhir-dari-hydrocele-fabian/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/09/28/akhir-dari-hydrocele-fabian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 09:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[dr Sim]]></category>
		<category><![CDATA[hydrocele]]></category>
		<category><![CDATA[Mt Alvernia]]></category>
		<category><![CDATA[Mt Elisabeth]]></category>
		<category><![CDATA[operasi]]></category>
		<category><![CDATA[testis besar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/09/28/akhir-dari-hydrocele-fabian/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bergumul dengan masalah pembesaran testis kanan Fabian di satu setengah tahun terakhir ini, akhirnya kini saya bisa merasa lega. Kalau diposting sebelumnya, saya menjelaskan bahwa hydrocele Fabian sudah mengecil, itu bukan berarti hilang sama sekali. Beberapa waktu kemudian muncul kembali. Lalu setelah beberapa lama hilang lagi, tapi kemudian muncul kembali.
Akhirnya saya dan suami memutuskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=218&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah bergumul dengan masalah pembesaran testis kanan Fabian di satu setengah tahun terakhir ini, akhirnya kini saya bisa merasa lega. Kalau diposting sebelumnya, saya menjelaskan bahwa hydrocele Fabian sudah mengecil, itu bukan berarti hilang sama sekali. Beberapa waktu kemudian muncul kembali. Lalu setelah beberapa lama hilang lagi, tapi kemudian muncul kembali.</p>
<p>Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk meminta second opinion dari dokter di Singapore. Pada awalnya saya berharap kalau dokternya mengatakan bahwa sebenarnya tidak apa2 kalau lubang penyebab hydrocelenya cukup kecil. Atau harapan kedua adalah teknologi disana sudah cukup canggih, sehingga tidak perlu operasi, mungkin dengan laser atau apapun yang efek terhadap anaknya lebih kecil.</p>
<p><span id="more-218"></span>
<p>Kami pergi ke Mount Elisabeth Medical Care dan mendaftar ke dokter Sim Chiang Khi dari rekomendasi kenalan. Dokter Sim adalah ahli peadiatric urology dan surgery. Dari kartu namanya dapat dilihat gelar yang sudah dia miliki, mulai dari MBBS, MMed, FRCS, FRACS&nbsp; sampai ke consultant Pediatric Surgery. Entah apa artinya, tapi sepertinya dia cukup pengetahuan di bidang pediatric. </p>
<p>Kesan pertama, dokter ini cukup ramah dan terlihat tidak setua bayangan saya. Analisanya sama persis dengan dokter di Indonesia (dr Alexandra). Menurut dia, sudah tidak mungkin untuk anak seumur 2 tahun untuk menutup lubang yang menyebabkan Hydrocele secara alami. Harus dioperasi karena berpotensi membesar dan menyebabkan hernia!</p>
<p>Hua.. saya langsung sedih.. tapi yang buat saya bingung, dokter ini menjelaskan mengenai operasinya seolah-olah operasi ini sangat mudah dan cepat. Dr Sim menjelaskan kalau operasinya termasuk day surgery, jadi Fabian diminta datang pagi hari, lalu langsung operasi (sekitar setengah jam) lalu istirahat sebentar, makan siang sudah bisa berjalan dan boleh pulang. </p>
<p>Saya menanyakan apakah yang dimaksud dengan operasi disini adalah operasi yang memotong kulit atau dengan laser atau apa? ternyata memang memotong kulit, tapi tidak memotong otot, sehingga tidak perlu proses recovery yang lama. Dia sudah melakukan operasi ini ribuan kali, dan operasi ini adalah operasi kecil. Setelah operasi, anak akan bisa berjalan, berlari dan melakukan aktifitas seperti biasa, bahkan tidak perlu istirahat/bed rest dan luka kulitnya akan tertutup dengan sendiri dan tidak perlu cabut jahitan.</p>
<p>Sepertinya agak too good too be true isn&#8217;t it?</p>
<p>Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan operasi tersebut. Berhubung Mount Elisabeth surgery room penuh, kami diberi alternatif untuk melakukan operasi di Mt Alvernia Medical Center, yang terletak di 820 Thompson Road. Rumah sakit ini adalah rumah sakit katolik, sehingga ratenya lebih rendah dibanding Mt Elisabeth.</p>
<p>Yang ajaibnya, hanya 1 persyaratan yang diminta, Fabian tidak boleh makan dan minum dari jam 3 pagi. Tidak ada periksa darah, dan bahkan golongan darah pun tidak ditanyakan.&nbsp; </p>
<p>Keesokkan harinya, kami datang jam 7.15 di MT Alvernia, sesuai permintaan untuk datang 2 jam sebelum operasi (9.15). Kami langsung melakukan pendaftaran Day surgery di lantai 4. Fabian rupanya sudah punya firasat, dia sangat tidak suka di ruangan itu, dia minta keluar. Setelah selesai dengan pendaftaran, kami diminta masuk ke ruangan yang berisi beberapa ranjang yang disekat dengan kain. Ada sekitar 15 ranjang disana.</p>
<p>Disebelah ranjang kami, ada seorang anak laki-laki sekitar 1 tahun lebih besar dari Fab. yang ternyata, adalah pasien dr Sim dan melakukan operasi yang sama dengan Fab.&nbsp; </p>
<p>Setelah bermain diranjang (saya membawa beberapa mainan Fab), sekitar jam 9 kami diminta masuk ke ruang operasi. Saya boleh mengantar dia sampai ke dalam. Sebelumnya saya diminta mengganti pakaian dengan pakaian steril yang tersedia, termasuk alas kakinya.&nbsp; Lalu pada saat menunggu di depan ruang operasi, Fabian ternyata tertidur di gendongan saya. Setelah anak laki-laki di ranjang sebelah keluar dari ruang operasi, orang tuanya diberi penjelasan bahwa operasinya berjalan lancar dan tidak ada masalah. Lalu saya dipersilahkan masuk. </p>
<p>Karena Fabian sedang tertidur lelap, dokter anastesi meminta saya untuk tidak membangunkannya. Fabian langsung diberi gas bius beberapa menit, sampai saya diminta untuk menaruh Fabian diranjang operasi. Saya sempat ragu, apakah dia benar2 sudah terbius, atau hanya tidur nyenyak. Tapi ternyata obat biusnya memang bekerja. Saya langsung diminta keluar dan menunggu didepan.</p>
<p>Saya lalu mencari tempat duduk yang nyaman, dan suami mencari makan di cafe di lantai bawah. Saya berusaha untuk tidur, karena semalam baru tidur jam 2 pagi, tapi ternyata sulit sekali. Rasa khawatir dan cemas meliputi saya. Setelah berdoa, minta perlindungan Tuhan, saya membuka buku 5Mind of the Future karya Gardner yang baru saya beli 2 hari lalu. Baru beberapa lembar dilewati, saya dipanggil untuk masuk ke ruang operasi. Suami saya belum kembali dari cafe, saya agak kaget, takut kalau ada apa2. </p>
<p>Tapi ternyata operasinya sudah berakhir. Berdasarkan informasi dari dr Sim, tidak ada kendala dan berjalan dengan baik. Dokter meminta Fab dibiarkan tertidur sampai beberapa saat, lalu makan yang ringan setelah 1 atau 2 jam.</p>
<p>Kami kembali ke ruangan sebelumnya. Fabian masih tertidur dengan nyenyak. Luka sayatannya ditutupi rapat-rapat dengan plester anti air.&nbsp; Setelah kurang lebih jam 11 Fabian terbangun. Dia meminta untuk nenen.. Saya memberinya air putih terlebih dahulu, baru kemudian memberinya asi.</p>
<p>Setengah jam kemudian, dia meminta makan. Akhirnya dia makan bubur ikan yang disediakan oleh rumah sakit. Untung Fab mau makan.. rasanya lega sekali, karena setelah itu, benar kata dokter&#8230; dia bisa berdiri, berjalan, bahkan berlari..</p>
<p>Sungguh luar biasa.. operasi ini tidak diawali dengan tes darah atau tes lainnya, berlangsung dalam waktu 15 menit. Lalu tidak perlu menunggu kentut untuk bisa makan. Dan yang lebih menakjubkan adalah, Fabian bisa berjalan, berlari, loncat dan beraktifitas seperti biasa. Kami bahkan sempat berjalan-jalan ke orchard road sore harinya.</p>
<p>I really recommend this doctor&nbsp; C.K.Sim for Hydrocele.&nbsp; Thank you dr Sim..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=218&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/09/28/akhir-dari-hydrocele-fabian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Fabian pertama dirawat di rumah sakit &#8211; prehospital.</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/17/cerita-fabian-pertama-dirawat-di-rumah-sakit-prehospital/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/17/cerita-fabian-pertama-dirawat-di-rumah-sakit-prehospital/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 04:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[diare]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/17/cerita-fabian-pertama-dirawat-di-rumah-sakit-prehospital/</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari hari kamis 6 Agustus, pagi hari, saya bangun dan menemukan Fabian berbadan panas.. &#8220;Oh tidak&#8221; dalam hatiku.. saya langsung memanggil suamiku dan menanyakan apakah dia merasakan panas di badan fab, tapi dia mengatakan, tidak.
