Tips memerah asi dikantor


Saya ingat betapa stress dan takutnya ketika mendekati waktu masuk kerja kembali setelah cuti melahirkan 3bulan lamanya. Dalam waktu 1 jam memerah, hanya sekitar 20 ml ASI yang dihasilkan. Padahal pada saat itu, Fabian sudah mencapai umur sekitar 1.5 bulan..

Lalu saya mulai mencari di internet, tips untuk memerah asi. Banyak yang saya dapat, tapi tidak ada yang dengan spesifik menjelaskan bagaimana cara memerah yang mereka gunakan. Sekarang, setelah 20 bulan memerah, saya memberanikan diri untuk menulis tips memerah asi  berdasar pengalaman pribadi saya. Dan dibagian akhir, saya juga menyertakan reference yang sangat bagus, termasuk detail bagaimana cara memerah dengan tangan dan tips-tips dari ibu-ibu lainnya.

Pertama, yang perlu diperhatikan adalah konsep dari pemberian ASI yang sudah saya paparkan di post tips sukses asi eksklusif. Ini adalah dasar dari pemberian asi itu sendiri.

Kedua, cari informasi mengenai cara memerah yang lengkap. Saya sangat terlambat dalam mengetahui bahwa  ada klinik laktasi yang dapat membantu ibu menyusui dalam masalah seputar asi dan menyusui dan banyak seminar yang di lakukan oleh institusi pendukung asi. Hal ini yang menyebabkan saya tidak berhasil menguasai teknik memerah dengan tangan. untuk detail dari klinik laktasi bisa dilihat disini. Saya pernah menghubungi hotline asi di (021) 315-4187 atau 390-4441 pesawat 2271 dan mengunjungi klinik laktasi carolus, tapi sudah terlambat karena pada saat itu saya hanya 1 minggu dari waktu akan masuk kerja kembali..

Ketiga, gunakan cara/alat yang cocok untuk anda dan latihan terus. Banyak yang metode memerah asi, ada yang manual (menggunakan tangan), dengan pompa manual, dengan pompa elektrik. Dari masing-masing pompa saja banyak yang macamnya. Yang cocok untuk saya adalah pompa manual dari Avent dan pompa mini electric dari Medela. Yup, saya menggunakan 2 pompa. kenapa? awalnya saya hanya memiliki pompa manual avent. Saya berlatih memerah asi menggunakan alat ini. Dan dalam kurun waktu 1 bulan, saya sudah mulai mahir. Tapi masalah utama dalam memompa adalah menimbulkan Let-down reflex (Milk Ejection Reflex) sangat sulit sekali. Padahal saat reflex ini terjadi, maka air susu akan mengalir dengan derasnya di kedua payudara dan sangat mudah utk memerahnya. Maka untuk menghemat waktu memerah, saya memerlukan pompa di kedua payudara pada saat yang bersamaan pada saat reflex ini muncul. Karena sulit untuk menggunakan 2 buah pompa manual, saya memilih pompa elektrik dari medela.

P.s: Pada april 2007, saya membeli pompa avent manual 375 rb dan pompa medela mini electric 590rb (tapi pada saat saya menulis post ini, sudah naik menjadi 1jt). Detail reflex Let-down dapat dibaca di article ini

Ketiga, berilah pengertian kepada atasan anda, bahwa asi sangat penting
bagi nyawa anak anda dan walau anda akan menghilang sekitar 3kali 15
menit sehari, tapi ini tidak akan mempengaruhi kinerja kerja anda.
Percaya atau tidak, banyak pemikiran dan ide baru di pekerjaan saya,
saya dapatkan pada saat memerah. Mungkin karena pada saat ini, banyak
hormon bahagia (oksitosin) yang dikeluarkan tubuh, sehingga anda dapat
berpikir lebih jernih)

Keempat, konsistensi pengaturan waktu memerah. Pada awal saya masuk kerja, saya memerah 3 kali pada saat jam kerja masing-masing sekitar 15 menit (tapi tergantung mood juga. Kalau sedang stress bisa sampe 30 menit). Sesi pertama dilakukan sekitar jam 9-10, lalu yang kedua jam 12-13 dan yang terakhir sesaat sebelum pulang, sekitar jam 4-5. Yang penting adalah konsistensi jumlah memerah. Teman saya mengalami penurunan jumlah asi karena sering “skip” sesi memerah pada saat dia perjalanan keluar kantor. Padahal bila tidak diperah, maka tubuh akan slow down dalam produksi asi sehingga jumlahnya akan menurun. jadi usahakan tetap memerah dimanapun itu, saya sendiri pernah memerah dalam segala macam kondisi, di WC, di ruang kerja, di mobil, bahkan sambil menyetir (karena pada saat itu terjebak macet total).

