Cerita konsultasi dokter ttg hydrocele-part3


Monday, June 02, 2008
Dengan hati yang cemas, akhirnya Fabian jadi diperiksa ke dokter darmawan. Dokter bedah ini adalah seorang professor dan terkenal mahal untuk setiap operasi yang dilakukannya. Hal pertama yang terlintas dikepala adalah orang yang sudah tua dan tidak ramah.

Dari jam stg 3, Fabian sudah stand by di depan ruang praktik dr Darmawan. Tepat jam 3 Fabian masuk ke ruang periksa.

Setelah melihat hasil usg yang saya bawa dan memeriksa scrotum Fabian, dokter mengatakan analisanya. Fabian terkena hydrocele, yang merupakan kelainan karena lubang antara perut dan scrotum tidak tertutup dengan sempurna. Memang pada saat bayi dalam kandungan, testisnya ada di dalam perut. Tapi ketika sudah lahir, testisnya turun dan 90% bayi memiliki saluran yang sudah tertutup dengan sempurna.

Selain itu, Fabian harus di sunat karena lubang kencingnya yang terlalu kecil. Suster Fabian juga membenarkan kalau kadang Fabian harus sedikit mengejan bila ingin buang air kecil.

Saya juga bertanya apakah memang benar2 harus dioperasi? kalau didiamkan saja bagaimana?
JAWAB: kalau terjadi dibawah umur 1 tahun, mungkin dapat menutup sendiri, tapi kalau lebih, maka harus operasi. bila didiamkan maka kantung air tersebut dapat menghambat pertumbuhan testisnya.

Lalu saya menanyakan alternatif perawatannya, apakah dapat dengan cara disedot saja cairannya. Menurut dokter, ini percuma saja, karena lubang kencingnya kecil dan dia harus mengejan, jadi kemungkinan timbul hydrocele kembali sangat besar.

Saya menanyakan bagaimana kalau hanya dilakukan sunat saja, tanpa harus operasi?
JAWAB: kemungkinan untuk menutupnya lubang lebih besar daripada tidak disunat. Tapi tidak ada jaminan kalau lubangnya tertutup, sehingga ada kemungkinan muncul kembali. Kalau mau aman, lebih baik sekalian dioperasi. Toh sewaktu disunat juga harus dibius total.

Lalu kalau dioperasi, apa yang akan terjadi pada Fabian?
JAWAB: akan dilakukan penyayatan dibagian lipatan bawah perut untuk mengikat lubang antar perut dan scrotum. Operasinya tergolong operasi sedang, karena harus dibius total.

Kalau disunat, apakah tidak perih dok?
JAWAB: nanti diberi salep yang waterproof sehingga tidak terkena air.

Sebenarnya sunat itu apa yang dibuang?
JAWAB: kalau dalam keadaan tidak disunat, kepala penis tertutup dengan kulit, sehingga pada saat kencing kadang tertinggal kotoran di dalam kantung tersebut. Bila disunat, maka kulit yang menutup kepala penis dibuang, sehingga lubangnya tidak sekecil sekarang.

Butuh berapa lama untuk mengoperasinya?
JAWAB: sekitar 15-20 menit.

lalu apakah perlu rawat inap?
JAWAB: sebenarnya pasien bisa langsung pulang. tapi kebanyakan orang tua khawatir kalau ada apa-apa, sehingga lebih memilih untuk rawat inap.

Lalu kalau berapa biayanya, bagian admission mengatakan akan tergantung dari anjuran dokter untuk rawat inap atau tidak. Bila menginap maka akan sekitar 12 juta (termasuk kamar, lab,obat) dan bila tidak menginap sekitar 7-8jt( tidak termasuk lab dan obat)

Setelah pertanyaan saya yang banyak itu, akhirnya dokternya bertanya, bagaimana ibu? kapan mau operasi?
Saya mengatakan bahwa saya akan berbicara dengan suami saya dulu. bila akan dioperasi, apa yang harus saya lakukan?
JAWAB: ibu cukup menelepon ke suster dan membuat janji. Biasanya dokter melakukan operasi tiap hari kecuali minggu. untuk selasa kamis dan sabtu, di pagi hari dan sisanya disiang hari jam 12.

Dengan hati yang cukup shock, saya pulang dan berharap ada mujizat sehingga kantung air itu hilang dengan sendirinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s