<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Mama Fabian</title>
	<atom:link href="http://fabianyafa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fabianyafa.wordpress.com</link>
	<description>It contains of the thought and the feeling of a mother who love her son and her job.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 06:52:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fabianyafa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/832ed6797859e7f74f120e119359d8c6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Mama Fabian</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Cerita perkembangan Fabian di umur 30 Bulan</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/11/16/cerita-perkembangan-fabian-di-umur-30-bulan/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/11/16/cerita-perkembangan-fabian-di-umur-30-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[milestone]]></category>
		<category><![CDATA[2.5 tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/11/16/cerita-perkembangan-fabian-di-umur-30-bulan/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama rasanya tidak update perkembangan Fabian.. beberapa bulan terakhir, fokus saya tertuju pada proyek implementasi Oracle E-Business Suite di kantor, dan masalah-masalah lainnya.. Alhasil blog pun terhenti untuk beberapa saat.. 
Perkembangan Fabian sangat pesat. Saya dan suami cukup kaget dengan keahlian-keahlian baru yang Fabian kuasai dalam waktu singkat ini. 
Pertama yang paling menakjubkan adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=222&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah lama rasanya tidak update perkembangan Fabian.. beberapa bulan terakhir, fokus saya tertuju pada proyek implementasi Oracle E-Business Suite di kantor, dan masalah-masalah lainnya.. Alhasil blog pun terhenti untuk beberapa saat.. </p>
<p>Perkembangan Fabian sangat pesat. Saya dan suami cukup kaget dengan keahlian-keahlian baru yang Fabian kuasai dalam waktu singkat ini. </p>
<p>Pertama yang paling menakjubkan adalah kemampuan berbicara Fabian. Dia sekarang sudah bisa berbicara dengan kalimat lengkap. Dia bisa meminta sesuatu, menjawab pertanyaan dengan baik sampai bernyanyi beberapa lagu lengkap dari awal hingga akhir. Lagu favoritnya adalah &#8220;Twinkle twinkle little star&#8221;, &#8220;I Love You&#8221;, &#8221; ABC&#8221;, &#8220;If you happy and you know it&#8221;, &#8220;The Wheel on the bus&#8221;, &#8220;Insy Winsy Spider&#8221;, &#8220;Naik Delman&#8221;. Terkadang dia kedapatan sedang bernyanyi sambil bermain di sekolahnya.&nbsp; Bahkan gurunya pun menilai bahwa Fabian sudah memiliki sense of self yang cukup baik. Artinya dia sudah bisa mengemukakan pendapat dan keinginannya melalui bahasa.</p>
<p>Selain itu kemampuan mengingat yang mengesankan. Dia mengingat bahwa kemarin, ada kejadian apa, lalu berusaha menceritakannya kepada orang lain dengan cukup jelas. </p>
<p><span id="more-222"></span>
</p>
<p>Diumurnya yang sudah 2.5 tahun, saya sudah mulai mengenalkan dengan VCD. Dimulai dengan VCD baby einstein (yang langsung ditinggal) lalu mulai ke Finley&nbsp; the fire engine (dimana dia hanya menyukai satu adegan yang berkisar 3 menit) dan beranjak ke the wheel on the bus (mulai menyukai satu episode yang berkisar 10 menit) dan rekor dipecahkan oleh Barney. Dia bisa stay sampai setengah jam melihat nyanyian dan tarian Barney, Baby bop, BJ dan kawan-kawan lainnya. Sering kali dia ikut bernyanyi, atau bergaya dengan gitar kecilnya atau sekedar memberi tahu ada gambar apa.</p>
<p>Saat ini, dia juga sudah mulai betah bermain untuk beberapa menit tanpa ditemani. Dia bisa melajukan mobil-mobilannya dan berpura-pura memarkirkannya atau turun dari ramp yang dia sebut &#8220;wouw&#8230;&#8221;.</p>
<p>Dia juga mulai menunjukkan ketertarikan secara konsisten terhadap air mancur dan air terjun. Mengitari bundaran HI hanya untuk melihat pancuran air nya sudah menjadi kegiatan mingguan. Belum lagi mengunjungi air mancur di apartement, sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Setiap melihat air mancur, dia terlihat begitu senang dan ingin memandangnya. Entah kenapa, tapi mungkin bila sudah besar nanti dia akan menjadi desainer air mancur &#8230; I never know.. at least saya sudah pesan, nanti Fab kalau sudah besar, buatin mama air mancur yah.. &#8220;yang besar, satu aja&nbsp; utk mama&#8221; begitu katanya.</p>
<p>Satu hal yang membuat saya sangat senang adalah dia mulai bisa dibacakan buku..yeay.. akhirnya.. Kalau diumur-umur sebelumnya dia terlalu aktif, saya senantiasa ditinggal bila sedang membacakan buku untuknya. Sangat sulit untuk mendapatkan perhatiannya. Tidak sedikit buku yang saya beli hanya karena buku yang sebelumnya sepertinya tidak menarik perhatiannya. Tapi minatnya mulai terpupuk ketika saya menemukan buku first experience yang memiliki cerita sesuai pengalamannya sehari-hari seperti pergi kesekolah, ke dokter. </p>
<p>Selain itu, saya mencari buku dengan gambar yang dia suka seperti mobil, truk, barney, pesawat luar angkasa lalu saya mulai mengarang cerita sendiri, bila pada suatu cerita dia menunjukkan ketertarikan, saya mulai mengulang cerita disekitar topik tersebut. Semoga dia menjadi hobby dengan membaca yah..Cerita favoritnya adalah saat pesawat luar angkasa tinggal landas, ada api dibawahnya lalu satu persatu bagian lepas. Dia bisa menceritakan cerita ini kembali kepada papanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hal terakhir yang baru saja saya amati adalah dia mulai menunjukkan kemampuan sosialisasinya. Saya sangat terkejut dengan perkembangan ini. Biasanya dia adalah anak yang malu-malu, tidak mau terbuka dengan anak lain, tapi di minggu terakhir ini, dia bisa bergandengan tangan dengan temannya disekolah, atau dengan anak dari sepupu saya, dan bermain bersama serta sharing (walau tidak semuanya dia mau sharing, tapi setidaknya dia bisa melihat sebagian mainannya dimainkan oleh anak lain).. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=222&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/11/16/cerita-perkembangan-fabian-di-umur-30-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Early education &#8212; is it working?</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/29/early-education-is-it-working/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/29/early-education-is-it-working/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 11:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[early education]]></category>
		<category><![CDATA[preschool]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/29/early-education-is-it-working/</guid>
		<description><![CDATA[I recently has received a question from a dad.. &#8220;&#8230;so, does the preschool show any improvement on your child ability?&#8221;
It took me a while before answered that question. I never thought to analyze the effectiveness of early education on my child. I spend my time worrying about endless separation anxiety. I thought that it&#8217;s an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=220&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>I recently has received a question from a dad.. &#8220;&#8230;so, does the preschool show any improvement on your child ability?&#8221;</p>
<p>It took me a while before answered that question. I never thought to analyze the effectiveness of early education on my child. I spend my time worrying about endless separation anxiety. I thought that it&#8217;s an improvement that he could actually being able to be separated by his family or nanny. To be able to communicate with other with his limited language ability and to be independent.</p>
<p>But as I told the man, that I saw that as an improvement. He replies &#8221; well, my daughter seem has no problem with separation. She tries holiday program, and never cry from the beginning of school and seems to enjoy the activity..&#8221;</p>
<p>Ooops.. I forgot.. that every child is different. What I thought will happen to every child, is actually not. A child is a unique human being. They has their own strength, weakness, interest and emotion control.</p>
<p>So.. how should we analyze whether preschool will do any good to our child? is it true that if we send them to school as early as possible, will make them a better learner?<span id="more-220"></span></p>
<p>I guess every parents will their own personal category.  but in my observation with my child, he shows a great improvement.. he is actually not a really socialized person. when he met someone new, he won&#8217;t get any close to that person and start to cry..(it&#8217;s good any way,.. so I don&#8217;t have to worry, about being kidnapped with a stranger <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Preschool (it&#8217;s actually a toddler class) gives him a lot of practice to meet new person. The stimulus along with other stimulus (to understand about how time works, communicate, body movement, etc) will accelerate the child learning process.</p>
<p>Isn&#8217;t it can be done by parents at home?</p>
<p>Yes, exactly! but the nowadays, we are not a full time parent anymore. Most of the day time, we spend working or other activity outside. Our precious child at his/her golden year was left alone with babysitter. Even if we have the best babysitter (which is very rare), she will never give the enough stimulus for our child to develop to the fullest. They do not have enough knowledge to do that.</p>
<p>I&#8217;m not saying that every preschool and its teacher is a guarantee for a better stimulus. We have to choose the right preschool. There are many curriculum developed for early age children, there are many type of teacher. That&#8217;s our responsibility to choose which method that suit for our child and choose school that has great teacher with lots of love and passion in education.</p>
<p>Some people think that every child deserve their right for free play, he/she is not old enough to be constraint with school rules.. he/she can&#8217;t be a happy kid.</p>
<p>From the reading I&#8217;ve done,  I found that children actually loved a daily routine. If you found your child screaming, refuse to eat or take a shower, it&#8217;s probably he has not expected that activity before. It&#8217;s gonna be different if your family has a daily routine, where children know what to do next. They will be happy to do it.</p>
<p>Preschool has that routine. They even tell the children what to do next every times. So, it&#8217;s not right that school rules will make them unhappy, it&#8217;s the opposite true. They become more confident and become a disciplined child. I&#8217;m not saying that it will happen instantly, but it depends on the child himself. Some might happen all the sudden, some make take months.</p>
<p>So, is early education really work?  write your own opinion here..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=220&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/29/early-education-is-it-working/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Email VS Twitter and Facebook</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/23/email-vs-twitter-and-facebook/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/23/email-vs-twitter-and-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 10:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[trend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/23/email-vs-twitter-and-facebook/</guid>
		<description><![CDATA[Love the writing..&#160;&#160; It explain a lot with what happen in the net lately.. http://online.wsj.com/article/SB10001424052970203803904574431151489408372.html
Why Email No Longer Rules… 
And what that means for the way we communicate
Email has had a good run as king of communications. But its reign is over.