Tapi ternyata, termometer menunjukan skala 39 derajat celcius. Hua.. panas!! Profen adalah yang pertama terlintas dikepala, obat panas andalan saya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=215&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berawal dari hari kamis 6 Agustus, pagi hari, saya bangun dan menemukan Fabian berbadan panas.. &#8220;Oh tidak&#8221; dalam hatiku.. saya langsung memanggil suamiku dan menanyakan apakah dia merasakan panas di badan fab, tapi dia mengatakan, tidak.</p>
<p>Tapi ternyata, termometer menunjukan skala 39 derajat celcius. Hua.. panas!! Profen adalah yang pertama terlintas dikepala, obat panas andalan saya, langsung dikonsumsi oleh Fab. Saya tidak dapat menemukan gejala penyakit lain, sambil berkata kepada suster untuk terus memperhatikan tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh fab, saya berangkat kerja.</p>
<p>Jam 10 saya menelpon utk menanyakan, apakah ada tanda dimana letak penyebab panasnya? ternyata belum ada.. Kira-kira jam 11, suster saya mengirim sms.. &#8220;tolong pulang, fab panas 40 derajat&#8221;. Ternyata senjata andalan saya profen, tidak berhasil! Tanpa pikir panjang, saya minta ijin dan langsung pulang dengan berbekal informasi jadwal praktik dokter anak.</p>
<p><span id="more-215"></span>
</p>
<p>Jam 2 saya berangkat ke jalan sekolah duta V no 64, tempat dr Sander praktik, dengan memberikan proris sebelumnya. Tapi membutuhkan waktu 1.5 jam untuk mengikuti arus lalulintas Jakarta yang super macet dan padat. Perjalanan juga diwarnai dengan beberapa kali salah jalan, melawan jalan 1 arah dan nyasar, entah karena saya lupa, atau otak saya sudah dipenuhi kekhawatiran dengan demam Fab.</p>
<p>Analisa dokter saat itu adalah terkena virus.. tapi blm ada tanda dibagian mana virus menyerang. jadi dia memberikan obat antivirus isopromine, selain itu tempra forte (karena menurut dia tempra tidak menyebabkan iritasi lambung, shg bisa dimakan kapanpun, tapi profen harus sesudah makan) dengan dosis 4 ml per 6 jam (saat itu berat fab 13.4kg). Ditambah pula dengan proris (lewat anus) yang diberikan bila panas diantara waktu pemberian tempra dan L-Bio &#8211; probiotik yang biasa diberikan utk membantu pencernaan.</p>
<p>Pulang ke rumah, sebelumnya mampir melihat air mancur di HI (sesuai janji dgn Fab), saya menabrak mobil orang.. untung tidak parah, orangnya tidak menuntut apapun. Sampai dirumah, jam sudah menujukan jam 7 malam. Kami langsung beraksi memberi makan fab dan obat tentunya. </p>
<p>Malam hari, suhu tubuh Fab masih belum turun. Bila dia minum obat, paling baik hanya mencapai 38, kemudian naik lagi ke hampir 40. Mulai jam 8-an, Fabian mulai diare. Dia mengatakan bahwa perutnya sakit, sambil menangis dan berteriak. Aksi buang air ini berlanjut terus menerus sepanjang malam. Kadang hanya air berwarna kuning. Saya nyaris tidak tidur malam itu.</p>
<p>Pagi harinya, fab masih demam. Saya akhirnya memutuskan untuk membawanya kembali ke dokter. Kali ini, suami saya ikut mengantar (mungkin khawatir, saya menabrak orang lagi) dan kami mengambil jalur melalui tol, sehingga dalam waktu 40 menit, kita sudah sampai (I wish I did it yesterday..)</p>
<p>Kami sampai kurang lebih jam 10, setelah menunggu giliran, jam 11-an baru bertemu dengan dr Sander. Kali ini, analisanya adalah Rotavirus. Menurut dokter, penyakit ini membutuhkan kurang lebih 5 hari masa demam dan diare. Kalau dari virusnya sendiri, sebenernya bisa diobati, tapi masalah yang lebih mengawatirkan adalah dehidrasi.</p>
<p>Rule of thumbnya, bila asupan minum lebih banyak atau setidaknya sama dengan yang dikeluarkan lewat diare, maka tidak ada masalah. Tapi sepertinya arus keluar air lebih banyak dari arus masuk. Agak sulit yah meminta anak berumur 2 tahun utk minum air bila dia sedang demam. </p>
<p>Menurut dr Sanders, dehidrasi adalah masalah utama pada diare anak, kadang gejalanya tidak terlihat dan resikonya sangat besar. Untungnya, Fabian tergolong anak kurus, sehingga gejala dehidrasi terlihat lebih jelas. Tapi masalahnya, bila menunggu sampai dehidrasi terjadi, pembuluh darah akan menyempit, sehingga akan semakin sulit untuk memasang infus. hua.. saya ingat dengan pengalaman teman saya, yang anaknya harus di bedah, karena pada saat terkena KTM, para suster tidak dapat memasang infus baik di tangan atau dikakinya.</p>
<p>Jadi alternatifnya adalah membawa Fabian pulang ke rumah, dan memastikan asupan cairan yang cukup atau memasukan ke rumah sakit untuk diberikan infus agar tidak sampai terjadi dehidrasi. dokter sendiri, memberikan keleluasaan kepada kami untuk memutuskan.</p>
<p>Sungguh keputusan yang sulit. bila saya membawa pulang (yang mungkin membutuhkan waktu 1 jam) lalu takutnya hanya bertahan sampai malam, dan bila ternyata terkena gejala dehidrasi, dan akhirnya harus masuk lewat UGD, plus harus bulak-balik RS utk cek feses lagi. Belum lagi besok Sabtu, jadi dokterpun akan ramai sekali dihari sabtu.&nbsp; Kalau langsung masuk RS, berarti Fab akan di infus, hua&#8230; ga kebayang bagaimana melihat jarum infus menusuk kulit Fab dan belum lagi menjaga tangannya agar infus tersebut tidak dicabut. Satu lagi, di rumah sakit adalah gudangnya kuman. Khawatir, bila disana, malah terpapar dengan kuman penyakit lainnya.. </p>
<p> Saya dan suami berpikir cukup lama.. menimbang2 resiko dari kedua alternatif tersebut. berhubung tidak ada pilihan yang cukup mengenakkan..</p>
<p>AKHIRNYA, kami memutuskan untuk&nbsp; masukkan Fab ke RS Brawijaya. (What a hard decision!!)&nbsp; Alasan pertama, karena dr Sanders, hanya ada di RSPI dan RS Brawijaya. Kedua RS ini khusus ibu dan anak,&nbsp; at least, penyakitnya lebih terbatas..</p>
<p>The story continue&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=215&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/17/cerita-fabian-pertama-dirawat-di-rumah-sakit-prehospital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fabian sakit!!</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/02/02/fabian-sakit/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/02/02/fabian-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 03:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/02/02/fabian-sakit/</guid>
		<description><![CDATA[hua!!!