Kelima, cobalah untuk rilex pada saat memulai memerah. Untuk saya, ruangan dan mood sangat berpengaruh. Beruntung saya mempunyai tempat kerja yang mempunyai satu ruang khusus untuk menyusui, di klinik. Jadi saya dapat dengan rilex memerah. Kadang saya menyiapkan majalah, buku, roti atau snack untuk menemani sesi memerah.

Keenam, karena saya menggunakan alat, saya tidak sempat mencuci dan mensterilkan alat setiap kali selesai memerah. Jadi yang saya lakukan adalah membilasnya dengan air panas yang diambil dari dispenser Aqua di kantor. Pada awalnya sempat khawatir , kalau air tersebut kurang bersih. Tapi buktinya sampai anak saya berusia 20 bualn, dia tidak pernah diare atau sakit apapun akibat asi yang diberikan oleh babysitternya.

Ketujuh, rawatlah pompa anda. Bila ada komponen yang rusak, bisa hubungi bagian service. Khusus untuk pompa medela saya, pernah rusak adaptornya. Saya membawanya ke distributornya di kelapa gading (telp : 021-4522249) dan memperbaikinya disana. Selain itu beberapa komponen yang cepat rusak seperti selaput tipis, dll bisa dibeli disana.

Kedelapan, tetaplah semangat. Saya selalu memacu semangat saya dengan menargetkan sejumlah cc asi tiap harinya. Jumlah asi yang diproduksi tiap ibu berbeda-beda. Ada yang bisa mencapai 300 cc sekali pompa, ada yang hanya 80 cc.  Saya bukanlah tipe ibu dengan ASI berlimpah. Jadi saya harus berusaha untuk memelihara jumlah asi yang saya produksi. Pada 9 bulan pertama, saya mendapat sekitar 500 cc asi pada saat jam kerja. Kemudian menurun sejalan dengan pengurangan sesi memerah menjadi 400 sampai 250 cc. Dan mulai tahun 2009 ini,  saya hanya memerah sekali dan hanya mendapat sekitar 100cc sehari.

Beberapa artikel menarik lainnya mengenai memerah dapat dilihat disini:

  1. http://www.babiesonline.com/articles/breastfeeding/breastfeedingyourbaby.asp
  2. http://www.babiesonline.com/articles/breastfeeding/workingandpumping.asp
  3. http://www.breastfeeding.com/helpme/helpme_common_ques.html
  4. http://www.kellymom.com/bf/supply/letdown.html
  5. http://www.askdrsears.com/html/2/T025600.asp
  6. http://www.marchofdimes.com/pnhec/298_1061.asp

38 responses to “Tips memerah asi dikantor

  1. mba … benerin adaptor medela berapa ya biayanya ? adaptor saya lagi rusak nih … terpaksa sementara pake batere …
    tks b4

    • Hallo mbak Novi,
      dari pengalamanku, biayanya 75rb. Tapi ini karena tidak ada kerusakan yang besar (hanya kabel dan ada yang lepas dibagian dalam). tapi kalau kata teknisinya, kalau travonya rusak, bisa lebih mahal..

  2. mahal juga y mba …
    tapi lebih mahal lagi beli baru … adaptornya doang 490 rb … mending beli 1 set sekalian d … hehehehe

    • iya, harga pompanya naik hampir 2 kali lipat. mungkin karena harga dolar yang naik. jadi alternatif yang saya ambil cukup kompetitif dibanding harus beli adaptor lagi..

  3. mba… mau minta alamat service center medela yang di kelapa gading dong

    • @ Devi,
      maaf saya tidak catat alamat lengkapnya, yang pasti di ruko sebelah makro.
      Tapi saya punya no telpnya.. coba mbak tanya langsung yah..
      Jakarta : 021- 4522249 (buka 08.30-16.30 mon-fri dan 08.30-13:30 sat)
      Bandung : 022 – 7214081 (buka 08.30-16.30 mon-fri)
      Surabaya : 031 – 5611568 (buka 08.30-16.30 mon-fri)

  4. Mbak… pump medela q kalo d pake ASI nya suka naik” ke atas ke pompa nya tu kenapa ya mbak ?
    Bisa di service d situ juga kali ya

    • Dear Mbak Siska,
      kebetulan, saya tidak pernah mengalami apa yang mbak alami. mungkin karena saya menggunakan tipe mini electric, sehingga asi tidak bisa naik ke pompanya.
      mungkin mbak bisa tanya ke service medela. Disana juga ada bagian konsultasi cara memerah, jadi bukan hanya bagian service..

