August 17 2008 adalah hari kremasi omaku. Tak kuasa aku menahan tangis yang terus mengalir seperti rasa sakit di dalam hati yang tak terbendung. Tak terbayang rasanya bila aku menjadi opaku yang setiap hari menghabiskan waktu dengan oma atau menjadi mamaku yang kehilangan mamanya yang begitu perhatian kepadanya…
Sewaktu peti yang berisi jenasah omaku dimasukan kedalam oven di krematorium celincing, mamaku seketika melemas dan terus menerus kubisikan ditelinganya. “Ma, oma sudah bahagia sekarang, sudah ditidak merasa sakit karena kankernya.. kita bakar kanker jahat yang telah menyengsarakan oma. Oma sudah bisa berjalan kembali, oma sudah bisa masak lagi..”
Omaku telah pergi..Semoga Tuhan membimbingnya ke rumah Bapa yang kekal. I love you oma..
(more…)