Setelah beberapa lama menikmati indahnya dunia sehat, dini hari tadi, Fabian terbangun sekitar jam setengah 3 pagi. Dengan mata masih tertutup, dia bilang &#8220;ma, tit&#8221; artinya ma sakit. Saya tanya apa yang sakit, dia menjawab &#8220;Peyut, bat&#8221; artinya perutnya, minta dikasih obat (minyak telon &#8212; ini nama yang diberikan oleh susterku bila fabian minta diusapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=184&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>hua!!!<br />
Setelah beberapa lama menikmati indahnya dunia sehat, dini hari tadi, Fabian terbangun sekitar jam setengah 3 pagi. Dengan mata masih tertutup, dia bilang &#8220;ma, tit&#8221; artinya ma sakit. Saya tanya apa yang sakit, dia menjawab &#8220;Peyut, bat&#8221; artinya perutnya, minta dikasih obat (minyak telon &#8212; ini nama yang diberikan oleh susterku bila fabian minta diusapkan minyak telon)<span id="more-184"></span></p>
<p>Saya mencoba mengecek perutnya, ternyata terdengar seperti sedang kembung. Mungkin dia masuk angin! kata susterku. Akhirnya saya mengoleskan bawang merah yang ditumbuk ke perutnya (resep dari orang tua).</p>
<p>Setelah beberapa kali menyusu, lalu mencoba tidur, tapi kemudian bangun kembali sambil mengatakan &#8220;tit peyut&#8221;, menangis sekerasnya, akhirnya dia dapat melepaskan kotoran dari perutnya. Sekitar jam setengah 5, fabian buang air besar. Anehnya kotorannya normal, tidak seperti yang sedang diare.</p>
<p>Setelah dibersihkan, dia baru dapat tertidur. Sekitar jam 6 dia terbangun lagi. anehnya tanpa menangis dan merengek, dia langsung buang air besar.</p>
<p>Sekarang dia sudah beres makan dan sedang berlari2 seperti biasanya.. Ampun.. kadang saya bingung, sebenarnya dia punya energi dari mana..</p>
<p>nanti sore, kita akan bawa dia ke dokter, sekalian cek pileknya yang sudah seminggu on dan off.</p>
<p>Semoga Fab sehat kembali yah..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=184&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/02/02/fabian-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita demam kedua Fabian</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/12/19/cerita-demam-kedua-fabian/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/12/19/cerita-demam-kedua-fabian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 01:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[pilek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/01/08/cerita-demam-kedua-fabian/</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini Fabian demam dimulai sekitar jam 7 malam dengan suhu 37.5. saya pikir ini hanya angat sebentar, tapi ternyata jam 1 pagi saya cek, sudah mencapai 39 derajat&#8230; Hua.. lagi-lagi panas tinggi!! 
Karena sudah pernah mengalami hal serupa, saya tahu apa yang harus dilakukan.. pada saat itu juga saya memberinya tempra 1,2ml. Sama seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=162&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kali ini Fabian demam dimulai sekitar jam 7 malam dengan suhu 37.5. saya pikir ini hanya angat sebentar, tapi ternyata jam 1 pagi saya cek, sudah mencapai 39 derajat&#8230; Hua.. lagi-lagi panas tinggi!! </p>
<p>Karena sudah pernah mengalami hal serupa, saya tahu apa yang harus dilakukan.. pada saat itu juga saya memberinya tempra 1,2ml. Sama seperti sebelumnya, hanya turun sampai 38 dan kemudian naik kembali. Berpikir kalau Tempra tidak cocok dan jangan sampai kena antibiotik lagi, saya langsung membawa ke dokter Sanders keesokkan harinya. </p>
<p> <span id="more-162"></span>
</p>
<p>Kebetulan suami saya bisa mengantar, jadi saya tidak perlu cuti. Berdasarkan informasi dari suami saya, dokter Sanders mengatakan bahwa Fabian &#8216;masuk angin&#8217;. Saya sedikit terkejut, istilah ini datang dari seorang dokter yang biasanya hanya mengenal istilah ilmiah. Tapi memang dokter Sanders adalah dokter yang juga mengenal istilah2 orang awam. Saya jadi ingat sewaktu fabian diare, sesaat sebelum dia bisa berjalan, dr Sanders juga mengatakan bahwa Fabian sedang &#8216;indah atau meringankan tubuh&#8217; sepertinya setelah diare, dia akan ada kemampuan baru. </p>
<p>Analisa tersebut juga disertai analisa yang lengkap. Suami saya bercerita bahwa dokter telah memeriksa semua bagian tubuh fabian, termasuk telinga, hidung, testis dan tenggorokannya (yang menjadi tersangka utama penyebab demamnya). Tapi tidak ditemukan hal yang aneh. Jadi dr Sanders hanya memberi vitamin penguat daya tahan tubuh dan antibiotik yang hanya diminum bila setelah 2 hari panasnya tidak turun juga.</p>
<p>Kalau diingat sehari sebelumnya fabian sempat &#8216;bergadang&#8217; dari jam 2 sampai jam 6 pagi. Entah kenapa bocah imut itu terbangun jam 2 pagi dan tidak bisa tidur kembali, mungkin karena aura yang terpancar dari saya (kebetulan pada saat itu ada masalah dikantor yang walau sudah saya coba untuk pisahkan dari kehidupan pribadi, tapi tetap membuat kepala saya pusing). Apa memang benar ya.. kalau anak itu sangat sensitif sehingga dapat merasakan apa yang dapat dirasakan oleh orang tuanya.. amazing..</p>
<p>Saya juga meminta suami saya untuk membeli ibuprofen, karena dari pengalaman sebelumnya demamnya tidak turun oleh tempra. dr Sanders memberikan ibuprofen yang harus dimasukkan dari dubur..sewaktu di dokter obat tersebut dapat masuk dengan sempurna, dan demamnya turun dalam waktu 15 menit. Lain halnya dirumah, obat tersebut sulit sekali utk dimasukkan. Dari cerita babysitter saya, mungkin hanya setengah yang berhasil masuk, sedang sisanya meleleh ditangan atau terjatuh. Alhasil demamnya hanya turun sedikit. </p>
<p>Untung saya juga membeli proris (ibuprofen syrup). Setelah obat dari dubur tidak&#160; berhasil dimasukkan, 4 jam kemudian, saya memberi proris. Demamnya pun segera turun. keesokannya harinya, fabian masih demam, tapi disore hari, demamnya mulai hilang. Saya langsung stop memberi proris, tapi hal ini mengakibatkan demamnya muncul dipagi harinya. Sepertinya pemberian obat demam, tidak boleh dihentikan begitu demamnya turun. Setelah demam turun, saya masih memberi 2 kali dosisnya.. baru demamnya hilang.</p>
<p>Di hari senin Fabian sudah normal kembali dan mengikuti trial di high scope.</p>
<p>Tapi ternyata beberapa hari kemudian, Fabian sudah terlihat seperti pilek dan suaranya agak sengau. Karena tidak begitu mengganggu, kami pikir pilek hanya karena kedinginan. Tapi setelah beberapa hari, masih ada terus&#8230; akhirnya kami memutuskan untuk dibawa ke dokter kembali.. kali ini, dokter Sanders cuti sampai 2 jan.. jadi kita membawanya ke dr Attila.</p>
<p>Dokter Attila mengatakan bahwa leher Fabian merah dan sudah mengena ke pita suara, sehingga suaranya seperti sengau. Jadi pita suaranya sudah bengkak, dan bila dibiarkan, maka suaranya akan menghilang dan berkembang ke batuk pilek..di istilah kedokteran, disebut Rhinofaringitis. </p>
<p>Berikut obat yang diberikan oleh dr Attila,</p>
<ol>
<li>Obat sirup Aerius Syruo Fls I &#8212; 1kali sehari dimalam hari (1/2 sendok obat) </li>
<li>Obat Puyer dengan campuran (Chlorphenon 0,5,      <br />Histrin ft 1/3 tb, ketricin 1,5, mucera 1/5tb)&#8211; 3 kali sehari </li>
<li>antibiotik Dexyclav syrup kering fls (3 kali sehari) &#8212; harus diberikan bila setelah 2 hari meminum obat diatas tapi tidak ada tanda kesembuhan. (semoga tidak sampai perlu diminum ya..) </li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=162&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/12/19/cerita-demam-kedua-fabian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antibiotik vs Demam</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/18/antibiotik-vs-demam/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/18/antibiotik-vs-demam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 01:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/18/antibiotik-vs-demam/</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat Fabian demam, berat rasanya untuk memberikan antibiotik kepadanya. Ini adalah pertama kalinya Fabian mengkonsumsi obat antibiotik. Beberapa hal yang membuat saya sangat anti dengan tipe obat ini, yaitu:

Tidak semua demam itu membutuhkan antibiotik. Namanya juga anti biotik, artinya hanya dapat mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Bila anak demam, ada kemungkinan hanya terinfeksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=124&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada saat Fabian demam, berat rasanya untuk memberikan antibiotik kepadanya. Ini adalah pertama kalinya Fabian mengkonsumsi obat antibiotik. Beberapa hal yang membuat saya sangat anti dengan tipe obat ini, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tidak semua demam itu membutuhkan antibiotik. Namanya juga anti biotik, artinya hanya dapat mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Bila anak demam, ada kemungkinan hanya terinfeksi oleh virus/selain bakteri lainnya. Jadi bila terlalu cepat memberikan antibiotik, tanpa analisa penyebab infeksinya, maka ada kemungkinan anak memakan obat yang sebenarnya tidak perlu.</li>
<li>Ketergantungan terhadap antibiotik: Bila anak sudah diberikan antibiotik, maka bila sakit kembali akan membutuhkan antibiotik utk sembuh</li>
<li>Antibiotik yang aman untuk anak (amoxilin) mengandung penisilin. Kebetulan mama saya alergi terhadap penisilin, jadi ada kemungkinan Fabian juga alergi.</li>
</ol>
<p>Berikut adalah kutipan dari salah satu blog dengan judul post &#8221; antibiotik dan demam&#8221;. Tapi berhubung linknya lupa dicopy, saya tidak bisa taruh deh (maaf ya..) Sumber artikelnya di website <a href="http://www.sehatgroup.web.id/">sehatgroup</a> tentang <a href="http://www.blogger.com/www.sehatgroup.web.id/pdf/ANTIBIOTIK_KEKEBALAN_TUBUH.pdf%20-">antibiotik</a> dan <a href="http://www.blogger.com/www.sehatgroup.web.id/pdf/Demam-mading.pdf">demam</a>.</p>
<blockquote><p>ANTIBIOTIKA<br />
<strong>Arti antibiotika</strong><br />
Antibiotika = anti + bios (hidup/kehidupan)<br />
Antibiotika adalah substansi atau zat yang bisamembunuh/melemahkan mikroorganisme/jasad renik (bakteria, parasit)</p></blockquote>
<p><span id="more-124"></span></p>
<blockquote><p><strong>Efek pemakaian antibiotika</strong><br />
Tubuh kita penuh dengan kuman baik yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kita.<br />
Pemakaian antibiotika yang membabi buta akan membunuh kuman baik di tubuh kita.<br />
Sebagian besar penyakit infeksi pada anak-anak disebabkan oleh virus.<br />
Antibiotika tidak dapat membunuh virus dan tidak mempercepat penyembuhan infeksi virus.</p>
<p><strong>Virus ato bakteri?</strong><br />
Selesma dan flu disebabkan oleh virus dan bisa menyebabkan penumpukan cairan di rongga telinga tengah.<br />
Sebagian besar batuk dan radang tenggorokan juga disebabkan oleh virus.<br />
Bronkitis akut juga disebabkan oleh virus.<br />
Pada keadaan-keadaan di atas, termasuk juga pada sebagian besar sinusitis, antibiotika TIDAK diperlukan.</p>
<p><strong>Kapan antibiotika diperlukan?</strong><br />
Infeksi telinga yang tidak terkait flu/selesma<br />
Infeksi sinus yang berat (&gt;2 minggu sakit kepala hebat, wajah bengkak)<br />
Radang tenggorokan akibat kuman streptokokus<br />
Infeksi saluran kemih</p>
<p>Tifus<br />
Tuberkulosis<br />
Diare akibat amoeba</p>
<p><strong>Resistensi antibiotika</strong><br />
Konsumsi antibiotika secara tidak bijak akan memposisikan kita pada kondisi yang berbahaya yaitu meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotika di kemudian hari.<br />
Semakin sering mengkonsumsi antibiotika, semakin besar kemungkinan terinfeksi bakteri resisten antibiotika yang berarti semakin sering jatuh sakit.<br />
Infeksi bakteri resisten antibiotika menyebabkan penyakit lebih susah disembuhkan, sakit lebih lama, butuh antibiotika lebih kuat (lebih toksik), dan butuh biaya pengobatan lebih mahal.</p>
<p><strong>Bagaimana mencegah resistensi antibiotika?<br />
</strong>Dokter:<br />
- Cuci tangan setiap selesai memeriksa pasien.<br />
- Jangan mengabulkan permintaan pasien akan antibiotika untuk infeksi virus flu dan kondisi lain yang tidak membutuhkan antibiotika *lah kalo yang ngasih dokternya sendiri gimana dong?*<br />
- Resepkan antibiotika sesuai dengan kuman sasaran, jangan langsung meresepkan antibiotika dalam spektrum luas *naah&#8230; ini yang gak dijalankan semua dokter*<br />
- Isolasi pasien yang terinfeksi bakteri resistensi antibiotika.<br />
- Ketahui informasi terbaru tentang pola kuman dan kuman yang telah resistensi antibiotika.<br />
Pasien:<br />
- Jangan menuntut dokter meresepkan antibiotika. Antibiotika bukan obat dewa.<br />
- Antibiotika termahal dan terkuat bukan berarti yang terbagus.<br />
- Jika perlu antibiotika gunakan sesuai dosis yang dianjurkan dan jangan menyimpan antibiotika.<br />
- Cuci tangan untuk engurangi penularan<br />
- Cuci buah dan sayur, masak telur dan daging sampai matang.<br />
- Jangan menggunakan sabun, detergen, pembersih lantai, atau lotion yang menganduk antiseptik. Kuman di rumah adalah kuman baik , antiseptik bisa membuat kuman baik menjadi jahat.</p>
<p><strong>DEMAM</strong><br />
Fever is part of growing up.<br />
Deman bukanlah penyakit tapi merupakan alarm alami tubuh karena bertujuan memerangi infeksi.<br />
Penyebab utama demam pada anak dalah infeksi, terutama infeksi virus.<br />