In its place, a new generation of services is starting to take hold—services like [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=219&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Love the writing..&nbsp;&nbsp; It explain a lot with what happen in the net lately.. <a title="http://online.wsj.com/article/SB10001424052970203803904574431151489408372.html" href="http://online.wsj.com/article/SB10001424052970203803904574431151489408372.html">http://online.wsj.com/article/SB10001424052970203803904574431151489408372.html</a><br />
<h3>Why Email No Longer Rules… </h3>
<h4>And what that means for the way we communicate</h4>
<p>Email has had a good run as king of communications. But its reign is over.
<p>In its place, a new generation of services is starting to take hold—services like Twitter and Facebook and countless others vying for a piece of the new world. And just as email did more than a decade ago, this shift promises to profoundly rewrite the way we communicate—in ways we can only begin to imagine.<br />
<h5><a href="http://online.wsj.com/community"></a></h5>
<p><span id="more-219"></span><br />
<h5><a href="http://online.wsj.com/community">Journal Community</a></h5>
<blockquote><p>“I&#8217;ll stick with e-mail &#8212; write when I want, as often (or not ) as I want, to whom I want privately. No interest in letting the world know that I overcooked the spaghetti.”</p>
</blockquote>
<p><cite>—&#8211;Don Brazier</cite>
<p>We all still use email, of course. But email was better suited to the way we <em>used</em> to use the Internet—logging off and on, checking our messages in bursts. Now, we are always connected, whether we are sitting at a desk or on a mobile phone. The always-on connection, in turn, has created a host of new ways to communicate that are much faster than email, and more fun.
<p>Why wait for a response to an email when you get a quicker answer over instant messaging? Thanks to Facebook, some questions can be answered without asking them. You don&#8217;t need to ask a friend whether she has left work, if she has updated her public &#8220;status&#8221; on the site telling the world so. Email, stuck in the era of attachments, seems boring compared to services like Google Wave, currently in test phase, which allows users to share photos by dragging and dropping them from a desktop into a Wave, and to enter comments in near real time.
<p>Little wonder that while email continues to grow, other types of communication services are growing far faster. In August 2009, 276.9 million people used email across the U.S., several European countries, Australia and Brazil, according to Nielsen Co., up 21% from 229.2 million in August 2008. But the number of users on social-networking and other community sites jumped 31% to 301.5 million people.
<p>&#8220;The whole idea of this email service isn&#8217;t really quite as significant anymore when you can have many, many different types of messages and files and when you have this all on the same type of networks,&#8221; says Alex Bochannek, curator at the Computer History Museum in Mountain View, Calif.
<p>So, how will these new tools change the way we communicate? Let&#8217;s start with the most obvious: They make our interactions that much faster.<br />
<h6>Into the River</h6>
<p>Years ago, we were frustrated if it took a few days for a letter to arrive. A couple of years ago, we&#8217;d complain about a half-hour delay in getting an email. Today, we gripe about it taking an extra few <em>seconds</em> for a text message to go through. In a few months, we may be complaining that our cellphones aren&#8217;t <em>automatically</em> able to send messages to friends within a certain distance, letting them know we&#8217;re nearby. (A number of services already do this.)
<p>These new services also make communicating more frequent and informal—more like a blog comment or a throwaway aside, rather than a crafted email sent to one person. No need to spend time writing a long email to your half-dozen closest friends about how your vacation went. Now those friends, if they&#8217;re interested, can watch it unfold in real time online. Instead of sending a few emails a week to a handful of friends, you can send dozens of messages a day to hundreds of people who know you, or just barely do.
<p>Consider Twitter. The service allows users to send 140-character messages to people who have subscribed to see them, called followers. So instead of sending an email to friends announcing that you just got a new job, you can just tweet it for all the people who have chosen to &#8220;follow&#8221; you to see. You can create links to particular users in messages by entering @ followed by their user name or send private &#8220;direct messages&#8221; through the system by typing d and the user name.
<p>Facebook is part of the trend, too. Users post status updates that show up in their friends&#8217; &#8220;streams.&#8221; They can also post links to content and comment on it. No in-box required.
<p>Dozens of other companies, from AOL and <a href="http://online.wsj.com/public/quotes/main.html?type=djn&amp;symbol=YHOO">Yahoo</a> Inc. to start-ups like Yammer Inc., are building products based on the same theme.
<p>David Liu, an executive at AOL, calls it replacing the in-box with &#8220;a river that continues to flow as you dip into it.&#8221;
<p>But the speed and ease of communication cut both ways. While making communication more frequent, they can also make it less personal and intimate. Communicating is becoming so easy that the recipient knows how little time and thought was required of the sender. Yes, your half-dozen closest friends can read your vacation updates. But so can your 500 other &#8220;friends.&#8221; And if you know all these people are reading your updates, you might say a lot less than you would otherwise.<br />
<h6>Too Much Information</h6>
<p>Another obvious downside to the constant stream: It&#8217;s a constant stream.
<p>That can make it harder to determine the importance of various messages. When people can more easily fire off all sorts of messages—from updates about their breakfast to questions about the evening&#8217;s plans—being able to figure out which messages are truly important, or even which warrant a response, can be difficult. Information overload can lead some people to tune out messages altogether.
<p>Such noise makes us even more dependent on technology to help us communicate. Without software to help filter and organize based on factors we deem relevant, we&#8217;d drown in the deluge.
<p>Enter filtering. In email land, consumers can often get by with a few folders, if that. But in the land of the stream, some sort of more sophisticated filtering is a must.
<p>On Facebook, you can choose to see updates only from certain people you add to certain lists. Twitter users have adopted the trend of &#8220;tagging&#8221; their tweets by topic. So people tweeting about a company may follow their tweet with the # symbol and the company name. A number of software programs filter Tweets by these tags, making it easier to follow a topic.
<p>The combination of more public messages and tagging has cool search and discovery implications. In the old days, people shared photos over email. Now, they post them to Flickr and tag them with their location. That means users can, with little effort, search for an area, down to a street corner, and see photos of the place.
<p>Tagging also is creating the potential for new social movements. Instead of trying to organize people over email, protesters can tweet their messages, tag them with the topic and have them discovered by others interested in the cause. Iranians used that technique to galvanize public opinion during their election protests earlier this year. It was a powerful example of what can happen when messages get unleashed.<br />
<h6>Who Are You?</h6>
<p>Perhaps the biggest change that these email successors bring is more of a public profile for users. In the email world, you are your name followed by a &#8220;dot-com.&#8221; That&#8217;s it. In the new messaging world, you have a higher profile, packed with data you want to share and possibly some you don&#8217;t.
