Cerita Fabian lihat video pocong


Pernahkah anda dipusingkan dengan ulah PRT dan babysitter anda? Diantara sekian kasus yang pernah saya alami, kejadian kemarin malam adalah salah satu yang cukup unik. babysitter saya mengirimkan sms ke suami yg isinya seperti ini :

“Tadi fabian nonton video di HP mbak lia. Kata Fabian:”saya takut cus, ada orang mati trus kepalanya dibawa dan goyang-goyang”. Kata saya, kalau Fab takut, bilang aja kemama. Fabian ga mau, nanti mama marah. Atau papa. Kata Fab: “ apalagi papa, lebih marah lagi”. Kalau bisa, jangan Fabian yang ditegur ya.”

Suami saya menunjukan SMS ini, waktu pulang kerja kemarin. Coba kalau anda yang mengalami hal serupa, apa yang anda pikirkan dan reaksi apa yang anda lakukan?

Terus terang, hal pertama yang saya rasa adalah marah. Hmmm, bukannya itu dah jelas yah, ga boleh kasih lihat video serem2 ke anak kecil. Lalu, kenapa juga ga bilang ke saya, malah ke suami duluan? plus, ini babysitternya yang membesar2kan masalah, atau memang benar kejadiannya seperti itu?

Tapi malam tadi saya tidak menindak lanjuti masalah ini. Saya mencoba untuk menenangkan pikiran dulu. Lagipula tidak ada gunanya kalau saya harus menegur salah satu dari mereka didepan Fabian.

Pagi harinya, suami saya cerita, bahwa ia sudah menanyakan kejadiannya ke mbak Lia subuhnya. Kata mbaknya, pas lagi liat video pocong, fabian minta liat. Jadi dia kasih liat video yang lagi ke metik strawberry dibandung. Kata saya “lalu?”. Suami bilang, kan liat kebun strawberry, ya sudah lah.

Lalu, ketika saya sedang siap-siap, Babysitter saya cerita ke saya. “Kemarin, Fabian liat video di HP mbak Lia. Katanya “Fab takut cus, ada orang mati kepalanya dibawah dan goyang-goyang (sambil memeragakan).” waktu dibilang utk ngomong ke mama, dia bilang takut mama dan papa marah. Kasian deh, kayanya dia bener-bener takut. Trus, tadi pagi, Lia ditanya sama bapak, dia ngakunya ngasih liat video di kebun strawberry. Tapi kalau ditanya ke mbak Rahmah (yang juga liat videonya), dia bilang cus blom liat video pocong yah? fabian dah liat 2 kali. Nah sekarang si mbak Rahma takut kalau mbak Lia marah karena dia bilang jujur.

Sekarang ada info baru, kalau mbaknya bohong.. apa reaksi anda?

Karena emosi saya sudah berakhir kemarin malam, saya bisa berpikir jernih untuk masalah ini. Hal pertama yang saya pikir adalah, saya harus lihat video itu. Apapun yang Fabian lihat, saya harus tahu, biar bisa menjelaskan sebenarnya apa yang dia lihat. Dari pada saya harus menebak-nebak, sebenernya cerita Fab itu memang karena dia liat video, apa karena cerita dari teman, atau malah imajinasinya.

Tapi sayang ternyata video itu, sudah dihapus, sehingga saya harus meminta mbak Lia untuk mendeskripsikan kejadian yg diperlihatkan video tsb. Walau dengan takut2 dan sering kali dia bilang, “tapi Fab ga liat bagian itu”

Dari kejadian ini, saya belajar. Lebih mudah untuk kita cenderung marah dan menyalahkan orang lain, bila ada hal tidak benar terjadi pada anak kita. Tapi sayang, jarang yang memikirkan, jadi untuk memperbaikinya, apa yang harus kita lakukan thd anak kita. Bukankah hal ini lebih penting dibanding kepuasan memarahi orang yang salah?

Kalau dipikir, mungkin hanya masalah waktu, anak kita akan juga mendapatkan pengaruh yang buruk. Entah dari teman, atau dari lingkungan lain. Toh tidak mungkin kita melindungi 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan selalu menghilangkan hal-hal buruk. Lebih baik kalau kita menemani mereka disaat mereka butuh informasi dan dukungan. Agar kelak mereka dapat memilah sendiri apa yang baik dan yang tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s