Good bye Oma..See you in heaven


August 17 2008 adalah hari kremasi omaku. Tak kuasa aku menahan tangis yang terus mengalir seperti rasa sakit di dalam hati yang tak terbendung. Tak terbayang rasanya bila aku menjadi opaku yang setiap hari menghabiskan waktu dengan oma atau menjadi mamaku yang kehilangan mamanya yang begitu perhatian kepadanya…

Sewaktu peti yang berisi jenasah omaku dimasukan kedalam oven di krematorium celincing, mamaku seketika melemas dan terus menerus kubisikan ditelinganya. “Ma, oma sudah bahagia sekarang, sudah ditidak merasa sakit karena kankernya.. kita bakar kanker jahat yang telah menyengsarakan oma. Oma sudah bisa berjalan kembali, oma sudah bisa masak lagi..”

Omaku telah pergi..Semoga Tuhan membimbingnya ke rumah Bapa yang kekal. I love you oma..

Baru awal juli yang lalu oma di CT scan dan diketahui mengendap penyakit kanker paru-paru oleh dokter Lesmana (medistra). Dokter mengatakan bahwa tidak ada tindakan yang dapat dilakukan, karena sel kankernya sudah menyebar dan ganas. Paru-parunya sudah terserang cukup kronis, begitu pula dengan beberapa tulang rusuk dan sebagian tulang belakang. 1 hal yang dikatakan dokter, bahagiakanlah oma, sekarang kita hanya bisa memberi obat agar kankernya tidak menyebar ke organ lain dan oma disuruh pulang.

Baru 2 hari berlalu, rasa sakit di dada dan punggung sudah kembali lagi. Oma kembali ke dokter Andri dan ditambahkan dosis penahan sakit. 2 minggu berlalu, tiba-tiba ome merasa lemas di kaki. Beberapa kali dia terjatuh dari ranjang dan tidak bisa bangun, begitu pula di kamar mandi, dia terjatuh saat akan buang air kecil.

kita membawanya ke pain clinik untuk diberi obat penahan sakit yang sesuai dosis (medistra) tapi dokter cecil bilang bahwa lebih baik diperiksa saraf kakinya dan di rujuk ke dokter Aru. Dokter mengatakan bahwa oma harus di MRi untuk mengetahui saraf mana yang terkena. Dan ternyata hasilnya sangat buruk. Saraf di tulang belakang ada yang putus karena kanker, sehingga bagian bawah tubuhnya menjadi lemas seperti orang lumpuh. Oma sama sekali tidak bisa berjalan.

setelah seminggu oma di rumah sakit, ternyata tidak ada harapan untuk menyembuhkan kakinya. semangat hidupnya pun berkurang, karena dia kesal, selalu menyusahkan orang lain. Dia tidak suka kalau ketidak mampuannya untuk berjalan menghambat aktifitasnya dan menyusahkan orang lain. Alhasil dia tidak mau makan terlalu banyak, takut keluar pup dan orang lain harus membersihkannya.

Oma sama sekali tidak bisa bangun. hari sabtu 9 agustus, saya memandikan oma, dia masih terlihat kuat, mukanya masih segar. Keesokan harinya terlihat lebih lemas. Hari selasa, mama ku mengirim sms yang berisi oma sudah dekat waktunya. Dia sudah melihat terowongan yang terang, banyak bunga dan tanah bertebaran. Ada dua orang yang selalu berada didekatnya..
Saya tidak percaya.. saya yakin bahwa oma akan sembuh..

Tapi ternyata Tuhan berkata lain..oma pergi tgl 13 Agustus 08

One response to “Good bye Oma..See you in heaven

  1. Penyakit Yang Sama Yang Telah Merenggut Nyawa Opa ku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s