Penyakit Kaki tangan mulut menaklukan Fab untuk kedua kalinya


Yup, virus penyakit KTM atau Hand Foot and Mouth disease atau yang dikenal juga dengan nama flu singapore, berhasil menaklukan Fabian yang mungkin pada saat itu sedang turun daya tahan tubuhnya.

Berawal di hari Kamis malam (3  juni 2010), badan fabian seperti sumeng (istilah kami utk demam yang tidak terlalu tinggi, sekitar 38-38.5 derajat celcius). Padahal, hari itu, Fabian masih ceria dan aktif dan sekolah seperti biasanya. Berpikiran bahwa badan Fabian masih melakukan perlawan terhadap apapun yang sedang menyerang dia, saya tidak memberikan obat demam apapun. Sekitar jam 2 pagi, suhu badannya menaik sampai 39, tapi fabian menolak meminum obat demam tempra sampai akhirnya dia ketiduran kembali. Karena dia masih berkeringat, saya masih optimis, dia tidak akan meninggi suhunya.

Di pagi hari, Fabian terlihat sangat lemas. Dia tidak bersemangat dan terlihat sangat sayu. Suhu tubuhnya masih berkisar di 38.5-39 derajat. Dia tertidur dari pagi hingga jam 2 siang. Mungkin setelah meminum tempra 5ml, suhu tubuhnya menurun, lalu dia mulai mau beranjak dari kasur dan sempat mengajak saya bermain basket di podium.

Kebetulan hari Jumatnya, saya cuti setengah hari untuk mengambil raport Fabian. Jadi saya sekalian mengantarkan dia ke dokter Sanders yang praktik jam 5-7 sore di RS Brawijaya hari itu.

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, Fabian diperiksa dokter Sanders, dan didiagnosa radang tenggorokan. Menurut dokter di tenggorokannya ada seperti sariawan berwarna putih. Itu juga cukup menjelaskan mengapa Fabian sulit sekali untuk makan atau minum hari itu. Dokter memberikan obat antibiotik yang berupa puyer (sesuai dengan permintaan Fab) dan diminta meneruskan tempra dengan dosis 7,5ml per 6 jam. (menurut dokter sanders, boleh memilih 5ml per 4 jam, atau 7,5ml per 6 jam utk Fab). Selain itu, dia memberikan resep batuk pilek utk cadangan bila ternyata penyakitnya berkembang ke batuk atau pilek.

Hari Sabtu, Fabian bangun menangis sambil memegang lidah, menggarukan lidahnya ke bajunya dan berusaha untuk memasukan tangannya ke mulutnya sambil mengatakan, “ma, tolong ilangin sakitnya”. Setelah dilihat ternyata sariawannya bertambah, ada yang dilidah, di bibir, sampai di bagian atas lidah yang sering dia korek2 dengan tangannya.

Sesuai perkiraan saya, di sabtu sore, mulai ada beberapa titik merah di bagian kakinya. Dan di minggu pagi, mulai bermunculan di tangannya. Positiflah berarti virus KTM menyerang fab. Seperti sewaktu dia berumur 11 bulan, seperti saya ceritakan di post ini.Huf.. seharian mulai dari Sabtu dan berpuncak di hari Minggu, Fabian menolak untuk makan, minum susu atau minum air.

Yang membuat saya sedih, dia minta dibelikan makanan kesukaannya, tapi begitu dia gigit 1kali, dia berhenti, dan minta saya  untuk menyimpannya untuk nanti kalau fab sudah sembuh. Sepertinya dia lapar, tapi setiapkali menelan sesuatu, perih dirasakan dimulut dan tenggorokannya…

Saya hanya bisa berdoa semoga penyakit ini cepat ditaklukan. Dokternya mengatakan tidak perlu ada obat tambahan, hanya gunakan enkasari utk kumur saja. Berjuang ya Fab.. Mama yakin Fabian, bisa melewati penyakit ini dan menunggu waktu dimana nafsu makanmu bertambah setelah sembuh nanti..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s