Sukses ASI Eksklusif untuk tahun pertama bayi


ASI eksklusif atau pemberian asi saja selama 6 bulan pertama bukanlah hal yang tanpa perjuangan bagi seorang ibu. Apalagi untuk ibu yang baru memiliki anak pertama seperti saya. Terus terang pertama kali hamil, saya mendengar bahwa ASI sangat baik untuk anak, saya pikir hal itu adalah yang normal untuk semua Ibu. Tapi ternyata, banyak pengetahuan yang perlu diketahui seputar ASI.

Konsep utama dalam pemberian ASI sangatlah sederhana. Pertama adalah mulailah dengan inisiasi dini. Ini adalah titik balik dimana tubuh Ibu yang selama mengandung dipenuhi hormon yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi didalam perut ibu, berubah untuk mendukung pertumbuhan bayi diluar tubuh ibu (yaitu melalui ASI). Signal dari hisapan bayi menandakan bahwa sekarang adalah saat untuk memproduksi Colostrum, cairan pertama yang kaya akan gizi dan zat daya tahan tubuh untuk bayi dihari-hari pertamanya.

Kedua, dukunglah produksi ASI dengan prinsip hukum Supply and demand. Bila ada permintaan susu melalui hisapan bayi, maka tubuh akan terus memproduksi ASI. Jadi bila sekali saja bayi diberikan susu formula, berarti permintaan susu kepada ibunya berkurang sebanyak satu kali. Lalu tubuh ibu mengira bahwa produksi ASI terlalu banyak, dan mulai mengurangi volumenya. Dan biasanya menjadi bola salju yang membesar, karena ibu mengira ASI nya tidak banyak, lalu memberi susu formula tambahan.. Jadi stop pemberian susu formula!!

Ketiga, peliharalah dengan  konsistensi. Pemberian asi bukan hanya pada saat siang hari.. tapi 24 jam. Ya ini berarti malam, subuh.. Bulan-bulan pertama sangatlah berat, karena bayi masih bangun setiap 2-3 jam sekali. Jadwal tidurpun tidak karuan. Tapi ASI harus selalu dikeluarkan untuk menjaga demand. Saya selama 5 bulan pertama sering memerah asi dimalam hari karena Fabian tidak mau menyusu dikedua payudara. Ini juga berlaku untuk ibu yang bekerja. Sediakan waktu yang konsisten untuk memerah asi walau sesibuk apapun. Karena banyak teman-teman saya yang asinya menurun drastis dan habis dalam waktu 1 minggu, hanya karena mengurangi jumlah sesi memerah.

Keempat adalah Keyakinan dari ibu (hal ini berarti pikiran yang positif dari ibu, seperti yang dikatakan oleh “The Secret”). Bila Ibu tertekan, stress, atau berpikir asinya tidak cukup, percaya atau tidak, produksi asi akan berkurang. Jadi pada saat terasa produksi menurun, tingkatkanlah frekuensi menyusu bayi.. Jadi tubuh diberi signal untuk memproduksi asi lebih. Sehingga ibu terhindar dari lingkaran setan, yaitu produksi menurun sedikit, lalu ibu cemas dan stress, alhasil semakin sedikit asinya dan seterusnya.

Kelima adalah konsumsi zat yang merangsang produksi ASI. Salah satu makanan  wajib saya selama satu tahun terakhir adalah daun katuk yang direbus dengan jagung. Walau banyak pil yang mempunyai fungsi serupa, saya lebih memilih yang alami. Selain itu, carilah makanan yang membuat anda relax. Untuk saya adalah coklat dan susu coklat. Dengan mengkonsumsi makanan tersebut, secara tidak langsung, dapat meningkatkan produksi ASI.

Hal diatas adalah hasil dari pengalaman pribadi saya sampai sekarang dalam memberikan asi kepada fabian. Tidak sedikit rintangan yang saya hadapi untuk pemberian ASI, salah satu ceritanya adalah ketika Fabian mengalami kuning (karena golongan darahnya tidak sama dengan saya), ketika saya masuk kerja dan fabian nursing strike, dan yang paling gres adalah ketika giginya mulai tumbuh dan tidak sengaja mengigit puting .. Saya ceritakan dipost yang lain..

Banyak bacaan dan cerita dari mama-mama lainnya yang membantu saya selama ini.  Setidaknya, dengan tulisan ini,  saya ingin sekali mendukung ibu-ibu lain untuk memberikan asi pada anak-anak mereka. Ada perasaaan bahagia yang tidak dapat dideskripsikan ketika saya menyusui Fabian, perasaan seorang ibu! Ayo semua.. Hidup ASI!

 

One response to “Sukses ASI Eksklusif untuk tahun pertama bayi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s