  5. Sist… blh minta nomor hp?? saya ada mau curhat sama sist… thx.

  6. Mba, saya juga sama kaya mba asinya gak berlimpah. Saat ini saya fulltime mother (FTM) yang menyusui langsung. Nah saya suka merah asi pake pompa medela mini elektrik, tapi gak rutin. Nah sesi memompa selalu habis menyusui, dapetnya ga banyak mba mentok di 60ml.. itu pun setengah mati. lamaa banget kira-kira 2 jam mompanya. kalo 15 menit paling hanya 10ml.. terus kalo menyusui juga lama.. dan bayi cepet lapar lagi. (bayi sy 1,5 bulan) sejam bisa 3 kali sesi menyusui nya… soalnya dia abis pipis langsung sy susui lagi. Gimana ya mba biar asi sy banyak.. mba bisa dapet sampe 500 cc mompa di kantor, itu mah banyak sekali kalo dibandingkan saya.. gimana caranya ya mba biar banyak, padahal kan saya udah sering susuin frekuensinya, tapi tetep dikit dapet hasil mompanya.. padahal sy udah ikutin prinsip supply on demand kan.😦 mohon masukannya mba..

    • Hallo mbak Myko,

      Sepertinya mbak salah asumsi, 500 ml itu untuk kedua payudara dan untuk beberapa kali memompa selama jam kerja. Jadi sepertinya untuk kasus mbak, malah lebih banyak asinya. Kalau boleh tanya, mengapa sampai mbak sampai memilih untuk memompa? bukannya mbak Full time mom, jadi bisa menyusui kapan saja?
      Dan sebenernya 60 ml itu banyak loh, apalagi kalau setelah menyusui.
      Mungkin bisa diamati, sebenernya pada saat bayi anda menyusu, apakah benar-benar menelan asi, atau hanya ngempeng? yang saya tahu, bila sudah tidak menelan, bisa dilepaskan, supaya ibunya juga bisa istirahat. Apakah posisi menyusui sudah benar, jadi memang bayi mendapat asi, atau hanya menyedot, tapi tidak ada asinya. Lalu, kalau memang mau memompa, mungkin bisa dengan skenario, menyusui dengan payudara yang kiri, lalu setelahnya/pada saat bersamaan memompa yang sebelah kanan. Lalu untuk selanjutnya bisa dibalik, jadi ada tambahan demand, tapi tidak membuat frustasi mbak karena merasa sedikit asinya.

      Berdasarkan pengalaman saya, emosi ibu sangat menentukan jumlah asi yang dihasilkan. Jadi kalau ibu merasa asinya ga cukup, sedikit, maka secara tidak langsung akan menyebabkan hormon penghasil asi tidak bekerja optimal. Selain itu, juga kalau ibunya kecapean, stress atau sedang bad mood, maka jumlah asi pun menurun. Jadi sebaiknya ibu harus beristirahat dengan cukup tidur, memaintain level emosi dan mungkin bisa mencoba memakan daun katuk, atau pijat payudara. Kedua cara terakhir ini cukup membuahkan hasil untuk saya..

      Semoga membantu ya mbak… yang penting, jangan stress, teruslah percaya bahwa Tuhan sudah memberikan kemampuan dalam tubuh mbak untuk memberi susu yang cukup utk anak mbak sampai dia siap untuk makanan pendamping..

  7. hai, mau tanya nih, biasanya sekali memerah, setiap payudara menghasilkan berapa cc ya?
    thanks

    • Hallo Risty,
      Untuk jumlah asi yang dihasilkan, tergantung durasi antar pompa dan berbeda setiap kali pompa. Pada saat saya pertama kali kerja, di umur 3 bulan, biasanya saya memompa 3 kali dikantor, jam 9an, jam 12an dan jam 4an. Biasanya satu payudara menghasilkan kurang lebih 120 cc susu. jadi total bisa sekitar 700 s/d 750 cc sehari. Tapi itu juga tergantung mood dan beberapa hal seperti apakah paginya saya sudah menyusui atau belum. Kalau sedang stress kadang berkurang menjadi 80 cc per payudara, dan yang lucu, antara payudara kanan dan kiri, berbeda jumlah susunya. Untuk kasus saya yang sebelah kiri lebih banyak sekitar 10-20 cc.

