Tag Archives: kurikulum

Pemikiranku tentang pendidikan anak

Sudah setahun setengah aku mencari info mengenai bagaimana cara mendidik anak yang benar agar anak memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya. Dari beberapa literatur yang saya baca belakangan ini, semua mengatakan hal yang sama. Sekolah saja tidak cukup, tidak semua ketrampilan yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia sesungguhnya diajarkan disekolah.

Kalau mengutip kata dari beberapa sumber, dunia telah berubah, teknologi berkembang pesat, marketing berubah bentuk, science menemukan hal-hal baru, tapi tidak demikian dengan pendidikan. Bidang yang satu ini tetap konstan dan tidak bergerak ke arah mana-mana, setidaknya di Indonesia. Sekolah yang memang mulai memikirkan perubahan, adalah sekolah yang bergelar ‘national plus’ atau sekolah international yang nota bene, sangat mahal dan sulit terjangkau oleh masyarakat indo pada umumnya.

Hal ini yang mendorong saya untuk memikirkan, sebenernya apa yang kurang dari pendidikan saat ini. beberapa hal mendasar yang saya temukan dari beberapa buku, yaitu:

Continue reading

Pertimbangan dalam pilih Preschool dan sekolah untuk anak

Ternyata memilih sekolah yang baik itu banyak sekali yang harus dipertimbangkan yach…Dari anak saya menginjak usia 1 tahun, saya mulai memikirkan jalur sekolah mana yang akan diambil oleh Fabian.. Sejauh riset saya ada 3 jenis sekolah di indo, yaitu sekolah nasional (bisa swasta,dan negeri), sekolah national plus, dan sekolah international.

Terus terang saya tidak begitu menyukai preschool dan sekolah yang menggunakan kurikulum international. Hal ini didorong oleh hasil pengamatan saya terhadap beberapa anak di sekolah jenis tersebut yang memiliki sifat individualistis tinggi, suka menyombongkan kekayaan keluarganya dan tidak mau bergaul dengan anak lain yang tingkat ekonominya lebih rendah. Selain itu harganya juga sangat mahal dan bila suatu saat keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk anak meneruskan pendidikan dengan biaya yang tinggi, maka perpindahan dari kurikulum international ke nasional akan sulit baik dalam penyamaan nilai dan bagi anak sendiri(perlu adaptasi kembali)

Akan tetapi beberapa waktu belakangan ini, saya mulai melihat adanya pergeseran dari kualitas sumberdaya manusia yang akan dibutuhkan dimasa depan.

  1. kemajuan jaman mendorong orang untuk semakin kreatif dan inovatif. kecenderungan ini sudah terlihat dari banyaknya perusahaan yang menekankan “inovasi” sebagai salah satu value mereka. Bila saya bercermin pada diri saya sendiri yang merasa kurang dalam hal ini, mungkin hal ini disebabkan dari pendidikan yang saya terima tidak mendorong saya untuk memiliki pola pikir yang kreatif. Selama saya belajar, saya hanya menerima teori-teori yang diberikan kepada saya dan berusaha mengerti bagaimana cara menggunakannya tanpa mempertanyakan kembali kenapa teori itu yang dipakai, apakah ada cara lain untuk menuju kesana
  2. Continue reading

Homeschooling

Sekarang ini pendidikan menjadi satu hal yang menjadi perhatianku untuk fabian. Melihat trend diluar, banyak sekali preschool yang berkembang menawarkan berbagai macam kurikulum. Sebut saja kurikulum montessori(yang percaya bahwa anak lebih dapat
belajar bukan dengan teori, tapi praktek), highscope, Reggio Emilia, dan masih banyak lagi..

Nah bagaimana dengan homeschooling?
Homeschooling adalah metode yang percaya bahwa rumah adalah tempat yang paling ideal untuk anak belajar. Rumah disini bukan terbatas pada bangunan rumah, tapi lebih seperti “home” yang artinya orang tua dan keluarga. Jadi tanggung jawab pendidikan anak terletak pada orang tua, bukan didelegasikan kepada guru.

Saya berusaha untuk mencari informasi di internet dan sewaktu mencari di google, saya menemukan website yang sangat komprehensif dan menarik mengenai kisah perjalanan anak mereka yang menerapkan homeschooling, resource dan semua hal mengenai home schooling. Praktek Homeschooling di Indonesia

Beberapa hal yang menjadi pertanyaan dikepala saya sewaktu mendengar homeschooling telah dijawab dengan baik disana, antara lain: