Cerita demam pertama Fabian


Tepat pada jam 7 pagi di hari minggu yang cerah (12oct), fabian terbangun dan meminta asi seperti biasanya. Tapi, saya dikejutkan dengan adanya panas yang tinggi yang bersumber dari tubuh Fabian. Rasanya sangat hangat, sampai2 mulutnya yang sedang menyusu pun terasa hangat di payudara saya. Napasnya pun menjadi relatif lebih pendek, sehingga pada saat menyusu pun terasa seperti olah raga yang melelahkan baginya. Tidak yakin kalau Fabian yang demam, saya menanyakan kepada suami yang baru saja terbangun, dan menurutnya Fabian tidak panas.

Berikut detail perkembangan demam Fabian dan obat demam/obat penurun panas yang saya berikan:

Tidak yakin dengan jawaban suami, saya menanyakan ke babysitter,dan menurutnya Fabian sangat panas. tanpa mengambil resiko, kita berkesimpulan utk memberi obat penurun panas persediaan (tempra drop)

Tindakan pertama: jam 7.15 saya memberikan tempra drop sebanyak 1ml (berdasarkan aturan pakai untuk anak umur 12-24 bulan 1.2ml, sedang fabian baru 18 bulan). Karena panas, saya memutuskan utk tidak memandikan Fabian dan langsung ke aktifitas makan pagi. Dia melahap makanannya seperti biasa (sambil bermain). Fabian beraktifitas seperti biasanya. Hanya dia sedikit tidak bergairah seperti biasanya. Dia berlari, bermain bola dsb.

Sekitar jam 8 kami membalurnya dengan minyak telon dan bawang yang ditumbuk. Baunya.. tapi semoga dengan ramuan ini Fabian menjadi sembuh. Dan sekitar jam 9 kami mencoba utk mengukur suhu tubuhnya dengan termometer digital di ketiaknya. Betapa kesalnya Fabian dengan benda asing yang dimasukkan ke sela-sela ketiaknya.. dia menjerit dan menangis.

Ternyata  suhu tubuhnya 39.2 derajat celcius. Hua! betapa kagetnya saya. Ini adalah pertama kalinya fabian demam sehingga saya tidak tahu kalau ternyata suhunya sudah sangat tinggi. Yang saya tahu bila sudah 40 harus hati2 dengan stip/kejang. Apalagi tadi sudah diberi obat penurun panas, kok tidak pengaruh ya?

Tindakan kedua: jam 11.15 minum tempra drop 1ml. Dia sepertinya agak sedikit malas utk makan siang. porsinya pun tidak habis, sepertinya dia mulai melemah. saya terus menyusuinya dan akhirnya dia tertidur.

Karena khawatir, saya mencoba menghubungi dokter anak yang biasa Fabian kunjungi, dr Sanders, melalui sms. Setelah memberitahukan apa yg terjadi, dokter Sanders mengatakan utk terus memberinya tempra drop sebanyak 1.6ml dan bisa diulang setiap 6 jam. Menurutnya bila tdk ada keluhan lain, baru demam 1 hari tidak perlu ke dokter. Setelah tenang dengan balasan tersebut, saya hanya menunggu obat tempra beraksi.

Tindakan ketiga: jam 14.30 dibawa ke RS Hermina Bogor. Fabian hanya berhasil menemui dokter jaga di UGD.Suhu tubuhnya masih 39,5 derajat. Menurut dokter tersebut, saya dapat meneruskan tempra-nya dan bila mau, mereka dapat memberikan obat penurun panas dari dubur (tapi saya menolaknya dgn pikiran panasnya tidak terlalu parah). dokter memberi resep antibiotik karena melihat kerongkongan fabian yang agak memerah(saya tidak membeli obatnya). Lalu memberikan surat pengantar utk periksa darah bila panasnya berlanjut sampai tiga hari.