<p>Such a public profile has its pluses and minuses. It can draw the people communicating closer, allowing them to exchange not only text but also all sorts of personal information, even facial cues. You know a lot about the person you are talking to, even before you&#8217;ve ever exchanged a single word.
<p>Take, for example, Facebook. Message someone over the site and, depending on your privacy settings, he may be a click away from your photos and your entire profile, including news articles you have shared and pictures of that party you were at last night. The extra details can help you cut to the chase. If you see that I am in London, you don&#8217;t need to ask me where I am. They can also make communication feel more personal, restoring some of the intimacy that social-network sites—and email, for that matter—have stripped away. If I have posted to the world that I am in a bad mood, you might try to cheer me up, or at least think twice about bothering me.
<p>Email is trying to compete by helping users roll in more signals about themselves. Yahoo and <a href="http://online.wsj.com/public/quotes/main.html?type=djn&amp;symbol=GOOG">Google</a> Inc. have launched new profile services that connect to mail accounts. That means just by clicking on a contact, one can see whatever information she has chosen to share through her profile, from her hobbies to her high school.
<p>But a dump of personal data can also turn off the people you are trying to communicate with. If I really just want to know what time the meeting is, I may not care that you have updated your status message to point people to photos of your kids.
<p>Having your identity pegged to communication creates more data to manage and some blurry lines. What&#8217;s fine for one sort of recipient to know about you may not be acceptable for another. While our growing digital footprints have made it easier for anyone to find personal information about anyone online if they go search for it, new communications tools are marrying that trail of information with the message, making it easier than ever for the recipient to uncover more details.<br />
<h6>A Question of Time </h6>
<p>Meanwhile, one more big question remains: Will the new services save time, or eat up even more of it?
<p>Many of the companies pitching the services insist they will free up people.
<p>Jeff Teper, vice president of <a href="http://online.wsj.com/public/quotes/main.html?type=djn&amp;symbol=MSFT">Microsoft</a> Corp.&#8217;s SharePoint division, which makes software that businesses use to collaborate, says in the past, employees received an email every time the status changed on a project they were working on, which led to hundreds of unnecessary emails a day. Now, thanks to SharePoint and other software that allows companies to direct those updates to flow through centralized sites that employees can check when they need to, those unnecessary emails are out of users&#8217; in-boxes.
<p>&#8220;People were very dependent on email. They overused it,&#8221; he says. &#8220;Now, people can use the right tool for the right task.&#8221;
<p>Perhaps. But there&#8217;s another way to think about all this. You can argue that because we have more ways to send more messages, we spend more time doing it. That may make us more productive, but it may not. We get lured into wasting time, telling our bosses we are looking into something, instead of just doing it, for example. And we will no doubt waste time communicating stuff that isn&#8217;t meaningful, maybe at the expense of more meaningful communication. Such as, say, talking to somebody in person.
<p><cite>—Ms. Vascellaro is a staff reporter in The Wall Street Journal&#8217;s San Francisco bureau. She can be reached at <a href="mailto:jessica.vascellaro@wsj.com">jessica.vascellaro@wsj.com</a></cite></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=219&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/23/email-vs-twitter-and-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan &#8220;Susahnya menjadi orang tua&#8221; dan &#8220;masa depan bangsa&#8221;</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/08/hubungan-susahnya-menjadi-orang-tua-dan-masa-depan-bangsa/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/08/hubungan-susahnya-menjadi-orang-tua-dan-masa-depan-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 08:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Buat yang sudah menjadi ibu/ayah, pasti pernah bertanya, &#8220;gimana seh buat anak saya menurut&#8221;. Kita selalu memberikan yang terbaik untuk anak ini, tapi dia malah berteriak, menolak, sungguh sulit diatur!!  Sudah dibela-belain buat makanan tersehat dan terlezat, eh dia malah mengunci mulutnya, atau yang lebih parah lagi, kalau piringnya ditepak, atau malah dimuntahkan kembali.
Saya sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=216&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Buat yang sudah menjadi ibu/ayah, pasti pernah bertanya, &#8220;gimana seh buat anak saya menurut&#8221;. Kita selalu memberikan yang terbaik untuk anak ini, tapi dia malah berteriak, menolak, sungguh sulit diatur!!  Sudah dibela-belain buat makanan tersehat dan terlezat, eh dia malah mengunci mulutnya, atau yang lebih parah lagi, kalau piringnya ditepak, atau malah dimuntahkan kembali.</p>
<p>Saya sendiri sempat hampir stress dengan hal ini. Mulai dari bayi, disaat kita sulit sekali menebak arti dari tangisannya yang tak kunjung selesai, padahal kita baru saja mau beristirahat. Lalu ketika dia mulai mengerti bahwa dirinya terpisah dari orang lain, dan mulai memiliki kehendak sendiri, dia menolak semua yang kita minta. Diminta makan, dia malah lari. Diminta jangan lari-lari, dia malah lari, loncat, sampai akhirnya jatuh. Diminta untuk tidur, dia menolak, menangis.</p>
<p>Sejuta masalah antara orang tua dan anaknya sebenernya bukan hal yang baru. Kalau kita bertanya ke orang tua kita, mereka pasti memiliki pengalaman yang sama sewaktu membesarkan kita. Jadi, apa yang salah?<span id="more-216"></span><br />
Mungkin sudah saatnya ada pendidikan khusus untuk membesarkan anak. Pernahkah terpikir kalau untuk pengetahuan lain, kita punya pendidikannya. Bahasa, sains, ketrampilan masak, sampai ke hairdresser pun ada. Tapi mengapa pendidikan untuk membesarkan anak tidak ada?</p>
<p>Padahal, kebutuhan ini sangat besar, buktinya TV show seperti Nanny 911, Super nanny cukup mem-booming dan terkenal. Banyak orang tua menjadikan acara ini sebagai salah satu sarana untuk mendapat ilmu membesarkan anak. Tapi itu pun, cukup sulit untuk diterapkan dirumah kita masing-masing.</p>
<p>Atau ada yang berpikir, dulu orang tua kita juga ga belajar membesarkan anak. Buktinya kita bisa jadi orang yang sukses, bisa cari duit, bisa punya moral, dll. Nah, coba direnungkan kembali, apakah tantangan yang kita hadapai pada jaman kita kecil, sama dengan jaman anak kita? Apakah dulu kita semua informasi dapat diperoleh dengan koneksi internet dan keyword yang tepat?  Apakah dulu teknologi sudah semaju sekarang dimana hampir semua orang sudah punya HP atau bahkan mini CPU (PDA/smart phone). Apakah dulu lulusan S1 sebanyak sekarang, atau lulusan S2 sebanyak sekarang?</p>
<p>Pendidikan yang sama yang kita tempuh dulu, kalau dilalui oleh anak kita sekarang, tidak akan cukup untuk memberi bekal kepada mereka untuk bersaing di masa mereka. Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi beberapa tahun kedepan. Segala sesuatu yang baru bermunculan setiap hari.. Dunia sudah berubah. Mendidik anak perlu cara yang berbeda pula..</p>
<p>Lalu, kalau dibilang, buktinya ada orang tua yang dapat mengatur anaknya dengan tanpa masalah.. walau dia tidak belajar apa-apa ttg mendidik anak. Sama seperti ketrampilan lainnya, ada orang yang memang berbakat, sehingga untuk ketrampilan tersebut, dia tidak membutuhkan pendidikan, bisa secara otodidak. Tapi sayangnya tidak semua orang memiliki kemampuan ini.</p>
<p>Coba bayangkan, bila semua orang tua yang pastinya tidak berpengalaman mendidik anak, melakukan trial and error dalam kehidupan anak mereka. Untuk yang percobaannya berhasil, anaknya akan berhasil pula, tapi bagaimana nasib dengan yang error??</p>
<p>Saya sendiri, merasa buta mengenai hal ini, mencoba mencari informasi dari berbagai media. Pertama langganan majalah parenting, subscribe ke web seperti babycenter, sampai melahap buku-buku dari self improvement, children development sampai ke buku nanny 911.</p>