      Tapi jumlah asi yang dipompa berkurang dengan bertambahnya umur Fabian. dia berumur hampir 1 thn, sehari saya hanya memperoleh sekitar 500- 600 cc. Persedian ini cukup utk konsumsi susu Fabian di siang keesokan harinya, karena setelah 6 bulan, dia sudah di berikan makanan pendamping asi. Saya berhenti memompa asi ketika Fabian berumur 20 bulan dan mencampur asi dengan susu formula. Tapi masih menyusui secara langsung sampai fabian berumur 30 bulan.

  8. wah, sekarang babyku 2 bulan dan sekarang lg persiapan memerah karena sudah mau masuk kantor lagi. Setiap memerah rata2 payudara kanan menghasilkan kurang lebih 60 cc dan payudara kiri kira kira 40 cc. sedikit sekali ya mbak, padahal sudah di pompa dengan alat dan juga diperah dengan tangan. sudah dipijat, di kompres, makan katuk… gimana gak stres ni, takut asinya gak cukup kalo sudah di kantor😦

    • Hallo mbak Risty,
      Salam kenal.. selamat ya sudah berhasil jadi ibu ASI… ga mudah loh..
      Kalau menurut saya, mbak jangan stress.. karena yang stress adalah musuh utama dari pemberian ASI. Saran saya adalah cobalah rilex pada saat memerah, karena biasanya malah memperlancar keluarnya ASI. Kalau dari segi quantity, akan berbeda untuk setiap ibu, jadi jangan minder dulu. Mungkin sekarang ASI mbak masih diberikan secara langsung ke baby, jadi yang tersisa untuk dipompa hanya yang berlebih. Nanti kalau sudah kerja, dan benar2 tidak menyusui sama sekali di siang hari, pasti akan lebih banyak ASInya. Jangan menyerah ya mbak..

  9. trims ya.. jangan bosen2 ditanyain ya mbak….

  10. Hai Mba..
    Salam Kenal..
    Sy mempunyai bayi berusia 2 bln 3 minggu, sampai saat ini sy masih ASI eksklusif.
    Kendala yang sy hadapi, sy bingung dalam memberikan jml cc tiap kali pemberian ASI saat sy dikantor.
    Selama ini, mamah sy berikan si baby 60-75 cc dalam 4 sesi pemberian.
    Apakah itu cukup untuk usia anak sy?

    Fyi, setiap kali habis pemberian susu, anak sy selalu sendawa, yang umumnya menandakan anak sy kenyang.
    Apakah benar??

    Mohon pencerahannya ya…

  11. hai, kalau menggunakadan pompa listrik dan manual sekaligus seperti yg mbak lakukan, bgaimana caranya? ada yg membantu atau dikerjakan sendiri/
    trims

    • Hai mbak Risty,
      Biasanya saya menggunakan pompa manual di sebelah kanan (karena saya right handed) dan pompa elektrik di sebelah kiri (ditahan dengan tangan kiri). Tapi kalau mbak left handed, mungkin bisa dibalik. Jadi menghemat waktu, karena pada saat refleks yang memicu pengeluaran asi terjadi, asi bisa langsung keluar dari kedua payudara..

      Selamat mencoba..

  12. tanya lagi… kalau skip waktu memerah, apakah tetap dilakukan seperti waktu biasa atau bagaimana?
    trims lho……..

    • Hai lagi, biasanya kalau saya tidak bisa memompa pada jadwal yang biasa, saya mencari kesempatan secepatnya utk memompa. Lebih karena biasanya payudara terasa sangat kencang dan sakit bila ditunda terlalu lama. Lalu jadwal selanjutnya dapat bergeser sesuai delay dari jadwal pompa pertama.

      tapi sepertinya akan berbeda setiap orang.. mungkin nanti mbak Risty akan menemukan pola yang lebih nyaman untuk mbak..

