Fabian mulai enjoy sekolah :)


Setelah perjuangan 3 minggu lebih, akhirnya saya dan suami saya mulai melihat buah hasil perjuangan kami. Minggu pertama penuh perjuangan.. lalu minggu kedua hanya efektif 3 hari karena ada libur pemilu dan paskah.. Setiap hari Fabian mengamuk, teriak dan sering marah tanpa sebab.. Awal minggu ke tiga (hari setelah libur panjang) seperti hari pertama masuk sekolah.. Fabian teriak meronta-ronta ketika diantar ke sekolah.. di kelas dia menangis sekitar 1 jam..

Hari berlalu, saya tetap konsisten.. Setiap hari saya bujuk dia untuk sekolah. Layaknya saya berbicara dengan orang dewasa, saya menanyakan kepadanya mengapa dia harus takut ke sekolah. Karena pada saat hari pertama, ketika saya ada didalam kelas, dia begitu enjoy..saya tanyakan padanya “apa Fabian takut?”

“Kuk” katanya (kuk=takut) lalu saya menambahkan “karena didalam kelas tidak ada yang fabian kenal?” dia berkata “cus at” (= mau lihat suster). Saya berkata padanya Fabian takut ditinggal sus ya.. Susterkan tunggu Fabian diluar. Fabian tidak bisa lihat, tapi suster ada didepan. Kan setelah good bye song, Fab bisa pulang, nanti lihat cus.. Sus ada diluar..  Nanti Fab lihat ya,.. dimana suster tunggu. Fabian pasti bisa. Mama yakin Fabian berani. Kan di sekolah ada miss ii, miss indri, miss novi dan miss ari, semua sayang Fab.

Saya terus mengatakan padanya “Mama yakin Fabian bisa”, , “Fab pasti senang disekolah, ada mainan truk, doh, pasir, Fab mau main apa?” Saya ingat kata-kata Covey dibukunya bahwa ibunya adalah orang yang paling affirmatif dan supportive. Bahkan sampai di penghujung hidupnya dia masih mengatakan bahwa Covey pasti bisa, dan akan sukses. Saya berusaha menyemangati terus sambil mengajaknya berbicara dengan menatap matanya.

Di saat otak saya berpikir bahwa anak ini baru berumur 2 tahun dan tidak mengetahui apa-apa, tapi hati saya merasa bahwa dia sama seperti orang dewasa. Dia juga memiliki ketakutan, keberanian, kekuatan dan harapan. Hanya saja kemampuan utk mengemukakan pendapat/pikiran masih belum terasah.

Satu hal lagi yang ada dikepala saya adalah untuk menjaga konsistensi/rutinitas. Urutan kegiatan dipagi hari sebisa mungkin jangan diganti. Bangun tidur Fabian makan terlebih dahulu, lalu mandi dan pakai baju sekolah. Lalu diantar mama ke sekolah. Alhasil, saya terus-menerus terlambat masuk kantor😦 Sampai di sekolah, saya mengantara dia ke play ground dan menyerahkan dia ke miss ii/indri lalu mengucapkan “mama kerja dulu ya, ntar abis good bye song fab di jemput sus”

Minggu ke empat dimulai, seperti biasa, hari senin adalah yang tersulit, karena sabtu dan minggu memiliki rutinitas yang berbeda. Sebenarnya sejak hari kamis minggu sebelumnya, Fab sudah mulai bisa bermain dikelas tanpa harus dipangku/ditemani oleh gurunya. Hari senin ini juga sama. Pada saat perpisahan dengan saya, dia menangis sekeras2 nya, tapi selanjutnya dia mulai bermain dengan bebasnya.. hal ini berlanjut ke hari selasa dan saya untuk pertama kalinya melihat dia bermain dengan senang nya melalui jendela sekolah, ketika saya cuti sakit setengah hari. Betapa bahagia melihatnya..

Hari Rabu adalah hari ulang tahun Fabian. Saya mengantarnya seperti biasa dan meninggalkannya. Jam 11 saya ke kelasnya karena ada perayaan kecil ulang tahunnya. Saya hanya melihat dari luar dan sangat terkejut, bagaimana fabian bisa begitu mandiri dan ceria didalam kelas. .Dia duduk didepan kelas dengan kue ulang tahun didepannya. Setelah menyanyikan lagu happy b’day, dia meniup lilin dengan PD nya.. lalu seperti permintaan dia “miss, tong kue”. Gurunya membagikan kue ke anak2 lainnya.. betapa lucunya melihat beberapa anak kecil dengan lahapnya memakan kue coklat sampai mulut dan dagunya penuh dengan remah coklat.

Kemajuan lain pun mulai terlihat.. di rumah dia suka sekali meminta papa/mamanya menyanyi dan mengikuti nyanyiannya. kosa katanya pun semakin bertambah..Dia terlihat lebih ceria..saya dan papanya merasa senang dan lega.. ternyata kita tidak membuat keputusan yang salah..

Hari ini.. saya melihat dia mulai tidak menangis ketika perpisahan dgn saya. Dia hanya terlihat sedih ketika digendong oleh miss Indri. Tapi tidak sampai meneteskan air mata.. begitu senangnya.. semoga tetap berlanjut ya..

3 responses to “Fabian mulai enjoy sekolah :)

  1. semangat ya fabian..🙂

  2. terima kasih ya mama Fabian.. :))
    jujur, setelah membaca tulisan ini perasaan sy legaaaaaaaaaaaaaaaa banget! kebetulan baru 2 hr ini anak sy yg berusia 2 thn masuk kelas toddler. dan kasusnya sama spt Fabian pada saat minggu pertama masuk sekolah. bahkan Keenan menangisnya krn ditinggal bisa sampai 3 jam tanpa henti. krn sy cari-cari informasi di google bagaimana mengatasi tangisan di hari pertama sekolah, dan salah satu yg keluar posting mama Fabian ini. This is really help me much!!! ty mama.. moga Fabian sehat selalu dan menjadi kebanggaan bagi mama dan papanya. GBU mama.. :))

    • Salam Kenal Bundanya Keenan,
      Senang sekali bisa membantu sesama bunda. Saya mengerti benar perasaan bunda, melihat anaknya menjerit-jerit ketika tinggal sekolah. Merasa seperti bukan orang tua yang baik apalagi melihat anak lain sepertinya sudah membaik setelah beberapa hari.

      Jangan patah semangat yah.. saya percaya early education akan memberikan pengaruh yang sangat baik untuk anak. Hanya saja reaksi anak berbeda-beda , ada dapat ditinggal dengan mudah, ada yang tidak..

      Btw, Keenan sekolah dimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s