<p>Saya cukup kaget, ternyata banyak sekali yang belum saya ketahui sebelumnya.. dan ternyata hasil pencarian saya malah berpengaruh terhadap perkembangan diri saya sendiri. Mulai dari emotional intelligence, yang menjadi dasar utk membentuk karakter/moral seseorang, kemampuan komunikasi yang menjadi dasar utk mengemukakan ide, pentingnya keseimbangan aktifitas otak kanan dan kiri yang menjadi hal wajib utk menjadi orang yang kreatif dan cerdas.</p>
<p>Belum lagi pengetahuan financial (yang sebelumnya saya tidak pernah diajarkan disekolah) dari buku rich dad poor dad. Atau mengenai pentingnya musik dan seni lainnya terhadap cara bekerja otak.  Perbedaan cara membesarkan anak laki-laku dgn anak perempuan. Secara biologis kedua gender ini memiliki perbedaan yang cukup significant dan ternyata membawa perbedaan yang cukup besar terhadap cara mereka belajar dan berkembang.</p>
<p>Dan yang menurut saya yang sangat menarik adalah ternyata semua orang memiliki passion yang berbeda-beda yang sudah dikaruniai oleh Tuhan. Dan bagaimana cara untuk bertemu dengan passion tersebut, dan mengapa kita sekarang semua sepertinya sibuk mencari passion kita sendiri.</p>
<p>Pencarian saya belum berakhir&#8230; semakin banyak membaca, semakin terasa banyak hal yang belum saya ketahui. Mungkin dengan adanya pendidikan mengenai membesarkan anak, proses pembelajaran ini dapat menjadi lebih cepat atau untuk yang tidak memiliki waktu karena sibuknya pekerjaan, mungkin kursus-kursus dapat memberikan basic knowledge.</p>
<p>Masa depan bangsa tergantung pada generasi masa depan.. anak-anak kitalah yang akan berkarya nantinya. anak yang masih imut yang berada dalam asuhan kita saat ini..</p>
<p>Setujukah anda?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=216&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/10/08/hubungan-susahnya-menjadi-orang-tua-dan-masa-depan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhir dari Hydrocele Fabian</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/09/28/akhir-dari-hydrocele-fabian/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/09/28/akhir-dari-hydrocele-fabian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 09:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[dr Sim]]></category>
		<category><![CDATA[hydrocele]]></category>
		<category><![CDATA[Mt Alvernia]]></category>
		<category><![CDATA[Mt Elisabeth]]></category>
		<category><![CDATA[operasi]]></category>
		<category><![CDATA[testis besar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/09/28/akhir-dari-hydrocele-fabian/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bergumul dengan masalah pembesaran testis kanan Fabian di satu setengah tahun terakhir ini, akhirnya kini saya bisa merasa lega. Kalau diposting sebelumnya, saya menjelaskan bahwa hydrocele Fabian sudah mengecil, itu bukan berarti hilang sama sekali. Beberapa waktu kemudian muncul kembali. Lalu setelah beberapa lama hilang lagi, tapi kemudian muncul kembali.
Akhirnya saya dan suami memutuskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=218&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah bergumul dengan masalah pembesaran testis kanan Fabian di satu setengah tahun terakhir ini, akhirnya kini saya bisa merasa lega. Kalau diposting sebelumnya, saya menjelaskan bahwa hydrocele Fabian sudah mengecil, itu bukan berarti hilang sama sekali. Beberapa waktu kemudian muncul kembali. Lalu setelah beberapa lama hilang lagi, tapi kemudian muncul kembali.</p>
<p>Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk meminta second opinion dari dokter di Singapore. Pada awalnya saya berharap kalau dokternya mengatakan bahwa sebenarnya tidak apa2 kalau lubang penyebab hydrocelenya cukup kecil. Atau harapan kedua adalah teknologi disana sudah cukup canggih, sehingga tidak perlu operasi, mungkin dengan laser atau apapun yang efek terhadap anaknya lebih kecil.</p>
<p><span id="more-218"></span>
<p>Kami pergi ke Mount Elisabeth Medical Care dan mendaftar ke dokter Sim Chiang Khi dari rekomendasi kenalan. Dokter Sim adalah ahli peadiatric urology dan surgery. Dari kartu namanya dapat dilihat gelar yang sudah dia miliki, mulai dari MBBS, MMed, FRCS, FRACS&nbsp; sampai ke consultant Pediatric Surgery. Entah apa artinya, tapi sepertinya dia cukup pengetahuan di bidang pediatric. </p>
<p>Kesan pertama, dokter ini cukup ramah dan terlihat tidak setua bayangan saya. Analisanya sama persis dengan dokter di Indonesia (dr Alexandra). Menurut dia, sudah tidak mungkin untuk anak seumur 2 tahun untuk menutup lubang yang menyebabkan Hydrocele secara alami. Harus dioperasi karena berpotensi membesar dan menyebabkan hernia!</p>
<p>Hua.. saya langsung sedih.. tapi yang buat saya bingung, dokter ini menjelaskan mengenai operasinya seolah-olah operasi ini sangat mudah dan cepat. Dr Sim menjelaskan kalau operasinya termasuk day surgery, jadi Fabian diminta datang pagi hari, lalu langsung operasi (sekitar setengah jam) lalu istirahat sebentar, makan siang sudah bisa berjalan dan boleh pulang. </p>
<p>Saya menanyakan apakah yang dimaksud dengan operasi disini adalah operasi yang memotong kulit atau dengan laser atau apa? ternyata memang memotong kulit, tapi tidak memotong otot, sehingga tidak perlu proses recovery yang lama. Dia sudah melakukan operasi ini ribuan kali, dan operasi ini adalah operasi kecil. Setelah operasi, anak akan bisa berjalan, berlari dan melakukan aktifitas seperti biasa, bahkan tidak perlu istirahat/bed rest dan luka kulitnya akan tertutup dengan sendiri dan tidak perlu cabut jahitan.</p>
<p>Sepertinya agak too good too be true isn&#8217;t it?</p>
<p>Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan operasi tersebut. Berhubung Mount Elisabeth surgery room penuh, kami diberi alternatif untuk melakukan operasi di Mt Alvernia Medical Center, yang terletak di 820 Thompson Road. Rumah sakit ini adalah rumah sakit katolik, sehingga ratenya lebih rendah dibanding Mt Elisabeth.</p>
<p>Yang ajaibnya, hanya 1 persyaratan yang diminta, Fabian tidak boleh makan dan minum dari jam 3 pagi. Tidak ada periksa darah, dan bahkan golongan darah pun tidak ditanyakan.&nbsp; </p>
<p>Keesokkan harinya, kami datang jam 7.15 di MT Alvernia, sesuai permintaan untuk datang 2 jam sebelum operasi (9.15). Kami langsung melakukan pendaftaran Day surgery di lantai 4. Fabian rupanya sudah punya firasat, dia sangat tidak suka di ruangan itu, dia minta keluar. Setelah selesai dengan pendaftaran, kami diminta masuk ke ruangan yang berisi beberapa ranjang yang disekat dengan kain. Ada sekitar 15 ranjang disana.</p>
<p>Disebelah ranjang kami, ada seorang anak laki-laki sekitar 1 tahun lebih besar dari Fab. yang ternyata, adalah pasien dr Sim dan melakukan operasi yang sama dengan Fab.&nbsp; </p>
<p>Setelah bermain diranjang (saya membawa beberapa mainan Fab), sekitar jam 9 kami diminta masuk ke ruang operasi. Saya boleh mengantar dia sampai ke dalam. Sebelumnya saya diminta mengganti pakaian dengan pakaian steril yang tersedia, termasuk alas kakinya.&nbsp; Lalu pada saat menunggu di depan ruang operasi, Fabian ternyata tertidur di gendongan saya. Setelah anak laki-laki di ranjang sebelah keluar dari ruang operasi, orang tuanya diberi penjelasan bahwa operasinya berjalan lancar dan tidak ada masalah. Lalu saya dipersilahkan masuk. </p>
<p>Karena Fabian sedang tertidur lelap, dokter anastesi meminta saya untuk tidak membangunkannya. Fabian langsung diberi gas bius beberapa menit, sampai saya diminta untuk menaruh Fabian diranjang operasi. Saya sempat ragu, apakah dia benar2 sudah terbius, atau hanya tidur nyenyak. Tapi ternyata obat biusnya memang bekerja. Saya langsung diminta keluar dan menunggu didepan.</p>
<p>Saya lalu mencari tempat duduk yang nyaman, dan suami mencari makan di cafe di lantai bawah. Saya berusaha untuk tidur, karena semalam baru tidur jam 2 pagi, tapi ternyata sulit sekali. Rasa khawatir dan cemas meliputi saya. Setelah berdoa, minta perlindungan Tuhan, saya membuka buku 5Mind of the Future karya Gardner yang baru saya beli 2 hari lalu. Baru beberapa lembar dilewati, saya dipanggil untuk masuk ke ruang operasi. Suami saya belum kembali dari cafe, saya agak kaget, takut kalau ada apa2. </p>