  13. wahh,,mba’..senang sekali bisa ketemu blog nya mba’..kebetulan baby saya skarang umurnya dah 2 bln,,n bulan depan saya udah harus masuk kantor lagi..saya pengeen banget ngasi asi ekslusif ke baby saya,,tp sampai skarang mompa/merah asi nya masih seuprit2 dapetnya,,n bayi saya jg hampir tiap jam nenen terus,,jadi gak sempet buat belajar merah..hiks..

    selain itu buat konsultasi ke klinik laktasi jg hal yg mustahil bg saya,krna disini gak ada klinik laktasi,,(aku di lhokseumawe), n disini jg masih pada belom aware gt ibu2nya sama asi ekslusif..

    pengalaman mba’ bisa jd masukan berharga niyh buat saya…doakan saya jg bisa sukses ngasi asi ekslusif buat bayi ku yah mba’..

  14. hai mbak..
    mo sharing aj nih… knapa anakku ga suka nenen PD kanan ya… klo dlm keadaan tdr br mau. Aku dah coba latih terus, tp di menolak terus.. skarang anakku umur 4 bl.. PD ku dah jd gede sebelah, gede yg kanan..

    Mungkin ada yg pernah berpengalaman sama…

    • Dear Reni, Kebetulan anakku juga lebih suka yang sebelah kiri, sehingga yang kiri menjadi lebih besar karena kapasitas ASInya lebih banyak. Tapi tidak terlalu ekstrim sih. Mungkin hal ini dikarenakan pada saat kita menyusui di kiri, otak kanan kita yang bekerja, sehingga penuh dengan perasaan, dan lebih nyaman untuk bayi. Ditambah disebelah kiri ada detak jantung ibu, sehingga mengingatkan bayi sewaktu dikandungan.

      Untuk solusinya, sepertinya harus dicoba utk mempelajari posisi yang nyaman utk yang kanan. Tapi ini juga tidak ada jaminan mbak, tapi at least, tidak terlalu berbeda jauh antara yang kanan dan kiri..

  15. hallo mba, tolong dibantu.. Selama ini cara menyusui saya adalah bergantian tiap payudara tapi dalam arti, pertama menyusui dgn pd kanan lalu menyusui berikutnya dgn pd kiri,begitu seterusnya bergantian…apakah efektif? Sya ibu muda baru yg memiliki bayi usia 2 bln dan bulan depan akan kembali ngantor… Saya jga sedang dalam persiapan menyiapkan stok asi,hanya saya bingung kapan waktu utk memompanya? Saya bertekad utk tetap memberikan asi exclusive walau saya bekerja..tolong dibantu yah..

    • Dear mbak Pricillia,

      maaf kalau baru sempat membalas. Kebetulan saya juga baru memiliki anak kedua yang berumur 2bulanan dan januari mendatang akan mulai kerja kembali. untuk pengalaman mengenati stok asi, bisa dilihat di blog anak kedua saya . semangat ya mbak.. walau sulit, pasti bisa ASI eksklusif!

  16. asw.kalo memerah ASI pake tangan ada teknik agar dapat banyak gak bund?stlh 6 bln saya ingin tetap memberikan ASI kpd anak.tks

    • Salam kenal,
      Saya pernah mengikuti konsultasi laktasi di carolus untuk memerah dengan tangan. Berhubung, waktu itu, saya kurang sabar dan masih panik (takut tidak cukup asi) maka cara memerah dengan teknik itu, tidak berhasil saya kuasai. Mungkin mbak bisa bertanya ke klinik laktasi RS carolous, atau ke AIMI (@AIMI_ASI).
      Terus semangat yah.. pasti bisa lulus S2 ASI🙂

  17. In islam the concept of breastfeeding are writen on al baqarah verse 233:
    the mothers shall give suck to their children for two whole years, (that is) for those (parents) who desire the terms of suckling…
    May god give you guidance, you are really good mother

  18. Mbak mohon bantuanx,costumer service or service centre medela di makassar dimana n no tlpx brp? Soalx manual breadspump sya rusak, daya hisapx kurang sehingga pemompaanx hrus dilakukan berkali2.. Mohon dibantu ya mbak. ⌣»̶·̵̭̌✽({}) Mäkäsih ({})✽·̵̭̌«̶⌣

    • Hai mbak Fatma, Maaf, Kalau service centre medela di makasar saya kurang tahu ya mbak. Tapi mungkin mbak bisa pesen ke web online store kaya http://asibayi.com utk sparepartnya dan bisa dikirim ke makasar. Kalau pompa manual sepertinya harus ganti sparepart ya?

      Maaf kalau tidak bisa membantu. Atau mungkin mbak bisa tanya ke aimi. Lewat twitter di @aimi_asi. Mereka ada cabang ke daerah2 lain diindonesia.