Anak sering demam karena sangat rentan terhadap infeksi virus seperti flu, pilek, dan diare.<br />
Demam merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk menyingkirkan virus penyebab infeksi. Virus akan mati pada suhu tinggi dan tumbuh subur pada suhu rendah.<br />
Jangan mengandalkan perabaan untuk mengukur suhu tubuh karna tidak akurat. Pakailah termometer *secara anak2 udah tambah gede dan tambah susah di termo, Beli deh termo kuping</p>
<p><strong>Komplikasi demam</strong><br />
- Dehidrasi.<br />
- Kejang demam. 1 dari 30 anak deman mengalami kejang demam terutama pada usia 6 bulan &#8211; 5 tahun. Serangan terjadi dalam 24 jam pertama demam. Umumnya sebentar dan tidak berulang dan tidak membahayakan otak.<br />
<strong>What to do?</strong><br />
- Tidak panik<br />
- Amati perilaku anak. Apabila anak masih riang dan mau bermain, ortu tidak perlu cemas.<br />
- Cegah dehidrasi dengan minum, minum, dan minum. (air, air sup, jus buah segar yang dicampur air es, es batu, es krim, dll)<br />
- Bila sering muntah atau diare, beri minuman elektrolit seperti pedialyte dan oralit.<br />
- Jangan beri penurun panas bila demam tidak tinggi karna virus tumbuh subur di suhu rendah.<br />
- Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindari makanan berlemak yang sulit dicerna.<br />
- Tepid sponge (seka tubuh dengan air hangat)<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Kapan ke dokter?<br />
</strong>- Bila bayi berusia &lt;3 bulan  suhu tubuh&gt;38 derajat Celcius.<br />
- Bila bayi berusia 3-6 bulan suhu tubuh &gt;38.50 derajat Celcius.<br />
- Bila bayi berusia &gt;6 bulan suhu tubuh &gt;40 derajat Celcius.<br />
- Tidak mau minum atau sudah dehidrasi<br />
- Iritabel atau menangis terus menerus dan tidak bisa ditenangkan.<br />
- Tidur terus menerus dan tidak bisa dibangunkan.<br />
- Kejang<br />
- Kaku kuduk leher<br />
- Sesak napas<br />
- Gelisah<br />
- Muntah dan diare<br />
- Sakit kepala hebat</p>
<p><strong>Jenis obat penurun panas<br />
</strong>- Asetaminofen (parasetamol) paling aman dengan syarat dosisnya tidak berlebihan.<br />
- Ibuprofen dapat menyebabkan pendarahan lambung. Tidak boleh diberikan pada anak diare/muntah karena dapat merusak ginjal.<br />
- Asetosal/aspirin dapat menimbulkan pendarahan lambung dan sindroma Reye (tidak boleh diberikan untuk anak usia &lt;12 style=&#8221;font-style: italic;&#8221;&gt;Important</p>
<p><strong>Notes<br />
</strong>- Jangan berikan 2 macam obat penurun panas karna risiko efek samping meningkat.<br />
- Tujuan memberikan obat penurun panas bukan untuk menormalkan suhu tubuh melainkan untuk sedikit menurunkan suhu tubuh agar lebih nayman (pain killer).<br />
- Tingginya deman bukan berarti penyakitnya semakin parah.</p></blockquote>
<p>Semoga  berguna dan membuat kita menjadi lebih bijak dalam menghadapi demam dan antibiotik</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=124&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/18/antibiotik-vs-demam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita demam pertama Fabian (hari ketiga)</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/18/cerita-demam-pertama-fabian-hari-ketiga/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/18/cerita-demam-pertama-fabian-hari-ketiga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 01:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[panas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/18/cerita-demam-pertama-fabian-hari-ketiga/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah meminum antibiotik, demam Fabian tidak lagi muncul. Kali ini timbul gejala baru, yaitu keringat dingin. Seluruh tubuhnya terasa dingin. Dari pengamatan, dapat disimpulkan bahwa demam Fabian yang pertama ini disebabkan infeksi bakteri di dalam tenggorokannya. Terbukti dengan hilangnya demam, setelah 1hari diberikan antibiotik.
Rasanya sangat senang, dapat melihat Fabian kembali ceria dan berlari seperti biasanya..Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=123&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah meminum antibiotik, demam Fabian tidak lagi muncul. Kali ini timbul gejala baru, yaitu keringat dingin. Seluruh tubuhnya terasa dingin. Dari pengamatan, dapat disimpulkan bahwa demam Fabian yang pertama ini disebabkan infeksi bakteri di dalam tenggorokannya. Terbukti dengan hilangnya demam, setelah 1hari diberikan antibiotik.</p>
<p>Rasanya sangat senang, dapat melihat Fabian kembali ceria dan berlari seperti biasanya..Tidak ada yang dapat menggantikan kesehatan!</p>
<p><span id="more-123"></span>
<p>Walau sudah membaik, antibiotiknya tetap dihabiskan hingga hari jumat (total 12 kali minum @ 5ml). Entah kenapa setiap kali berhubungan dengan antibiotik, Fabian selalu mengantuk. Sekitar 3 jam dari waktu minum anti biotik, dia akan tertidur selama beberapa jam(2-3jam). Padahal dalam keadaan normal, dia hanya tertidur sekitar 0.5 sampai 1.5 jam saja. Hal ini juga terjadi ketika saya terkena bisul dan infeksi saluran kencing yang parah, sehingga harus meminum antibiotik (amoxilin). Pada saat itu, setiap kali dia meminum ASI saya, sesi tidur siangnya memanjang hingga beberapa jam. Beberapa dokter yang saya tanyakan, membantah bahwa antibiotik dapat menyebabkan kantuk. Tapi itulah yang terjadi pada Fabian..</p>
<p>Sudah 2 hari terakhir ini (kamis dan jumat), Fabian seperti diare. Tapi kalau menurut mama dan babysitter saya, itu biasanya menandakan bahwa demamnya sudah berakhir. Diare ini akan berhenti dengan sendirinya. Mereka juga percaya bahwa diare tersebut seperti membersihkan tubuh dari bibit penyakit yagn menyebabkan panas/demam. Entahlah.. tapi mungkin itu benar..</p>