<p>Tapi ternyata operasinya sudah berakhir. Berdasarkan informasi dari dr Sim, tidak ada kendala dan berjalan dengan baik. Dokter meminta Fab dibiarkan tertidur sampai beberapa saat, lalu makan yang ringan setelah 1 atau 2 jam.</p>
<p>Kami kembali ke ruangan sebelumnya. Fabian masih tertidur dengan nyenyak. Luka sayatannya ditutupi rapat-rapat dengan plester anti air.&nbsp; Setelah kurang lebih jam 11 Fabian terbangun. Dia meminta untuk nenen.. Saya memberinya air putih terlebih dahulu, baru kemudian memberinya asi.</p>
<p>Setengah jam kemudian, dia meminta makan. Akhirnya dia makan bubur ikan yang disediakan oleh rumah sakit. Untung Fab mau makan.. rasanya lega sekali, karena setelah itu, benar kata dokter&#8230; dia bisa berdiri, berjalan, bahkan berlari..</p>
<p>Sungguh luar biasa.. operasi ini tidak diawali dengan tes darah atau tes lainnya, berlangsung dalam waktu 15 menit. Lalu tidak perlu menunggu kentut untuk bisa makan. Dan yang lebih menakjubkan adalah, Fabian bisa berjalan, berlari, loncat dan beraktifitas seperti biasa. Kami bahkan sempat berjalan-jalan ke orchard road sore harinya.</p>
<p>I really recommend this doctor&nbsp; C.K.Sim for Hydrocele.&nbsp; Thank you dr Sim..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=218&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/09/28/akhir-dari-hydrocele-fabian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah aturan itu perlu?</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-aturan-itu-perlu/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-aturan-itu-perlu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-aturan-itu-perlu/</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang yang bilang, &#8220;Aturan dibuat untuk dilanggar&#8221;. ayo.. siapa yang setuju? pasti yang setuju, pernah mencontek waktu masih disekolah, atau bolos dari kuliah. Tapi tidak perlu khawatir, kayanya semua orang pernah melanggar aturan. Entah itu mendahului mobil dari sebelah kiri, atau sesederhana menerobos lampu merah.. dan paling sering.. nyolong2 main facebook waktu jam kerja.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=213&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada orang yang bilang, &#8220;Aturan dibuat untuk dilanggar&#8221;. ayo.. siapa yang setuju? pasti yang setuju, pernah mencontek waktu masih disekolah, atau bolos dari kuliah. Tapi tidak perlu khawatir, kayanya semua orang pernah melanggar aturan. Entah itu mendahului mobil dari sebelah kiri, atau sesederhana menerobos lampu merah.. dan paling sering.. nyolong2 main facebook waktu jam kerja.. ayo ngaku <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau dipikir-pikir, kadang pemikiran ini bener juga yah.. dimana ada aturan, pasti ada yang melanggar. Yang hebatnya lagi, setiap pelanggaran, ada alasan yang kuat menurut yang melakukan. Lalu, buat apa ada aturan?</p>
<p>Coba kita tengok, apa arti aturan.. (berhubung kaga ada kamus indo, pake bahasa inggrisnnya ya.. &#8220;RULE&#8221; artinya :</p>
<p>&#8220;an accepted principle or instruction that states the way things are or should be done, and tells you what you are allowed or are not allowed to do&#8221;- menurut Cambridge dictionary</p>
<p>&#8220;guide or principle for conduct or action, an accepted method, custom, or habit, REGULATION, bylaw&#8221; menurut Marriam Webster Dictionary.</p>
<p>Sepertinya ada 2 kunci utama, yang pertama adalah instruksi (bagaimana melakukan satu kegiatan, mana yang boleh dan tidak boleh) yang kedua adalah accepted (artinya aturan diterima/ diakui)</p>
<p>Nah sekarang masalahnya, diterima oleh siapa?</p>
<p><span id="more-213"></span></p>
<p>Atasan saya pernah berkata, bila ada pertentangan kepentingan, maka yang pertama dilihat, apakah ada kesepakatan bersama antara dua pihak tersebut. Bila belum, berarti tidak ada yang salah atau benar, dan artinya mulai saat itu, harus dibuat kesepakatan bersama yang disetujui oleh kedua pihak.</p>
<p>Kalau sudah ada, ikuti kesepakatan yang ada dan konsekuensinya.</p>
<p>Sepertinya, ini yang menjadi dasar pembuatan aturan. Aturan, tidak lain adalah kesepakatan yang diakui oleh semua orang yang terlibat dalam satu proses/kegiatan. Kalau aturan itu, berlaku untuk banyak orang, berarti, perwakilan dari pihak2 yang berada didalamnya. (tidak mungkin toh, 200 juta orang indo beramai2 merumuskan tata cara pemilihan presiden atau bagaimana cara kerja lalu lintas)</p>
<p>Nah, kembali ke pertanyaan awal, kenapa ada aturan..</p>
<p>Jawabannya sangat sederhana, agar semua pihak tidak dirugikan dan menghargai kepentingan orang banyak. Coba kalau tidak ada aturan lampu merah, entah bagimana cara kita melewati simpang 4 dengan aman..semua kendaraan akan mementingan kepentingan sendiri dan maju.. akhirnya jadi seperti anyaman tikar, tidak ada yang bisa maju.</p>
<p>Lalu apakah aturan itu harus selalu dijalani? tanpa kompromi? dan semua orang yang melanggar aturan itu salah?</p>
<p>Sebenernya saya mendapat renungan ini, dari kotbah gereja kemarin. Romo mengatakan, kalau orang beragama itu berbeda dengan orang beriman. Letak perbedaannya adalah pada sikap mereka pada aturan. Orang beragama, semata-mata hanya menjalankan aturan agama. Dia rajin ke gereja setiap minggu, lalu memasang lilin sebanyak2nya di depan bunda Maria. Kadang, karena terlalu fanatik dengan aturan, sampai bagaimana cara mengambil komuni dipertanyakan. Tapi hanya itu yang menjadi perhatiannya. Dari luar, dia mengikuti aturan, tapi semuanya itu tidak didasari oleh iman untuk Tuhan. Berbeda dengan orang beriman. Mereka memiliki kepercayaan yang kuat terhadap kuasa Tuhan dan pasrah kepada kehendaknya. Bukan berarti mereka tidak menaati aturan, tapi aturan menjadi sarana untuk menertibkan, bukan menjadi yang diagung-agungkan.</p>
<p>Sebenarnya hanya ada satu aturan dari alkitab yang menjadi Golden rules yaitu KASIH. Batas minimalnya adalah &#8220;Lakukanlah apa yang kau kehendaki orang lain lakukan terhadap dirimu sendiri&#8221;, batas atasnya tidak ada.. karena batas atasnya adalah Tuhan sendiri.</p>
<p>Dari sini saya melihat, bahwa sebenernya aturan memilih hierarki. Ada aturan dasar, dan ada aturan lain yang dibuat diatas aturan dasar, dan seterusnya. Kadang, kita lupa akan aturan dasar tersebut, dan menjadi repot dengan aturan-aturan detail.</p>
<p>Coba kita telaah lagi, begitu banyak aturan yang dibuat, malah menyusahkan orang. Mungkin kita harus melihat kembali, apa aturan yang menjadi dasarnya.. lalu melihatnya sesuai dengan situasi. Tapi bukan berarti semua aturan harus ditelaah ya.. bisa2 kita bisa pusing sendiri..contohnya kalau lampu merah, harus berhenti.. ya artinya berhenti.. tidak perlu dikompromikan toh..</p>
<p>Tapi untuk aturan2 lain, yang mungkin dipertanyakan, seperti, anak laki-laki tidak boleh masak atau anak-anak harus menaati perintah orang tua karena orang tua lebih tua dari mereka. Sepertinya yang seperti ini, yang membuat anak menjadi pemberontak, karena mereka tidak mendapat penjelasan, mengapa aturan tsb dibuat..</p>
<p>Intinya adalah keseimbangan. Tidak perlu terlalu extrim dan mempertanyakan semua aturan, atau extrim satunya, mengikuti aturan tanpa cela. Satu hal yang sering terlupa dalam pendidikan anak, padalah ini adalah bagian terpenting dalam edukasi, yaitu perkembangan moral anak. Bila dia memiliki nilai dalam dirinya, maka ada atau tdk aturan, dia akan memilih melakukan yang terbaik.</p>
<p>Ayo semua.. jadi orang tua yang lebih baik yah.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=213&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-aturan-itu-perlu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah anda sudah menemukan Passion anda?</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-anda-sudah-menemukan-passion-anda/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-anda-sudah-menemukan-passion-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Summary]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[passion]]></category>
		<category><![CDATA[the element]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-anda-sudah-menemukan-passion-anda/</guid>
		<description><![CDATA[alau mendengar kata-kata Rene di Hardrock FM, kadang saya suka mikir sendiri.. Sebenernya pekerjaan saya sekarang ini adalah passion saya atau bukan? Apakah pekerjaan dapat menjadi sarana untuk merealisasikan diri, atau hanya untuk kepentingan materi semata?