      Sent from my iPad

  19. Hi mba Hanny, salam kenal ya…
    Seneng deh baca blognya…banyak sharing dari temen2 yg masih kebingungan seputar asi. Sy awalnya cari service center medela, thx for the info. Saya jg ibu yg berjuang untuk bisa memberikan ASIP selama bekerja, sampai saat ini masih optimis bisa, baby dah usia 8 bulan. Semoga bisa lulus S1 dan S2nya….

    • Hai Mbak Fero,
      Terima kasih ya sudah mampir di blogku. Semoga informasinya berguna. Saya juga masih menyusui anak kedua saya Rena. Puji Tuhan Sudah Lulus S1 dan S2. Lagi berjuang untuk S3🙂

  20. dina maria sinaga

    Siang mbak & salam kenal,
    Blog nya menarik sekali & ckp informatif.
    Sy mohon share nya ya mbak. Anak sy baru berumur 45 hari, tp sy sudah harus masuk kerja bahkan sebelum anak saya berumur 1 bulan. Sy hanya diberi izin (bukan cuti & potong gaji) selama 4 minggu karena sy blm genap 1 tahun bekerja, berhubung sy kerja di swasta perseorangan meskipun sy di bagian kantornya. Awalnya asi sy sedikit keluarnya, bahkan 2 minggu pertama anak sy belum mau netek karena puting sy tidak keluar, jd sy harus pompa asi sy spy tetap keluar & anak sy sudah minum sufor sejak setelah lahir (proses lahir caesar). Tp kurang 10 hari dari masa cuti sy, sy berniat keras bahwa sy harus bisa menyusui anak sy dan akhirnya berhasil. Tadinya asi hanya sedikit tp lama kelamaan sy merasa asi sy mulai bertambah quantity nya tp tidak deras. Karena sy sudah kembali bekerja, sy hanya menyusui pada malam-pagi sebelum berangkat kerja (18.00 – 8.00), jadi siang hari anak saya minum sufor.
    Namun saya sangat ingin sekali bisa asi eksklusif apalagi saya merasa makin hari asi saya mulai meningkat quantity nya. Beberapa hari terakhir ini saya coba perah PD dengan tangan, mungkin karena salah teknik hasilnya tidak maksimal. Lalu saya browsing di internet tentang teknik memerah, barulah mulai terasa efeknya meskipun hasil juga masih belum banyak tapi lebih baik dari sebelumnya, sekitar 40ml di PD kiri sedang PD kanan kadang bisa keluar kadang tidak, itu karena tangan sudah pegal2 perah selama 1 jam.
    Yang mau saya tanyakan, apakah masih bisa bagi saya untuk asi eksklusif ya dengan menyimpan asip tersebut, mengingat posisi saat ini asi yang saya perah seharian hanya habis sekali minum karena anak saya kuat minum, karena saya belum punya stok asip? Masih bisa tidakkah saya melakukan stok asip, mengingat kondisi saya & waktu yang saya rasa sudah terlambat?
    mohon share nya ya mbak & terima kasih sebelumnya.

    • Hallo mbak Dina, salam kenal juga.
      Wah sepertinya perjalanan menyusui mbak cukup berat yah. Tapi tetap semangat ya mbak. Tidak ada yang tidak mungkin, kalau memang ada kemauan keras. Menurut saya, walau dengan kondisi mbak sekarang, kalau semangatnya masih terus berkobar, pasti bisa ASI eksklusif.

      Kalau mbak butuh dukungan, mungkin bisa mengikuti akun twitter AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) – @aimi_asi. Disana banyak sekali informasi seputar menyusui dari ibu2 yang sangat peduli dengan ASI. Selain itu, mereka juga suka mengadakan semacam training untuk memerah, pengetahuan ASI sampai Makanan pendamping ASI.

      Semangat terus ya mbak. Walau penuh perjuangan, hasilnya tidak akan mengecewakan. Bayi yang mengkonsumsi ASI lebih sehat, tahan sakit dan lebih dekat dengan Ibunya.

  21. Senang banget ketemu blog ini…… Salam kenal mba…..
    Sy baru melahirkan anak kdua usia 17hr, sy sedang belajar memompa asi, dgn medela electric, setelah anak tidur sy pompa hanya dapat 20-30ml, dr kedua PD, sy akan kembali bekerja setelah cuti 3bln, sy khawatir tdk bs memberi asix , spt pada anak pertama sy gagal total…. Tolong beri saya tips n trik bisa mendapat asi yang banyak……
    Terima kasih banyak untuk infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s