<p>Di hari kamis, selain diare, Fabian juga menunjukkan gejala batuk. Suaranya terdengar serak dan beberapa kali dia terbatuk seperti ada lendir di lehernya. Mungkin ini adalah tanda bahwa infeksinya sudah berakhir. Semoga tanpa obat batukpun, serak dan batuknya dapat hilang dengan sendirinya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=123&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/18/cerita-demam-pertama-fabian-hari-ketiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita demam pertama Fabian (hari kedua)</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/14/cerita-demam-pertama-fabian-hari-kedua/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/14/cerita-demam-pertama-fabian-hari-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 16:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/14/cerita-demam-pertama-fabian-hari-kedua/</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat saya mulai berpikir bahwa demamnya sudah sembuh, secara mendadak sekitar jam 20:00, demamnya kembali lagi sampai 39 derajat. Dari pagi sampai sorenya, demamnya berkisar di 38 dan 37. Tapi ternyata bila obat pereda demamnya tidak diberikan, panasnya kembali naik. Betapa kecewanya saya. Ini berarti harus masuk ke obat antibiotik. Saya tadinya ingin memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=122&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada saat saya mulai berpikir bahwa demamnya sudah sembuh, secara mendadak sekitar jam 20:00, demamnya kembali lagi sampai 39 derajat. Dari pagi sampai sorenya, demamnya berkisar di 38 dan 37. Tapi ternyata bila obat pereda demamnya tidak diberikan, panasnya kembali naik. Betapa kecewanya saya. Ini berarti harus masuk ke obat antibiotik. Saya tadinya ingin memberikan antibiotik di tengah malam, tapi suami saya berpendapat bahwa sekarang adalah waktunya utk memberi antibiotik. Setelah berkonsultasi dgn dokter attila lewat SMS, akhirnya Fabian meminum antibiotiknya (dexyclav yang mengandung amoxilin &#8212; bentuknya syrup kering dan bila sudah di campur dengan air harus disimpan dilemari es, hanya bertahan selama 7 hari)</p>
<p><span id="more-122"></span>
<p><strong>Tindakan: jam 21:00 minum profen 5ml dan antibiotik dexyclav 5ml.</strong></p>
<p>Seperti&nbsp; biasanya, setelah minum profen, panasnya beranjak turun sampai mencapai 37 dan stabil di 36.8. Sejalan dengan turunnya panas tubuhnya, Fabian sudah mulai kembali dapat beraktifitas seperti bermain bola dan lainnya, walau belum terlalu lincah. Dia baru mau tidur sekitar jam 11 malam. </p>
<p>Selama tidur saya memantau suhu tubuhnya. jam 12 malam, suhunya tetap 36.5. Sehingga saya menunda pemberian tempranya. Jam 3 pagi suhu tubuhnya masih 36.5. Tapi betapa kagetnya saya ketika jam setengah lima, suhu tubuhnya naik kembali ke 39.5. hua.. saya mulai panik! Saya mulai berpikir, wah apakah campak, demam berdarah? </p>
<p><strong>Tindakan: jam 05:30 minum profen 5ml</strong></p>
<p>Karena setiap kali minum obat, Fabian meronta2, akibatnya dia tidak dapat tidur kembali. Lucunya kalau orang bilang obat penurun panas seharusnya membuat ngantuk, tapi berbeda dengan fabian. Setiap kali diberi obat penurun demam, dia malah segar dan tidak mau tidur. Sekitar jam 7.30 baru dia tertidur kembali.</p>
<p>Hebatnya dia tertidur sampai jam 11.15. Akibatnya makan pagi terlewatkan dan jadwal minum antibiotik pun terlewatkan. Suhu tubuhnya stabil di 37. Lalu dia mulai makan dan kembali minum obatnya.</p>
<p><strong>Tindakan: jam 11.30 minum tempra drop 1.6ml, jam 12:00 antibiotik dexyclav 5ml dan jam 12:30 colergis 5ml.</strong></p>
<p>Setelah itu suhu tubuhnya stabil di 36.5 dan di siang hari, dia mulai banyak berkeringat dan sepertinya keringat dingin. Sekitar jam stg 2, Fabian kembali diberikan makan, dan berakhir dengan tidur siang dari jam 14:00 sampai jam 17:00. Wah tidurnya lama.. beberapa kali terbangun tapi masih belum mau membuka matanya, setelah meminum asi , dia kembali tertidur.</p>
<p>Jam 17:30 Fabian di lap (belum berani di mandikan) dan jam 18:00 makan malam sampai jam 19:00.</p>
<p><strong>Tindakan: jam 19:30 minum antibiotik dexyclav 5 ml dan jam 21:00 minum colergis 5ml</strong></p>
<p>Suhu tubuh Fabian masih stabil di 36.8 dan dia sudah terlihat lebih ceria. Dengan lincahnya berlari dan bermain. Tapi keceriaanya hanya bertahan sampai jam 22:30. Mulai jam 21:00 suhunya mulai naik ke 37 dan stabil di 37. Hal ini berarti sudah lebih dari 10 jam tidak minum penurun panas. Semoga antibiotik adalah jawabannya..Doakan ya..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=122&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/14/cerita-demam-pertama-fabian-hari-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita demam pertama Fabian</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/13/cerita-demam-pertama-fabian/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/13/cerita-demam-pertama-fabian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 11:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[anak demam]]></category>
		<category><![CDATA[anak panas]]></category>
		<category><![CDATA[profen]]></category>
		<category><![CDATA[tempra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/13/cerita-demam-pertama-fabian/</guid>
		<description><![CDATA[Tepat pada jam 7 pagi di hari minggu yang cerah (12oct), fabian terbangun dan meminta asi seperti biasanya. Tapi, saya dikejutkan dengan adanya panas yang tinggi yang bersumber dari tubuh Fabian. Rasanya sangat hangat, sampai2 mulutnya yang sedang menyusu pun terasa hangat di payudara saya. Napasnya pun menjadi relatif lebih pendek, sehingga pada saat menyusu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=118&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tepat pada jam 7 pagi di hari minggu yang cerah (12oct), fabian terbangun dan meminta asi seperti biasanya. Tapi, saya dikejutkan dengan adanya panas yang tinggi yang bersumber dari tubuh Fabian. Rasanya sangat hangat, sampai2 mulutnya yang sedang menyusu pun terasa hangat di payudara saya. Napasnya pun menjadi relatif lebih pendek, sehingga pada saat menyusu pun terasa seperti olah raga yang melelahkan baginya. Tidak yakin kalau Fabian yang demam, saya menanyakan kepada suami yang baru saja terbangun, dan menurutnya Fabian tidak panas.</p>
<p>Berikut detail perkembangan demam Fabian dan obat demam/obat penurun panas yang saya berikan:</p>
<p><span id="more-118"></span></p>
<p>Tidak yakin dengan jawaban suami, saya menanyakan ke babysitter,dan menurutnya Fabian sangat panas. tanpa mengambil resiko, kita berkesimpulan utk memberi obat penurun panas persediaan (tempra drop)</p>
<p><strong>Tindakan pertama: jam 7.15 saya memberikan tempra drop sebanyak 1ml </strong>(berdasarkan aturan pakai untuk anak umur 12-24 bulan 1.2ml, sedang fabian baru 18 bulan). Karena panas, saya memutuskan utk tidak memandikan Fabian dan langsung ke aktifitas makan pagi. Dia melahap makanannya seperti biasa (sambil bermain). Fabian beraktifitas seperti biasanya. Hanya dia sedikit tidak bergairah seperti biasanya. Dia berlari, bermain bola dsb.</p>
<p>Sekitar jam 8 kami membalurnya dengan minyak telon dan bawang yang ditumbuk. Baunya.. tapi semoga dengan ramuan ini Fabian menjadi sembuh. Dan sekitar jam 9 kami mencoba utk mengukur suhu tubuhnya dengan termometer digital di ketiaknya. Betapa kesalnya Fabian dengan benda asing yang dimasukkan ke sela-sela ketiaknya.. dia menjerit dan menangis.</p>
<p>Ternyata  suhu tubuhnya 39.2 derajat celcius. Hua! betapa kagetnya saya. Ini adalah pertama kalinya fabian demam sehingga saya tidak tahu kalau ternyata suhunya sudah sangat tinggi. Yang saya tahu bila sudah 40 harus hati2 dengan stip/kejang. Apalagi tadi sudah diberi obat penurun panas, kok tidak pengaruh ya?</p>
<p><strong>Tindakan kedua: jam 11.15 minum tempra drop 1ml</strong>. Dia sepertinya agak sedikit malas utk makan siang. porsinya pun tidak habis, sepertinya dia mulai melemah. saya terus menyusuinya dan akhirnya dia tertidur.</p>
<p>Karena khawatir, saya mencoba menghubungi dokter anak yang biasa Fabian kunjungi, dr Sanders, melalui sms. Setelah memberitahukan apa yg terjadi, dokter Sanders mengatakan utk terus memberinya tempra drop sebanyak 1.6ml dan bisa diulang setiap 6 jam. Menurutnya bila tdk ada keluhan lain, baru demam 1 hari tidak perlu ke dokter. Setelah tenang dengan balasan tersebut, saya hanya menunggu obat tempra beraksi.</p>
<p><strong>Tindakan ketiga: jam 14.30 dibawa ke RS Hermina Bogor.</strong> Fabian hanya berhasil menemui dokter jaga di UGD.Suhu tubuhnya masih 39,5 derajat. Menurut dokter tersebut, saya dapat meneruskan tempra-nya dan bila mau, mereka dapat memberikan obat penurun panas dari dubur (tapi saya menolaknya dgn pikiran panasnya tidak terlalu parah). dokter memberi resep antibiotik karena melihat kerongkongan fabian yang agak memerah(saya tidak membeli obatnya). Lalu memberikan surat pengantar utk periksa darah bila panasnya berlanjut sampai tiga hari.</p>
<p><strong>Tindakan keempat: jam 15.15 minum tempra drop 1.6ml. </strong>Lalu Fabian diboyong ke jakarta, sambil tidur disepanjang jalan, akhirnya jam stg lima sampai. Fabian dilap, karena badannya sudah sangat lengket dan tidak nyaman. Pada jam 5 an dia sudah mulai loyo dan tidak mau berjalan, hanya digendong saja. Sewaktu makan dia menolak dan memilih utk berbaring saja. Saya menggunakan termometer digital dari telinga, betapa kagetnya saya ketika tahu suhu tubuh Fabian adalah 40.1 derajat! Panik! Badannya sudah lemas, demamnya tinggi, tempra tidak menurunkan panasnya. Lalu saya berusaha menelepon dr Sanders, tapi sayang tidak dapat dihubungi. Lalu saya melihat buku RSPI Fabian, disana terdapat kartu nama dr Attila. Saya mencoba utk menelepon HPnya dan ternyata di angkat.</p>
<p>Puji Tuhan, dokternya bersedia utk ditemui di rumahnya. Dia berpesan utk diberikan tempra sebelum berangkat dan langsung dibawa ke rumahnya di Tulodong bawah IV lama no 25. <strong>tindakan kelima: Jam 19:00 minum tempra drop 1ml</strong></p>
<p>Selang setengah jam, saya sudah sampai disana. Setelah diperiksa oleh dr Attila, ternyata benar ada radang di leher Fabian. suhu tubuhnya menurut termometer disana 39.9 derajat. Dokter memberikan obat panas Profen (5ml &#8211; 3kali sehari), obat antibiotik, obat penurun panas lewat dubur dan obat utk radang leher.Begini instruksinya:</p>
<ol>
<li>berikan obat panasnya, bila ternyata dalam waktu 1 jam belum turun (37), dan malah tetap 40 derajat, maka harus diberikan obat penurun panas lewat dubur.</li>
<li>Obat panasnya diberikan selang 3 jam dan bergantian dengan tempra (1.6ml) jadi setelah minum profen, 3 jam kemudian minum tempra dan seterusnya.</li>
<li>Bila sore besok masih panas, berarti bakteri yang menyerang, dan harus mulai diberikan obat anti biotik. (obat kering dan dijual bersama larutannya, bila sudah dicampur hanya tahan 7 hari)</li>
<li>Bila 3 hari masih panas, berarti harus periksa darah</li>
</ol>
<p><strong>Tindakan keenam: jam 23.00 minum profen (5ml) dan obat radang leher (2.5ml).</strong> Demamnya langsung menurun. Sekitar jam 12, suhunya sudah 37.5.</p>
<p><strong>Tindakan ketujuh: jam 01:00 minum tempra (1.6ml).</strong> Pada saat diberikan, suhunya sudah 37 derajat. Untungnya Fabian masih bisa tidur kembali. Ketika jam 05:00, suhunya kembali naik ke 38.8.</p>
<p><strong>Tindakan kedelapan: jam 05:00 minum profen (5ml).</strong> Fabian terbangun sampai jam 7 dan kemudian tidur kembali. Pada saat terbangun, suhunya mulai turun kembali ke 37.5.</p>
<p><strong>Tindakan kesembilan : jam 08:00 minum tempra (1.6ml) dan jam 09:00 minum obat radang leher (2.5ml).</strong> Fabian terlihat lebih ceria, dia bisa berjalan dan berlari, walau masih lemas. makan pagi pun di lahap habis. Kami berusaha agar dia mau minum terus. Suhunya mulai naik lagi ke 38.5.</p>
<p><strong>Tindakan kesepuluh: jam 11:00 minum profen (5ml).</strong> Suhu tubunya mulai turun ke 36.5. Kemajuan!! lalu setelah makan jam 12- selama stg jam, akhirnya Fabian bobo siang dari jam 13.00 sampai jam 15:45. Suhu tubuhnya 37. dan diapun mulai ceria, tapi manjanya minta ampun! hanya ingin digendong mamanya.</p>
<p><strong>Tindakan kesebelas: jam 16:00 minum tempra (5ml).</strong> Setelah bangun, dibujuk minum jeruk.. tapi susahnya minta ampun! suhu tubuhnya masih 37.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=118&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/13/cerita-demam-pertama-fabian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Pilek atau influenza sangat mengganggu!</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/10/penyakit-pilek-atau-influenza-sangat-mengganggu/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/10/penyakit-pilek-atau-influenza-sangat-mengganggu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 09:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[flu pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[influenza]]></category>
		<category><![CDATA[pilek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Adakah ibu diluar sana yang menyadari bahwa influensa bukanlah penyakit ringan untuk anak? memang bila dibanding penyakit IPD atau campak atau cacar, flu bisa dibilang tidak kritis. Tapi karena sifatnya yang hanya menggangu sedikit, kita malah jadi kurang waspada. Kalau dilihat lebih jauh, walau pilek penyakit ringan, tapi penyakit ini mudah menular dan menyerang bagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=116&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Adakah ibu diluar sana yang menyadari bahwa influensa bukanlah penyakit ringan untuk anak? memang bila dibanding penyakit IPD atau campak atau cacar, flu bisa dibilang tidak kritis. Tapi karena sifatnya yang hanya menggangu sedikit, kita malah jadi kurang waspada. Kalau dilihat lebih jauh, walau pilek penyakit ringan, tapi penyakit ini mudah menular dan menyerang bagian yang penting bagi tubuh (pernafasan).</p>
<p>Pertama yang paling membuat repot adalah kombinasi <strong>penyumbatan hidung pada anak dan ibu menyusui</strong>. Pada saat Fabian menyusu di malam hari, ketika akan tidur, sering kali Fabian malah mengigit, bukan menyedot, karena dia sering tersedak sewaktu asi masuk ke kerongkongannya.  hua&#8230; rasanya sakit sekali!!! karena gigi serinya sudah lengkap! plus 1 gigi taring di kiri bawah dan 1 gigi geraham.. Rasa sakitnya sampai membuat air mata saya tak terbendung lagi..</p>