Kalau pekerjaannya memang benar-benar menyebalkan, dalam arti kita selalu bersunggut-sunggut setiap hari untuk memulai pekerjaan. Tugas terasa sangat berat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=212&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>alau mendengar kata-kata Rene di Hardrock FM, kadang saya suka mikir sendiri.. Sebenernya pekerjaan saya sekarang ini adalah passion saya atau bukan? Apakah pekerjaan dapat menjadi sarana untuk merealisasikan diri, atau hanya untuk kepentingan materi semata?</p>
<p>Kalau pekerjaannya memang benar-benar menyebalkan, dalam arti kita selalu bersunggut-sunggut setiap hari untuk memulai pekerjaan. Tugas terasa sangat berat dan menyebalkan.. Dengan sangat mudah, kita bisa mengetahui bahwa pekerjaan itu bukan passion kita. Time to do something!!</p>
<p>Nah kalau keadaannya tidak se-ektrim itu, misal dari segi pekerjaan, yah bisa dibilang kita lumayan suka. Dari segi materi memang sepertinya sudah ok. Kadang kita menggerutu ttg pekerjaan, tapi kadang kita enjoy dalam pekerjaan tersebut. Lalu apakah ini passion kita?</p>
<p>Rekan kerja saya, memperlihatkan satu video TED yang dibawakan Ken Robinson. Laki-laki kelahiran england ini, bercerita mengenai passion, creativity dan bagaimana salahnya sistem pendidikan yang ada sekarang. Somehow, i think this guy has a good point..</p>
<p>Accidentally, I found his book &#8220;The Element&#8221;- how finding your passion changes everything &#8211; in one of the book store I went. I just bought it! walau kalau lihat harganya.. mau marah.. Rp 391 rb!!! Tapi ternyata ga nyesel!! really, you should read the book.</p>
<p>Point pertama yang menarik adalah pada saat dia menjelaskan bahwa kita tidak dapat meramal masa depan. Kita benar2 tidak dapat mengetahui masalah2 yang akan dihadapi oleh anak dan cucu kita nanti. lalu bagaimana cara terbaik untuk mempersiapkan mereka menghadapi masalah masa depan? apakah dengan ilmu2 yang kita miliki sekarang?</p>
<p>Cara terbaik adalah membantu mereka menemukan passion mereka, yang disebut &#8220;element&#8221; oleh Robinson. Mengapa demikian? orang yang telah menemukan element mereka, bekerja tidak untuk materi, tapi mereka tidak dapat membayangkan bila harus hidup tanpa pekerjaan itu. Bila dunia berubah total esok hari, orang yang telah menemukan element, dapat mencari jalan keluar utk mengembangkan bakat mereka utk mengakomodir perubahan tersebut. Dan yang paling penting, mereka dapat menjadi fleksible dan tetap produktif.</p>
<p>Lalu bagaimana cara menemukan Element? yang pertama element membutuhkan kombinasi antara kemampuan/bakat pribadi dan personal passion. Tidak ada formula yang pasti untuk mencari element. Yang pasti, element bersifat personal, berbeda untuk setiap orangnya dan berada dibidang yang dia mampu lakukan (memiliki bakat). Untuk mencapainya, kita memerlukan attitude yang mendukung sehingga mendapatkan kesempatan yang tepat.</p>
<p>Satu hal lagi, seseorang tidak terikat dengan hanya satu element saja, mungkin saja dia memang memiliki banyak element. Banyak lah mencoba hal2 baru.. tanpa ini, kita tidak tau dibidang mana kemampuan dan minat kita terletak.</p>
<p>Satu ciri orang yang telah menemukan element, mereka merasa telah memperoleh identitas diri, dan tujuan hidup mereka. Mereka sangat mencintainya, sampai2 berpikir they can&#8217;t live without it.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=212&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/31/apakah-anda-sudah-menemukan-passion-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Fabian pertama dirawat di rumah sakit &#8211; prehospital.</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/17/cerita-fabian-pertama-dirawat-di-rumah-sakit-prehospital/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/17/cerita-fabian-pertama-dirawat-di-rumah-sakit-prehospital/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 04:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[diare]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/17/cerita-fabian-pertama-dirawat-di-rumah-sakit-prehospital/</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari hari kamis 6 Agustus, pagi hari, saya bangun dan menemukan Fabian berbadan panas.. &#8220;Oh tidak&#8221; dalam hatiku.. saya langsung memanggil suamiku dan menanyakan apakah dia merasakan panas di badan fab, tapi dia mengatakan, tidak.
Tapi ternyata, termometer menunjukan skala 39 derajat celcius. Hua.. panas!! Profen adalah yang pertama terlintas dikepala, obat panas andalan saya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=215&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berawal dari hari kamis 6 Agustus, pagi hari, saya bangun dan menemukan Fabian berbadan panas.. &#8220;Oh tidak&#8221; dalam hatiku.. saya langsung memanggil suamiku dan menanyakan apakah dia merasakan panas di badan fab, tapi dia mengatakan, tidak.</p>
<p>Tapi ternyata, termometer menunjukan skala 39 derajat celcius. Hua.. panas!! Profen adalah yang pertama terlintas dikepala, obat panas andalan saya, langsung dikonsumsi oleh Fab. Saya tidak dapat menemukan gejala penyakit lain, sambil berkata kepada suster untuk terus memperhatikan tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh fab, saya berangkat kerja.</p>
<p>Jam 10 saya menelpon utk menanyakan, apakah ada tanda dimana letak penyebab panasnya? ternyata belum ada.. Kira-kira jam 11, suster saya mengirim sms.. &#8220;tolong pulang, fab panas 40 derajat&#8221;. Ternyata senjata andalan saya profen, tidak berhasil! Tanpa pikir panjang, saya minta ijin dan langsung pulang dengan berbekal informasi jadwal praktik dokter anak.</p>
<p><span id="more-215"></span>
</p>
<p>Jam 2 saya berangkat ke jalan sekolah duta V no 64, tempat dr Sander praktik, dengan memberikan proris sebelumnya. Tapi membutuhkan waktu 1.5 jam untuk mengikuti arus lalulintas Jakarta yang super macet dan padat. Perjalanan juga diwarnai dengan beberapa kali salah jalan, melawan jalan 1 arah dan nyasar, entah karena saya lupa, atau otak saya sudah dipenuhi kekhawatiran dengan demam Fab.</p>
<p>Analisa dokter saat itu adalah terkena virus.. tapi blm ada tanda dibagian mana virus menyerang. jadi dia memberikan obat antivirus isopromine, selain itu tempra forte (karena menurut dia tempra tidak menyebabkan iritasi lambung, shg bisa dimakan kapanpun, tapi profen harus sesudah makan) dengan dosis 4 ml per 6 jam (saat itu berat fab 13.4kg). Ditambah pula dengan proris (lewat anus) yang diberikan bila panas diantara waktu pemberian tempra dan L-Bio &#8211; probiotik yang biasa diberikan utk membantu pencernaan.</p>
<p>Pulang ke rumah, sebelumnya mampir melihat air mancur di HI (sesuai janji dgn Fab), saya menabrak mobil orang.. untung tidak parah, orangnya tidak menuntut apapun. Sampai dirumah, jam sudah menujukan jam 7 malam. Kami langsung beraksi memberi makan fab dan obat tentunya. </p>
<p>Malam hari, suhu tubuh Fab masih belum turun. Bila dia minum obat, paling baik hanya mencapai 38, kemudian naik lagi ke hampir 40. Mulai jam 8-an, Fabian mulai diare. Dia mengatakan bahwa perutnya sakit, sambil menangis dan berteriak. Aksi buang air ini berlanjut terus menerus sepanjang malam. Kadang hanya air berwarna kuning. Saya nyaris tidak tidur malam itu.</p>
<p>Pagi harinya, fab masih demam. Saya akhirnya memutuskan untuk membawanya kembali ke dokter. Kali ini, suami saya ikut mengantar (mungkin khawatir, saya menabrak orang lagi) dan kami mengambil jalur melalui tol, sehingga dalam waktu 40 menit, kita sudah sampai (I wish I did it yesterday..)</p>
<p>Kami sampai kurang lebih jam 10, setelah menunggu giliran, jam 11-an baru bertemu dengan dr Sander. Kali ini, analisanya adalah Rotavirus. Menurut dokter, penyakit ini membutuhkan kurang lebih 5 hari masa demam dan diare. Kalau dari virusnya sendiri, sebenernya bisa diobati, tapi masalah yang lebih mengawatirkan adalah dehidrasi.</p>
