Fabian akan masuk sekolah!!


Saya dan suami akhirnya memutuskan untuk memberikan Fabian kesempatan untuk belajar di sekolah 5 hari seminggu, 3.5 jam sehari di High scope kuningan. Bayangkan, anak seumur 23 bulan, harus setiap hari ke sekolah dan tinggal disana dari jam stg 9 sampai jam 12!! apakah dia akan bertahan ya?

Kalau dilihat pertimbangan saya ketika mengambil keputusan ini adalah

  1. The younger the better learner he is. Saya tidak mau kehilangan kesempatan utk memperkuat daya pikir fabian. Dari beberapa buku yang saya baca belakangan ini, semua memberi penjelasan yang sama. Bahwa semua anak adalah adalah calon genius. Dan yang membedakan genius atau tidak adalah stimulasi yang diberikan oleh orang tua/pengasuh kepada anak dari umur 0 sampai 5 tahun. Bila saya perhatikan, bila saya bekerja, fabian hanya bersama susternya, dan hanya dapat mengamati  bagaimana mencuci piring, menyapu, memasak, membersihkan meja, memcuci baju, dan sedikit mainan lain seperti play doh dan mobil-mobilan. Saya tidak mengatakan bahwa suster saya salah, karena memang di tempat saya tidak ada pembantu, jadi dia sebenernya sudah luar biasa membantu saya. jadi memang seharusnya saya yang berkewajiban utk mendidik Fabian. Tapi karena waktu yang saya punya tidak banyak, mungkin sebaiknya Fabian mendapatkannya di sekolah.

  1. Learn is not punishment, its a fun reward act. Saya berusaha memilih sekolah yang bukan mendikte anak dan memberi teori. Tapi yang membantu Fabian mengeksplorasi rasa ingin tahunya dan melatih dia berpikir analitis, dan memupuk rasa ingin belajarnya. Selain itu juga menanamkan rasa disiplin. Terus terang saya agak kerepotan dengan yang satu ini. Kapan harus keras dan kapan harus melihat situasi.
  2. Socialize with other children. Selama ini, fabian hanya bertemu dengan keluarga dan orang dewasa. Dia tidak tahu bagaimana dunia anak diluar sana
  3. belajar mandiri. selama ini Fabian harus ditemani 24 jam sehari. entah itu oleh suster, saya, papanya atau keluarga yang lain. Kami tidak berani membiarkan dia bermain sendiri. Dengan sekolah, seharusnya guru disana lebih terbiasa untuk melatih anak mandiri, tanpa mengurangi keamanannya.

Semoga ini menjadi keputusan yang paling baik yang pernah saya buat untuk masa depan fabian..

8 responses to “Fabian akan masuk sekolah!!

  1. Nice Blog… ^^
    anak saya, Kathleen, juga rencananya mau di ikutkan ke High/Scope Rancamaya.
    menurut mama fabian, progress fabian setelah beberapa bulan sekolah gimana?
    maju dengan pesat atau sekedar maju saja?

    thanks infonya yah. ^^

    regards,
    eric

    • Dear Eric, thank you for your comment..
      Fabian sekarang sudah lewat 1 term (10 minggu), dan sedang ikut holiday program.
      Jujur, di awal periode sekolah ini, tujuan saya hanya mengalahkan “separation anxiety”. Memang kata guru2 disana, proses ini bervariasi antara satu anak, dengan anak lainnya. Dan untuk Fabian, masih berlanjut sampai sekarang.
      Memang dia sudah enjoy di sekolah setelah lupa dengan perpisahan dengan mamanya, tapi setiap pagi hari, dia masih menangis atau setidaknya merenggut ketika memasuki playground highscope😦

      Terus terang, saya cukup surprise dengan peningkatan ketrampilan Fabian. Pertama, dia sudah biasa buang air di toilet (yang lebih menakjubkan, dia sendiri yang mau, bukan karena saya paksa). Lalu dia juga mulai sering berceloteh, semakin hari kosa katanya meningkat cepat (walau hanya sedikit yang dalam Engish- karena dirumah kami hanya berbicara bahasa Indo) dan semua kata-katanya sudah menunjukkan penggunaan logika… Yang paling menyenangkan adalah dia mulai tidak canggung bermain bersama dengan anak seumurnya, walau kadang dia mau share mainan, kadang tidak.

      Hope Kathleen’ll get lots of fun in Highscope…(remember, it’s always hard at the beginning:))

  2. hihihi, thanks for the reply Fabian’s Mom.
    seakrang kathleen udah iku holiday schoolnya highscope seminggu lebih.
    hmm, progressnya blm terlihat karena Kathleen type yang suka bersosialisasi, trus Kathleen juga waktu pertama ke sekolah gak takut di tinggalin.
    hm…, jd mesti gimana liatnya yah, hehehhe…..
    ok deh gpp, masih ada 2 minggu buat liat progresnya. soalnya Highscope ada nawaing disc 15% buat uang pangkalnya, dan itu berlaku sebelum tgl 15 juli. dan sekarang papahnya masih bimbang🙂
    thanks Mama Fabian.

    regards,
    eric

    • wah senang sekali, tidak perlu menghadapi “separation anxiety”… ini salah satu penyebab utama para orang tua ragu untuk menyekolahkan anak dari usia dini. termasuk saya😦

      Tapi sepertinya agak susah ya kalau melihat kemajuan anak dalam 2 minggu. Karena biasanya baru mulai terlihat setelah melalui 1 term. Kalau boleh tanya, sebenernya papanya bimbang dengan sekolahnya atau perlu sekolah atau tidak? just wonder..

      Saya terus terang juga jatuh hati dengan highscope rancamaya. Diantara sekolah highscope yang lain, yang satu ini paling nyaman untuk anak-anak usia toddler sampai TK. Banyak hijaunya, lapangan luas, peralatan relatif baru dan bersih.. (pernah liat pas ada open house)

      Ocre.. good luck yah.. semoga menemukan yang terbaik

  3. hihihi, thanks a lot for the fast reply.
    hmm, sebenernya sih ‘terantuk’ bimbangnya pada perlu atau tidaknya sekolah dini [toddler class]. ada beberapa komentar yang bilang sekolah d usia dini lebih bagus, tapi ada juga komentar temen yang anaknya udah 2 bilang gak perlu. nanti ajah tunggu playgrup atau TK. hmmm…. jd binun deh sayah.
    ada masukan lain dari Mama Fabian?

    regards,
    eric

    • kalau menurut saya, semua kembali ke kondisi keluarga. Berhubung saya dan suami bekerja, Fabian lebih lama bersama baby sitternya. Daripada dia hanya memperoleh stimulus yang tidak optimal dari seorang babysitter, sekolah akan memberikan stimulus yang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak. Saya juga belum membuktikan, apa benar semakin banyak anak belajar diusia dini, semakin baik.. tapi yang saya baca dan lihat, banyak anak yang menjadi cerdas dan menonjol karena diberikan stimulus yang mencukupi…

      Any way.. it’s a parents’ decision.. seorang mama pasti mengetahui yang terbaik untuk anaknya🙂

  4. Ok Ok…..
    btw ini Papahnya😛

    masih ada beberapa minggu lagi buat decide.
    thanks a lot buat inputanya yah

    cheers
    eric

    • Ups.. maaf ya papanya Kathleen..
      tapi biasanya memang feeling mama lebih kuat daripada papa..🙂
      Jadi coba ditanyakan ke mamanya..bagaimana menurut insting ibunya..

      Good luck yah..all the best for you and family..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s