Cerita demam kedua Fabian


Kali ini Fabian demam dimulai sekitar jam 7 malam dengan suhu 37.5. saya pikir ini hanya angat sebentar, tapi ternyata jam 1 pagi saya cek, sudah mencapai 39 derajat… Hua.. lagi-lagi panas tinggi!!

Karena sudah pernah mengalami hal serupa, saya tahu apa yang harus dilakukan.. pada saat itu juga saya memberinya tempra 1,2ml. Sama seperti sebelumnya, hanya turun sampai 38 dan kemudian naik kembali. Berpikir kalau Tempra tidak cocok dan jangan sampai kena antibiotik lagi, saya langsung membawa ke dokter Sanders keesokkan harinya.

Kebetulan suami saya bisa mengantar, jadi saya tidak perlu cuti. Berdasarkan informasi dari suami saya, dokter Sanders mengatakan bahwa Fabian ‘masuk angin’. Saya sedikit terkejut, istilah ini datang dari seorang dokter yang biasanya hanya mengenal istilah ilmiah. Tapi memang dokter Sanders adalah dokter yang juga mengenal istilah2 orang awam. Saya jadi ingat sewaktu fabian diare, sesaat sebelum dia bisa berjalan, dr Sanders juga mengatakan bahwa Fabian sedang ‘indah atau meringankan tubuh’ sepertinya setelah diare, dia akan ada kemampuan baru.

Analisa tersebut juga disertai analisa yang lengkap. Suami saya bercerita bahwa dokter telah memeriksa semua bagian tubuh fabian, termasuk telinga, hidung, testis dan tenggorokannya (yang menjadi tersangka utama penyebab demamnya). Tapi tidak ditemukan hal yang aneh. Jadi dr Sanders hanya memberi vitamin penguat daya tahan tubuh dan antibiotik yang hanya diminum bila setelah 2 hari panasnya tidak turun juga.

Kalau diingat sehari sebelumnya fabian sempat ‘bergadang’ dari jam 2 sampai jam 6 pagi. Entah kenapa bocah imut itu terbangun jam 2 pagi dan tidak bisa tidur kembali, mungkin karena aura yang terpancar dari saya (kebetulan pada saat itu ada masalah dikantor yang walau sudah saya coba untuk pisahkan dari kehidupan pribadi, tapi tetap membuat kepala saya pusing). Apa memang benar ya.. kalau anak itu sangat sensitif sehingga dapat merasakan apa yang dapat dirasakan oleh orang tuanya.. amazing..

Saya juga meminta suami saya untuk membeli ibuprofen, karena dari pengalaman sebelumnya demamnya tidak turun oleh tempra. dr Sanders memberikan ibuprofen yang harus dimasukkan dari dubur..sewaktu di dokter obat tersebut dapat masuk dengan sempurna, dan demamnya turun dalam waktu 15 menit. Lain halnya dirumah, obat tersebut sulit sekali utk dimasukkan. Dari cerita babysitter saya, mungkin hanya setengah yang berhasil masuk, sedang sisanya meleleh ditangan atau terjatuh. Alhasil demamnya hanya turun sedikit.

Untung saya juga membeli proris (ibuprofen syrup). Setelah obat dari dubur tidak  berhasil dimasukkan, 4 jam kemudian, saya memberi proris. Demamnya pun segera turun. keesokannya harinya, fabian masih demam, tapi disore hari, demamnya mulai hilang. Saya langsung stop memberi proris, tapi hal ini mengakibatkan demamnya muncul dipagi harinya. Sepertinya pemberian obat demam, tidak boleh dihentikan begitu demamnya turun. Setelah demam turun, saya masih memberi 2 kali dosisnya.. baru demamnya hilang.

Di hari senin Fabian sudah normal kembali dan mengikuti trial di high scope.

Tapi ternyata beberapa hari kemudian, Fabian sudah terlihat seperti pilek dan suaranya agak sengau. Karena tidak begitu mengganggu, kami pikir pilek hanya karena kedinginan. Tapi setelah beberapa hari, masih ada terus… akhirnya kami memutuskan untuk dibawa ke dokter kembali.. kali ini, dokter Sanders cuti sampai 2 jan.. jadi kita membawanya ke dr Attila.

Dokter Attila mengatakan bahwa leher Fabian merah dan sudah mengena ke pita suara, sehingga suaranya seperti sengau. Jadi pita suaranya sudah bengkak, dan bila dibiarkan, maka suaranya akan menghilang dan berkembang ke batuk pilek..di istilah kedokteran, disebut Rhinofaringitis.

Berikut obat yang diberikan oleh dr Attila,

  1. Obat sirup Aerius Syruo Fls I — 1kali sehari dimalam hari (1/2 sendok obat)
  2. Obat Puyer dengan campuran (Chlorphenon 0,5,
    Histrin ft 1/3 tb, ketricin 1,5, mucera 1/5tb)– 3 kali sehari
  3. antibiotik Dexyclav syrup kering fls (3 kali sehari) — harus diberikan bila setelah 2 hari meminum obat diatas tapi tidak ada tanda kesembuhan. (semoga tidak sampai perlu diminum ya..)

One response to “Cerita demam kedua Fabian

  1. Oh, please be very careful to give drugs to our baby!!!!

    I have a terrible experience using drugs for my children, especially drugs from Pediaetrics… Now, everytime there’s complain or something wrong, I push them to get a lot of sleep, and give a lot of drink. Juice or just plain water is all right. I’m not pushing to eat, because eat needs more energy.

    I learn about homeopathy, the way you let your body system cure yourself and get a little dose of the drugs prescribed. Maybe half from the usual dose.

    I ask my pharmachyst firt before I give the dose, maybe I can change the drugs to another that pretty much lighter. It’s not about the money, it’s about keeping the body as far away as we can from chemical reaction.

    Beware of giving prescription drugs to your baby…
    visit me for more information about baby’s care at http://www.rumahherbalku.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s