<p>Rule of thumbnya, bila asupan minum lebih banyak atau setidaknya sama dengan yang dikeluarkan lewat diare, maka tidak ada masalah. Tapi sepertinya arus keluar air lebih banyak dari arus masuk. Agak sulit yah meminta anak berumur 2 tahun utk minum air bila dia sedang demam. </p>
<p>Menurut dr Sanders, dehidrasi adalah masalah utama pada diare anak, kadang gejalanya tidak terlihat dan resikonya sangat besar. Untungnya, Fabian tergolong anak kurus, sehingga gejala dehidrasi terlihat lebih jelas. Tapi masalahnya, bila menunggu sampai dehidrasi terjadi, pembuluh darah akan menyempit, sehingga akan semakin sulit untuk memasang infus. hua.. saya ingat dengan pengalaman teman saya, yang anaknya harus di bedah, karena pada saat terkena KTM, para suster tidak dapat memasang infus baik di tangan atau dikakinya.</p>
<p>Jadi alternatifnya adalah membawa Fabian pulang ke rumah, dan memastikan asupan cairan yang cukup atau memasukan ke rumah sakit untuk diberikan infus agar tidak sampai terjadi dehidrasi. dokter sendiri, memberikan keleluasaan kepada kami untuk memutuskan.</p>
<p>Sungguh keputusan yang sulit. bila saya membawa pulang (yang mungkin membutuhkan waktu 1 jam) lalu takutnya hanya bertahan sampai malam, dan bila ternyata terkena gejala dehidrasi, dan akhirnya harus masuk lewat UGD, plus harus bulak-balik RS utk cek feses lagi. Belum lagi besok Sabtu, jadi dokterpun akan ramai sekali dihari sabtu.&nbsp; Kalau langsung masuk RS, berarti Fab akan di infus, hua&#8230; ga kebayang bagaimana melihat jarum infus menusuk kulit Fab dan belum lagi menjaga tangannya agar infus tersebut tidak dicabut. Satu lagi, di rumah sakit adalah gudangnya kuman. Khawatir, bila disana, malah terpapar dengan kuman penyakit lainnya.. </p>
<p> Saya dan suami berpikir cukup lama.. menimbang2 resiko dari kedua alternatif tersebut. berhubung tidak ada pilihan yang cukup mengenakkan..</p>
<p>AKHIRNYA, kami memutuskan untuk&nbsp; masukkan Fab ke RS Brawijaya. (What a hard decision!!)&nbsp; Alasan pertama, karena dr Sanders, hanya ada di RSPI dan RS Brawijaya. Kedua RS ini khusus ibu dan anak,&nbsp; at least, penyakitnya lebih terbatas..</p>
<p>The story continue&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=215&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/08/17/cerita-fabian-pertama-dirawat-di-rumah-sakit-prehospital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi dewasa&#8230;</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/13/menjadi-dewasa/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/13/menjadi-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 08:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[egois]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/13/menjadi-dewasa/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda berpikir kalau saat ini, anda sebenarnya sudah layak dikatakan sebagai manusia yang dewasa? mungkin uban sudah mulai tampak dikepala, kulit sudah mulai tidak semulus beberapa waktu lalu, dandan-an pun sudah menunjukkan bahwa &#8220;saya sudah dewasa&#8221;. 
But..&#160; deep down in yourself.. your attitude, your behaviour, your EQ&#160; and your way of thinking&#8230; are they [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=211&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernahkah anda berpikir kalau saat ini, anda sebenarnya sudah layak dikatakan sebagai manusia yang dewasa? mungkin uban sudah mulai tampak dikepala, kulit sudah mulai tidak semulus beberapa waktu lalu, dandan-an pun sudah menunjukkan bahwa &#8220;saya sudah dewasa&#8221;. </p>
<p>But..&nbsp; deep down in yourself.. your attitude, your behaviour, your EQ&nbsp; and your way of thinking&#8230; are they reflect your physical age?</p>
<p><span id="more-211"></span>
<p>Saya sendiri merasa 2 tahun terakhir menjadi tahun dimana saya mengalami proses pendewasaan&#8230; saya sekarang dapat melihat dengan jelas, bagaimana manusia secara insting memiliki kecenderungan untuk egois. Sifat dasar ini yang menjadi sumber dari semua kekacauan di dunia..</p>
<p>Kalau semua orang didunia sudah dewasa sesuai dengan umur biologisnya, dunia akan damai dan tentram. Masalahnya kedewasaan secara mental bukan sesuatu yang diajarkan disekolah dan tidak dapat diukur dengan jelas.. belum lagi masalah Emotional intelligence yang masih rendah.. semua berdasarkan emosi.. bukan hasil dari pemikiran.. </p>
<p>Saya teringat pertama kali saya mengetahui bahwa saya dipercayai oleh Tuhan untuk mengandung seorang bayi kecil.. saya sempat bertanya pada teman saya.. apa saya sanggup untuk jadi seorang Ibu? Kok kalau dipikir-pikir, walau sudah menikah, sudah punya kerjaan tetap, tapi kok pemikiran tidak jauh berbeda dengan sewaktu kuliah dulu&#8230;Mungkinkah saya menjadi orang tua yang baik? </p>
<p>Teman saya menjawab dengan bijak.. Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan umatnya. Everything is perfect at its time.. lalu dia menambahkan contoh yang agak menyinggung.. katanya anjing dirumah dia saja dapat bertindak berbeda ketika dia melahirkan anak-anaknya. Dia menjadi begitu pelindung dan peduli terhadap anak-anaknya yang baru saja keluar didunia.. aduh.. masa gue kalah sama anjing yah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah Fabian berumur 2 tahun, saya mencoba merefleksikan semua pemikiran saya. Ternyata Tuhan benar-benar mendesain agar seorang ibu terlatih menjadi matang pada saat dia melahirkan anaknya. Baik dari segi fisik, lengkap dengan air susu ibu, hormon dan semua insting yang diperlukan untuk menjaga bayi.. termasuk juga dari segi emotional (kalau sebelumnya ibu tidak bisa mengendalikan emosi, dia akan diberi pelajaran untuk semakin dapat mengendalikan emosi dihadapan anaknya) dan terakhir dari segi pemikiran.. (kalau dulu hanya berpikir untuk diri sendiri, sekarang harus berpikir panjang untuk masa depan seluruh keluarga).</p>
<p>Mungkin itulah sebabnya Tuhan mendesain adanya anak dan tanggung jawab orang tua.. untuk mendewasakan manusia.. bahwa setiap manusia memiliki panggilan masing-masing. Syukurilah apa yang dimiliki, dari pada iri hati dengan apa yang orang lain punya.. Anak adalah salah satu contoh yang membuat kita dapat bersyukur.. entah seberapa cape dan emosi saya, saya dapat mengendalikannya bila bertemu dengan wajah tak berdosa Fabian, lengkap dengan senyum yang imut dan menenangkan hati..I Thank God for trust me to raise Fab..I hope he will make me a better person so that I can teach him to be a better better person&#8230;</p>
<p>Kalau dunia ingin damai.. semua harus menghormati kepentingan orang lain.. ini berarti semua harus menjadi dewasa&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=211&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/13/menjadi-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Perkembangan Fabian bulan ke 25 s/d 26</title>
		<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/06/cerita-perkembangan-fabian-bulan-ke-25-sd-26/</link>
		<comments>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/06/cerita-perkembangan-fabian-bulan-ke-25-sd-26/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 11:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hen</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita Fabian]]></category>
		<category><![CDATA[milestone]]></category>
		<category><![CDATA[kesukaan fabian diumur 2 tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/06/cerita-perkembangan-fabian-bulan-ke-25-sd-26/</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan anak sungguh menakjubkan! walau Fabian sudah 2 tahun, tapi perkembangannya masih membuat saya takjub..
