Cerita perkembangan Fabian – 4 tahun 9 bulan


Tidak terasa, Fabian hampir 5 tahun. Sedihnya, saya sudah tidak sempat menulis artikel diblog ini tentang perkembangannya. Kalau sebelumnya, tiap bulan atau maksimal 3 bulan sekali, pasti ada yang saya update. Sekarang hampir 1 tahun yang lalu adalah post terdekat untup update perkembangan Fabian.

Anyway, sekarang Fabian sudah bertambah tinggi dan ‘kurus’ :(  Padahal beratnya tidak kurang bila dilihat dari reference umurnya. Tapi keaktifannya membuat tidak ada timbunan lemak yang bisa diam dalam badannya.  ‘Movement’ is definitely his intelligence. Saya melihat seperti ada per dikakinya yang membuatnya harus bergoyang, berlari, melompat dan terus bergerak. Bahkan pada saat menonton TV pun, dia akan bergerak-gerak di sofa.

Diumurnya yang ke 4 ini, dia sudah mulai mau berbicara dalam bahasa inggris. Yes, He’s finally speak English! Kalau sebelumnya dia mengerti kalau gurunya berbicara dalam bahasa inggeris, tapi masih menjawab dalam bahasa Indonesia. Bahkan gurunya pun terkejut, karena setelah turning point ini, dia sudah mau mengeluarkan banyak vocab. Jadi sepertinya anak ini menunggu sampai dia merasa Pede, baru mau menggunakannya ya.

Sekarang Fabian sudah masuk kelas pre-kindly (TK A), namanya Pink room. Gurunya bernama miss Anjung. Dalam kelas ini, ada 10 anak, yang herannya hanya ada 2 anak laki-laki, Fabian dan Kemal. Situasi ini cukup memberikan lingkungan yang unik untuk perkembangan sosialisasi Fabian.  Berhubung anak-anak perempuan dikelasnya sudah membentuk ‘gank’ dan hanya mau main mainan yang girly, seperti pura-pura jadi princess, masak, atau sekedar ngobrol ttg CherryBelle, Fabian ‘stuck’ dengan satu anak laki-laki untuk menemaninya.

Seperti yang saya baca dalam buku the wonders of boys, anak laki-laki perlu adanya kompetisi dan merasa menang. Fabian dan Kemal sering kali berselisih karena pengen jadi yang nomer satu dalam segala hal, atau ingin bermain 1 mainan tertentu. Tapi karena tidak ada anak laki-laki lainnya, akhirnya mereka merasakan sepi kalau sedang ‘marahan’. Jadi akhirnya mereka harus belajar menyelesaikan masalah mereka. Untungnya Highscope mempunyai metode ‘problem solving’ yang bagus, dimana anak didukung untuk bisa mencari penyelesaiannya.

Situasi ini juga yang kadang membuat Fabian mengatakan “Ma, aku ga mau sekolah lagi.”  “Fabian cape sekolah”. Kalau saya tidak jeli, mungkin saya mengira sekolahnya yang tidak cocok.  Saya mencoba mengali apa penyebab Fabian sampai mengatakan hal itu dan Fabian menceritakan bagaimana sebalnya dia ketika “have problem with Kemal”.

Mulai dari Januari 2012, fabian mulai ikut les membaca di sekolahnya. Nama programnya “English afternoon”. Selama 1,5 jam, bersama 5 orang anak lainnya, Fabian diminta untuk mengerjakan worksheet yang ada oleh miss Julie (guru TK B).  walau sebenarnya saya tidak mau memaksakan Fabian untuk belajar membaca, tapi ternyata untuk masuk SD, beberapa sekolah mewajibkan anaknya sudah bisa baca dan berhitung. Jadi apa boleh buat.. SD highscope belum ada di Rancamaya atau sekitar Bogor lainnya. Atau mungkin ada investor yang tertarik utk join dan buka?

Tapi les ini lumayan menumbuhkan kepercaya-dirian fabian dalam membaca. Dia baru mahir membaca beberapa kata yang terdiri dari 3huruf. Lumayan🙂

Kalau dari segi teknologi, benar sekali kalau generasi sekarang sudah berbeda jauh dengan mamanya. Fabian sudah sangat fasih bermain PSP (need for speed dan sponge bob) dan ipad. game favoritnya saat ini adalah Angry bird (he’s good at this.. better than me), smurf the village, cars2 appMates (saya sedang membelikan mobil-mobilan yang bisa interaksi dgn ipad), fruit ninja. Selain itu, dia sangat suka mainan yang berhubungan dengan pesawat luar angkasa, pesawat, mobil, bahasa mandarin, dan mewarnai.

Mungkin beberapa orang tua melarang anak utk bermain ipad diusia yang masih kecil, saya tetap berusaha menyisipkan mainan-mainan edukasi seperti utk membaca, menulis, berhitung dalam ipad. Sepertinya ini bisa membalance dari segi fun and learn.

Selain itu, Fabian masih aktif di Sakamoto (sekarang sudah buku 10) dan les Junior Music Course di Yamaha ekalos Bogor. Dari sakamoto, saya bukan menargetkan fabian untuk bisa berhitung atau baca, lebih untuk membiasakan dia mengalokasikan waktunya untuk melatih kemampuannya, dalam hal ini berhitung dan logika. Karena saya bekerja dan hanya memiliki waktu di malam hari plus sabtu minggu, sulit untuk mempertahankan ritme bila tanpa les.

Begitu juga dengan JMC, walau dia sering kali mengatakan “fabian ga mau les organ lagi”, tapi saya melihat bahwa kata2 ini hanya keluar pada saat dia pertama kali berlatih satu lagu (disaat dia frustasi karena sering salah pencet). Tapi disaat dia sudah lancar memainkan satu lagu, dia dengan bangganya memainkannya, dan kadang mempercepat temponya untuk menunjukkan bahwa dia benar-benar menguasainya. Jadi les ini untuk mengajarkan bahwa untuk berhasil, perlu usaha dan kerja keras. Semoga ini bisa membentuk karakter yang tidak mudah menyerah dikemudian hari.

Lain halnya dengan les drum. Untuk les ini Fabian memang karena kesukaannya. Selain drum bisa melampiaskan energinya yang selalu berlebih itu, drum juga cocok dengan kesukaannya. Tapi les ini pun tidak luput dari “fabian ga mau les drum”. Memang kemampuan observasi anak sangat penting untuk mengetahui apa yang menjadi akar masalah.

Sore hari, Fabian sudah langganan untuk menonton serangkaian acara anak di Bchannel. Shaun the sheep, timmy time, dan satu acara sesudahnya, adalah acara favoritnya. Dia bisa terbius untuk tetap berada didepan TV pada saat acara berlangsung, walau tetep bergerak-gerak. Saya sebenarnya kurang suka dengan kebiasaan ini. Tapi karena hal ini terjadi pada saat saya masih kerja, dan memang mertua dan orang rumah masih terbelengu dengan TV, jadi saya harus menerimanya (untuk saat ini).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s