Cerita perkembangan Fabian – 3 tahun 10 bulan


Entah apa karena ada new born baby dirumah,atau memang di usianya yang mendekati empat ini, fabian nampak sudah menjadi anak kecil, dia kehilangan baby looknya. Tubuhnya semakin tinggi, 103 cm, dengan berat 17,5kg dia terlihat tinggi kurus. Aneh, padahal makannya bisa sebanyak orang dewasa (walau masih dipaksa dan belum dikunyah dengan baik).

Bukan hanya penampilan yang berubah, wataknya pun sudah semakin menyerupai orang dewasa. Dia bisa berargumen, memerintah, dan menasihati orang. Satu hal yang membuat frustasi adalah kebiasaannya berteriak dan memukul pembantu bila dia sedang  bad mood atau kesal.

Merasa bahwa anak tidak perlu dibanding-bandingkan, Saya cukup tertegun dengan perkembangan anak-anak lain seusia fab diluar sana. Banyak orang tua yang berobsesi anaknya pintar, memaksa mereka mempelajari baca, tulis, matematika diusia sangat dini.*seingat saya, saya baru belajar baca di tk..Saya mulai tertarik untuk memasukkan fab ke sakamoto/kumon, bukan karena alasan ingin agar dia mahir di math, tapi karena fab menunjukkan minat yang cukup kuat terhadap angka. Dia bisa membaca lambang angka dari 1-20, hanya karena dia sering melihatnya di parkiran (no lot mobil yang dicat dilantai). Dia juga suka sekali berhitung.. saya pikir, saya harus memberi stimulus yang lebih banyak, agar minatnya bisa berkembang.

Setelah survey kumon dan sakamoto, saya memilih sakamoto di jalan padi  Bogor dan mulai memasukkan fab di desember ini. Simply karena kumon terlihat terlalu memberikan beban terhadap anak seusia fab, dengan pr dan latihan yang bertubi2. Saya merasa, kumon lebih mementingkan hasil perhitungan matematika dari pada proses belajar dan problem solving. Padahal dari segi biaya, keduanya tidak berbeda jauh. Sakamoto – uang pangkat 250rb dan uang les 350 per 8 jam.

Hobby fabian yang paling menonjol masih seputar kegiatan fisik (motorik kasar) dan verbal (pretending, cerita). Fabian dengan gemilangnya dapat mempelajari sepeda roda dua dalam beberapa hari .. (bahkan susternya pun kalah, karena belum bisa sepeda roda dua :)).  Dia suka pretending dengan bercerita seperti pedagang yang berjualan tomica, lengkap dengan komputer untuk bayarnya.  Bila sudah malam, tokonya ditutup dan dia berpura-pura memutup pintu dan menguncinya.

Sifat kerasnya sudah semakin terlihat. Fabian akan sangat sulit untuk diminta beralih kegiatan. misal untuk mandi, utk makan, utk tidur, dll. Saat ini, papanya lebih trampil untuk mengajak dia, dari pada saya. Mungkin karena saya, kadang tidak konsisten dengan apa yang saya katakan, jadi dia melihat bahwa mamanya masih bisa ditentang. Sungguh hal ini, membuat saya cukup stress… karena semua kegiatan bisa menjadi seperti perang dulu..

Minggu ini, saya mencoba membuat jadwal kegiatan dia dengan menggunakan foto dia pada saat melakukan kegiatan tersebut. Mulai dari bangun, mandi, makan, main, sekolah dst. Semoga cara ini bisa membuat dia untuk lebih mengambil inisiatif utk melakukan kegiatan tersebut tanpa harus diminta oleh orang lain.

Akhir-akhir ini, Fabian suka sekali berteriak bila keinginannya tidak dituruti. Untungnya, papanya mengambil cuti 2 minggu, sehingga teriakannya mulai berkurang, karena dibiasakan dengan teriakan, keinginannya tidak dipenuhi. Mungkin kebiasaan ini muncul, karena saya menghabiskan waktu lebih banyak dengan adiknya yang baru lahir sehingga dia terbiasa memerintah pembantu dirumah.. huff.. sungguh sulit membagi waktu utk kedua anak ini..

Semoga sebalum cuti saya berakhir *tinggal 2 minggu, keadaan bisa terkendali sehingga saya bisa bekerja dengan tenang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s