Perkembangan yang cukup pesat adalah kemampuan berkomunikasi dan logika. Mungkin sebelumnya, kemampuan logika Fabian tidak terlihat karena keterbatasannya dalam mengungkapkan ide dan pikirannya dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain. Tapi begitu kemampuan bicaranya meningkat, kemampuan otaknya baru terlihat dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=210&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perkembangan anak sungguh menakjubkan! walau Fabian sudah 2 tahun, tapi perkembangannya masih membuat saya takjub..</p>
<p>Perkembangan yang cukup pesat adalah kemampuan berkomunikasi dan logika. Mungkin sebelumnya, kemampuan logika Fabian tidak terlihat karena keterbatasannya dalam mengungkapkan ide dan pikirannya dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain. Tapi begitu kemampuan bicaranya meningkat, kemampuan otaknya baru terlihat dengan lebih jelas. Dia bisa mengenal warna dengan baik hanya dalam waktu yang singkat. Walau objectnya berbeda, dia bisa membedakan warna dengan baik. Lalu dia juga bisa mengingat nama orang dengan melihat foto, bentuk sendal atau sepatu milik temannya disekolah, tempat terutama bila ada air mancur .. Belum lagi kemampuannya untuk bernegosiasi.. dia akan bilang, &#8220;minum susu ntar, painting dulu&#8221;.</p>
<p><span id="more-210"></span>
</p>
<p>Hobby utamanya bulan lalu adalah main mobil-mobilan. Saya membelikan buku yang dapat digunakan sebagai track mobil. Dia suka sekali mendorong mobil-mobil kecilnya diatas track dan bermain dengan terowongan dimana mobil-mobil tersebut bisa &#8220;ilang&#8221;. Mobil favoritnya adalah mobil om O (mobil hitam seperti kijang yang sudah lepas lampunya dan penyok disana sini karena sering jatuh), lalu bis (bis kuning kecil yang imut), mobil &#8220;cil&#8221; (mobil mini yang dibelikan oleh susternya dibandung), truk &#8220;meah&#8221; (truk besar berwarna merah yang dapat dilepas bagian belakangnya dan dapat dimasukkan barang), wheel bus (sebenarnya ini adalah pemadam kebakaran, tapi berhubung bentuknya mirip dengan Bis yang ada di VCD the Wheel on the bus,namanya berubah jadi wheel bus). Yang lainnya (tidak wajib ada) mobil cars (yang warna biru).</p>
<p>Tapi bulan ini hobby utamanya adalah main basket! gaya sudah sangat mirip dengan pemain basket yang sering dilihatnya dilapangan basket dekat rumah. Dia akan bilang &#8220;dribel..drible&#8230;Lempar&#8221; sambil melempar bola ke arah keranjang basket. Kadang dia mengarahkan ke keranjang yang sangat tinggi, sehingga akhirnya berakhir mengenai kepalanya sendiri. Bila bola masuk, dia akan loncat2 dan berlari kegirangan sambil teriak &#8220;yeay&#8230;.&#8221; Wah sepertinya akan ada yang menjadi pemain basket..</p>
<p>Hobby kedua adalah painting.. dia suka sekali mengambil cat khusus handpainting yang saya beli di ELC kemudian meratakannya ke tangannya/kakinya, lalu membuat&nbsp; cap tangan dan cap kaki. Kadang dia juga membuat &#8220;air mancur atau air terjun&#8221; yang lebih mirip dengan benang kusut.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setiap minggu dia akan menagih ke pho-phonya untuk melihat uncal/kijang di istana bogor, dia juga suka sekali menaiki delman keliling kebun raya. biasanya abangnya meminta sekitar 20 rb utk satu keliling. oya, di sekitar istana banyak penjual wortel, untuk memberi makan kijang.. Fabian senang sekali memberi wortel tersebut..</p>
<p>Kegiatan disekolah sepertinya sudah cukup diingat oleh Fabian. Saya mencoba mengintip dia dari jendela, ternyata dia sudah bisa memindahkan rooster sesuai dengan instruksi gurunya. Dia juga bisa membagikan piring ke teman-temannya pada saat snack.. sungguh luar biasa.. ternyata anak seumur ini sudah bisa mengerti instruksi yang diberikan gurunya.. </p>
<p>Oya dia sudah bisa menyanyikan beberapa lagu, walau belum lancar dan jelas. Yang paling disukai adalah lagu &#8220;tik..tik..tik bunyi ujan&#8230;&#8221; dan &#8221; du..doh.. du.. doooooooooooohhhhh&#8221; (dengan nada lagu New york New york, sepertinya dia meniru saya sewaktu bernyanyi lagu ini, persis air mancur di mall GI). Selain itu, saya juga mendengar dia dapat menyanyikan &#8220;happy birthday&#8221; (lagu favorit sambil tiup lilin), I love u (barney song.. karena lagu ini menjadi pengiring pijat bayi yang saya lakukan setiap hari sebelum fabian berumur 1 thn), lagu &#8220;go baby go&#8221; (dari album baby love jazz).&nbsp; </p>
<p>Hal yang pasti diminatinya adalah air mancur dan air terjun. Entah mengapa dia suka sekali dengan dua benda ini. Kami sering berputar di bundaran HI hanya karena dia ingin melihat air mancur disana, dan dia hanya suka bila ada 2 lapis air mancur (yang sebut &#8220;air mancur besar&#8221;olehnya..) dan bila hanya 1 lapis, dia akan bila &#8220;kul..air mancur cil&#8221; yang artinya dia tidak suka.. Selain itu, bila tidak hujan, kami selalu mengunjungi kebun raya bogor, khususnya daerah depan cafe dedaunan. Saya sudah hapal dengan rasa poppertjes disana.. hanya karena Fabian ingin melihat air mancur disana dan berlari di hamparan rumput yang luas.</p>
<p>Bila waktu mandi tiba, dia&nbsp; juga suka sekali melihat shower sebagai air mancur, atau mengisi ember sampai luber seperti air terjun. selesai mandi tidak lupa &#8220;tap..tap..tap..ab..bang&#8221; serunya sambil mengeringkan telapak kaki di keset dan berloncat. Kemudian diakhiri dengan kebiasaan membungkusnya dengan handuk dan minta di kilikitik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Satu hal yang masih belum bisa dilakukan adalah makan sendiri atau pun makan bersama saya. Dia hanya mau makan bersama susternya dan itu pun tanpa diganggu oleh saya.. karena bila dia melihat saya, dia akan langsung menutup mulut dan berhenti makan, padahal bila tidak ada saya dia dapat makan hanya 5 menit. Saya hanya dapat melihat dia makan snack seperti roti, cheese atau kue kesukaannya. bila waktu makan besar, saya harus &#8220;menghilang&#8221; sejenak.. sedihnya.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Padahal bila disekolah, dia mau makan sendiri, tapi memang makannya tidak banyak.. berhubung badannya masih terbilang kurus, saya tidak bisa memaksakan utk makan dengan saya.. karena dia bisa skip makan.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau urusan susu, dia sepertinya tidak begitu suka. Dia lebih memilih yogurt cimory rasa strawberry yang biasa diminumnya bersamaan dengan keju lembaran kraft. dia suka sekali mengemil kedua makanan favorit ini di malam hari sesampai saya pulang dari kantor.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fabianyafa.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fabianyafa.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fabianyafa.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fabianyafa.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fabianyafa.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fabianyafa.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fabianyafa.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fabianyafa.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fabianyafa.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fabianyafa.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fabianyafa.wordpress.com&blog=2471591&post=210&subd=fabianyafa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/07/06/cerita-perkembangan-fabian-bulan-ke-25-sd-26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0405cc3eccd004faa9b16b90ffe6add1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>