<p>Yang kedua paling menyebalkan adalah <strong>kesulitan untuk mengeluarkan ingus</strong> dari hidung Fabian yang mungil itu. Terutama bila cairannya sudah mengental.. gemes sekali! seakan ingin mengajarkan cara mengeluarkannya, tapi tidak bisa. Akibatnya dia bernapas dengan lubang hidung yang tersumbat..kadang Fabian sampai harus bernapas lewat mulut..</p>
<p><span id="more-116"></span>Yang ketiga adalah <strong>sulitnya memberi makan</strong>. Mungkin karena sulit untuk bernapas, Fabian menjadi sangat sulit untuk menelan makanannya. Padahal pada saat sakit seperti ini, dia memerlukan gizi yang lebih.</p>
<p>Yang keempat, pada saat tertidur, dia <strong>seringkali terbangun</strong> karena perpindahan posisi tidurnya membuat hidungnya menjadi tersumbat. Biasanya akan diikuti dengan tangisan yang keras dan semakin banyaknya jumlah ingus yang menghambat hidungnya. Akibatnya seisi rumah akan terbangun dan berusaha untuk menenangkan dan menarik ingus Fabian.</p>
<p>Yang terakhir adalah<strong> anak menjadi lebih sensitif</strong>. Mungkin karena badannya terasa tidak enak , atau karena hidungnya yang memerah (terlalu sering di lap) atau karena tidak bebas beraktifitas (terganggu sesak napas).  Beberapa kali Fabian marah dan berteriak tanpa alasan yang jelas.. sampai2 semua orang bingung harus memberikan apa..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=116&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/10/10/penyakit-pilek-atau-influenza-sangat-mengganggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Kaki Tangan Mulut (KTM) atau HMFD</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/06/19/penyakit-kaki-tangan-mulut-ktm-atau-hmfd/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/06/19/penyakit-kaki-tangan-mulut-ktm-atau-hmfd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 05:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[H]]></category>
		<category><![CDATA[KTM]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[HMFD (hand mouth and foot disease) atau yang lebih dikenal dengan istilah KTM (kaki tangan mulut) adalah penyakit yang sangat rawan menyerang anak dibawah 10 tahun, terutama bayi atau batita seperti fabian.
Saya pertama mendengar penyakit ini dari teman saya yang kebetulan anaknya terkena KTM ketika dia berumur sekitar 11 bulan. Pada saat itu, anaknya menolak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=66&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>HMFD (hand mouth and foot disease) atau yang lebih dikenal dengan istilah KTM (kaki tangan mulut) adalah penyakit yang sangat rawan menyerang anak dibawah 10 tahun, terutama bayi atau batita seperti fabian.</p>
<p>Saya pertama mendengar penyakit ini dari teman saya yang kebetulan anaknya terkena KTM ketika dia berumur sekitar 11 bulan. Pada saat itu, anaknya menolak untuk makan dan minum, dan akhirnya dia harus diopname dan diinfus. Yang lebih parah lagi, karena pembuluh darah pada anaknya tidak dapat ditemukan dengan mudah, dokter sampai harus membedah tangan untuk memasukkan jarum infus. Alhasil setelah anaknya sembuh dari penyakit KTM beratnya turun drastis.<br />
<span id="more-66"></span><br />
Malam Kamis yang lalu, ketika saya menyusui Fabian dimalam hari, saya merasa badan Fabian agak hangat. Tapi setelah mencoba mengkonfirmasikan perasaan saya dengan suami dan suster, ternyata mereka tidak mendeteksi adanya kenaikan suhu. Tapi anehnya sekitar jam 2pagi, Fabian bangun dan menolak susu asi yang saya berikan. Dia merontak2 dan mulai menggigit puting bila ditawarkan untuk menyusu dan baru mau tidur kembali jam 4pagi.</p>
<p>Saya pikir keanehan ini karena hidungnya yang tersumbat karena pileknya. Tapi saya dikejutkan dengan telp dari suami saya yang mengatakan suster melihat adanya bintik-bintik merah ditelapak kaki Fabian dan tangan pada hari jumat siang. Saya mulai browsing dan mencari tau penyakit apa yang memiliki gejala seperti itu, sambil membuat janji dengan dokter Sanders. Kecurigaan pertama adalah campak jerman.. tapi bintik tersebut tidak diseluruh tubuh dan tidak ada di belakang kuping. Perawat yang ada dikantor mengatakan mungkin hanya gigitan serangga atau nyamuk.. </p>
<p>Khawatir adanya penyakit yang aneh, saya langsung membawa Fabian ke dokter sanders di RS Brawijaya malam harinya. dokter langsung melihat mulut Fabian.. dan ternyata, ada bintik2 merah juga di kerongkongan dan langit-langit mulut fabian.. Plus tidak adanya demam tinggi, menguatkan analisa bahwa Fabian terkena KTM.</p>
<p>KTM ini disebabkan oleh virus dan biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 5-7 hari. Ada beberapa tipe virus penyebab, tapi yang diidap Fabian tidak menimbulkan sakit lain, kecuali pada bagian mulut dan badan terasa tidak enak. Bintik2 merah tersebut mudah pecah bila berada di mulut, sehingga menimbulkan luka perih seperti sedang sariawan. Hal ini yang perlu diwaspadai, karena anak biasanya menjadi tidak mau makan dan minum. Bila dia sama sekali tidak dapat asupan energi, maka langkah yang harus diambil adalah infus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dokter menghimbau bahwa besok, bintik-bintiknya akan bertambah banyak dan kemungkinan Fabian akan susah makan dan berat badannya akan turun.. Yang penting adalah terus usahakan agar ada makanan yang masuk, bila tidak mau, susu harus bisa masuk(ada proteinnya). kalau terdesak, bisa berikan teh manis (sumber kalori). </p>
<p>Obat yang diberikan adalah antivirus (Isoprinosine 250mg/5ml syrup), obat utk sariawannya (candistin) dan racikan untuk pileknya. </p>
<p>Ternyata benar, hari sabtu Fabian sama sekali tidak mau menyusu langsung. Tapi puji Tuhan dia masih mau makan dan minum susu dari gelas. Akhirnya, saya harus memerah asi terus menerus, kerewelan Fabian karena tidak bisa tidur tanpa menyusu dan  ditambah perihnya luka di puting akibat gigitan Fabian menambah pening kepala. </p>
<p>Masalah hydrocele yang dialami Fabian belum juga berakhir, ditambah flu yang sudah seminggu tidak sembuh, lalu saya mendapat masalah baru.. It&#8217;s just like a &#8216;perfect storm&#8217;. I pray to God to give me great strength to go thru all of these&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fabianyafa.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fabianyafa.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=66&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2008/06/19/penyakit-kaki-tangan-mulut-ktm-atau-hmfd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>