Tindakan keempat: jam 15.15 minum tempra drop 1.6ml. Lalu Fabian diboyong ke jakarta, sambil tidur disepanjang jalan, akhirnya jam stg lima sampai. Fabian dilap, karena badannya sudah sangat lengket dan tidak nyaman. Pada jam 5 an dia sudah mulai loyo dan tidak mau berjalan, hanya digendong saja. Sewaktu makan dia menolak dan memilih utk berbaring saja. Saya menggunakan termometer digital dari telinga, betapa kagetnya saya ketika tahu suhu tubuh Fabian adalah 40.1 derajat! Panik! Badannya sudah lemas, demamnya tinggi, tempra tidak menurunkan panasnya. Lalu saya berusaha menelepon dr Sanders, tapi sayang tidak dapat dihubungi. Lalu saya melihat buku RSPI Fabian, disana terdapat kartu nama dr Attila. Saya mencoba utk menelepon HPnya dan ternyata di angkat.

Puji Tuhan, dokternya bersedia utk ditemui di rumahnya. Dia berpesan utk diberikan tempra sebelum berangkat dan langsung dibawa ke rumahnya di Tulodong bawah IV lama no 25. tindakan kelima: Jam 19:00 minum tempra drop 1ml

Selang setengah jam, saya sudah sampai disana. Setelah diperiksa oleh dr Attila, ternyata benar ada radang di leher Fabian. suhu tubuhnya menurut termometer disana 39.9 derajat. Dokter memberikan obat panas Profen (5ml – 3kali sehari), obat antibiotik, obat penurun panas lewat dubur dan obat utk radang leher.Begini instruksinya:

  1. berikan obat panasnya, bila ternyata dalam waktu 1 jam belum turun (37), dan malah tetap 40 derajat, maka harus diberikan obat penurun panas lewat dubur.
  2. Obat panasnya diberikan selang 3 jam dan bergantian dengan tempra (1.6ml) jadi setelah minum profen, 3 jam kemudian minum tempra dan seterusnya.
  3. Bila sore besok masih panas, berarti bakteri yang menyerang, dan harus mulai diberikan obat anti biotik. (obat kering dan dijual bersama larutannya, bila sudah dicampur hanya tahan 7 hari)
  4. Bila 3 hari masih panas, berarti harus periksa darah

Tindakan keenam: jam 23.00 minum profen (5ml) dan obat radang leher (2.5ml). Demamnya langsung menurun. Sekitar jam 12, suhunya sudah 37.5.

Tindakan ketujuh: jam 01:00 minum tempra (1.6ml). Pada saat diberikan, suhunya sudah 37 derajat. Untungnya Fabian masih bisa tidur kembali. Ketika jam 05:00, suhunya kembali naik ke 38.8.

Tindakan kedelapan: jam 05:00 minum profen (5ml). Fabian terbangun sampai jam 7 dan kemudian tidur kembali. Pada saat terbangun, suhunya mulai turun kembali ke 37.5.

Tindakan kesembilan : jam 08:00 minum tempra (1.6ml) dan jam 09:00 minum obat radang leher (2.5ml). Fabian terlihat lebih ceria, dia bisa berjalan dan berlari, walau masih lemas. makan pagi pun di lahap habis. Kami berusaha agar dia mau minum terus. Suhunya mulai naik lagi ke 38.5.

Tindakan kesepuluh: jam 11:00 minum profen (5ml). Suhu tubunya mulai turun ke 36.5. Kemajuan!! lalu setelah makan jam 12- selama stg jam, akhirnya Fabian bobo siang dari jam 13.00 sampai jam 15:45. Suhu tubuhnya 37. dan diapun mulai ceria, tapi manjanya minta ampun! hanya ingin digendong mamanya.

Tindakan kesebelas: jam 16:00 minum tempra (5ml). Setelah bangun, dibujuk minum jeruk.. tapi susahnya minta ampun! suhu tubuhnya masih 37.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s