Cerita demam pertama Fabian (hari kedua)


Pada saat saya mulai berpikir bahwa demamnya sudah sembuh, secara mendadak sekitar jam 20:00, demamnya kembali lagi sampai 39 derajat. Dari pagi sampai sorenya, demamnya berkisar di 38 dan 37. Tapi ternyata bila obat pereda demamnya tidak diberikan, panasnya kembali naik. Betapa kecewanya saya. Ini berarti harus masuk ke obat antibiotik. Saya tadinya ingin memberikan antibiotik di tengah malam, tapi suami saya berpendapat bahwa sekarang adalah waktunya utk memberi antibiotik. Setelah berkonsultasi dgn dokter attila lewat SMS, akhirnya Fabian meminum antibiotiknya (dexyclav yang mengandung amoxilin — bentuknya syrup kering dan bila sudah di campur dengan air harus disimpan dilemari es, hanya bertahan selama 7 hari)

Tindakan: jam 21:00 minum profen 5ml dan antibiotik dexyclav 5ml.

Seperti  biasanya, setelah minum profen, panasnya beranjak turun sampai mencapai 37 dan stabil di 36.8. Sejalan dengan turunnya panas tubuhnya, Fabian sudah mulai kembali dapat beraktifitas seperti bermain bola dan lainnya, walau belum terlalu lincah. Dia baru mau tidur sekitar jam 11 malam.

Selama tidur saya memantau suhu tubuhnya. jam 12 malam, suhunya tetap 36.5. Sehingga saya menunda pemberian tempranya. Jam 3 pagi suhu tubuhnya masih 36.5. Tapi betapa kagetnya saya ketika jam setengah lima, suhu tubuhnya naik kembali ke 39.5. hua.. saya mulai panik! Saya mulai berpikir, wah apakah campak, demam berdarah?

Tindakan: jam 05:30 minum profen 5ml

Karena setiap kali minum obat, Fabian meronta2, akibatnya dia tidak dapat tidur kembali. Lucunya kalau orang bilang obat penurun panas seharusnya membuat ngantuk, tapi berbeda dengan fabian. Setiap kali diberi obat penurun demam, dia malah segar dan tidak mau tidur. Sekitar jam 7.30 baru dia tertidur kembali.

Hebatnya dia tertidur sampai jam 11.15. Akibatnya makan pagi terlewatkan dan jadwal minum antibiotik pun terlewatkan. Suhu tubuhnya stabil di 37. Lalu dia mulai makan dan kembali minum obatnya.

Tindakan: jam 11.30 minum tempra drop 1.6ml, jam 12:00 antibiotik dexyclav 5ml dan jam 12:30 colergis 5ml.

Setelah itu suhu tubuhnya stabil di 36.5 dan di siang hari, dia mulai banyak berkeringat dan sepertinya keringat dingin. Sekitar jam stg 2, Fabian kembali diberikan makan, dan berakhir dengan tidur siang dari jam 14:00 sampai jam 17:00. Wah tidurnya lama.. beberapa kali terbangun tapi masih belum mau membuka matanya, setelah meminum asi , dia kembali tertidur.

Jam 17:30 Fabian di lap (belum berani di mandikan) dan jam 18:00 makan malam sampai jam 19:00.

Tindakan: jam 19:30 minum antibiotik dexyclav 5 ml dan jam 21:00 minum colergis 5ml

Suhu tubuh Fabian masih stabil di 36.8 dan dia sudah terlihat lebih ceria. Dengan lincahnya berlari dan bermain. Tapi keceriaanya hanya bertahan sampai jam 22:30. Mulai jam 21:00 suhunya mulai naik ke 37 dan stabil di 37. Hal ini berarti sudah lebih dari 10 jam tidak minum penurun panas. Semoga antibiotik adalah jawabannya..Doakan ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s