Tangan kanan atau tangan kiri?


Mungkin saat ini, anda sedang bertanya-tanya, kenapa anak saya selalu menggunakan tangan kirinya atau kok sampai sekarang dia tidak menunjukkan tangan yang dominan..

Saya baru saja mendapat informasi yang cukup menarik mengenai kecakapan tangan ini. Tony Buzan mengatakan bahwa sebagian kelompok masyarakat telah membuat 2 kesalahan penting dalam bukunya “brain child”, yaitu:

  1. menganggap dominan tangan kiri adalah buruk, jelek, kidal dan dominan sehingga dihina dan ditolak, sedangkan dominan tangan kanan adalah baik, tepat, trampil. Akibatnya di akhir abad ini, jutaan anak yang dominan tangan kiri dipaksa untuk menggukanan tangan kanan mereka dengan berbagai metode seperti mengikat tangan kiri atau memberi hukuman, dll
  2. karena menganggap bahwa hanya ada pilihan untuk menggunakan salah satu tangan tertentu (baik kiri atau kanan). Sehingga mereka memaksa perbandingan dari 60:40 menjadi ekstrim 90:10. Yang pada akhirnya mengakibatkan ketidak seimbangan mental dan menjadi ketidak seimbangan fisik.

Jadi sebenarnya mana yang benar?

Kalau kita perhatikan, kedua tangan anda dapat bekerja sama baiknya. Dan seperti pada hukum sinergis, bila kedua tangan digunakan secara bersamaan, akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan bila hanya mengandalkan satu sisi tangan saja.

Buzan juga mengatakan bahwa sebenarnya semua bayi terlahir untuk AMBIDEKSTER. walau ada kecenderungan untuk memilih penggunaan sisi tangan tertentu, tubuh mereka dirancang untuk bekerja dengan cara yang seimbang dan terintegrasi. contohnya pada perkembangan otot dan koordinasi awal mereka seperti merayap, merangkak, memegang, dan memanjat.

Selain itu beberapa contoh seperti petinju besar seperti Muhammad Ali dapat melemparkan tinju dengan tangan kanan dan tangan kiri sama baiknya, sehingga lawan tidak pernah tau dari arah mana pukulan akan datang. Atau pada atlit renang, dayung, dll, mereka dapat menggunakan kedua tangan mereka dengan sama mahirnya.

Jadi.. apa yang orang tua harus lakukan adalah, melatih kemampuan ambidekster anak mereka. jadikan seperti permainan, misal menyisir rambut dengan tangan tidak dominan, atau menggunakan tangan yang berlawanan pada saat makan, melakukan olah raga yang menggunakan keseimbangan kedua tangan seperti berenang, mendayung, bela diri, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s