Cerita Patah Tulang Fabian diusia 5 tahun (bagian ke2)


Kamis malam itu, Fabian tidak bisa tertidur sampai pagi. Dia tetap mengeluhkan sakit dan jantungnya berdegup sangat keras. Saya memberi obat penahan sakit dari dubur, ketika dia menangis tak henti2. Tapi sepertinya pengaruh obat itu hanya beberapa jam saja..

Saya dan suami berpikir keras mengenai dokter mana yang harus kami datangi. Saya sungguh berharap agar Fabian tidak perlu sampai dioperasi. mungkin cukup hanya digips beberapa lama. Jadi saya sempat berpikir, kalau bisa bukan yang dokter bedah. Takutnya dokter bedah langsung operasi.

Saya juga menanyakan ke teman2 saya melalui twitter dan facebook, barangkali ada rekomendasi dokter tulang yang berpengalaman utk patah tulang untuk anak. Ada 2 nama dokter yang saya dapat, tapi keduanya praktek di rs yang kita tidak pernah datangi. Akhirnya kami memutuskan untuk membawanya ke dr anak langganan kami, untuk mendapat referensi dokter tulang.

dr Sanders menyarankan untuk konsultasi ke dokter Ucok (praktek di medistra). Tapi sayangnya, hari jumat itu, beliau hanya praktek di kliniknya dan di malam hari dan karena antriannya yang sangat banyak, fab baru bisa masuk kemungkinan di   jam 9-10 malam. Saya pikir, terlalu malam. Kalau sampai harus ada tindakan, berarti harus tunggu besokannya. Berarti satu malam lagi Fabian tidak tidur. Saya tidak sanggup melihat penderitaannya satu malam lagi. Saya pernah merasakan sakitnya, ketika saya patah tulang.

dr Sanders juga memberikan 1 referensi lagi yaitu RS Siaga Raya. Rumah sakit ini memang spesialisasi di ortopedic. Dokter2 disana sebagian besar menangani masalah tulang. Setelah mempertimbangkan masak-masak, kami memutuskan untuk membawa Fabian kesana. Kebetulan letaknya juga masih didaerah Jakarta Selatan, mungkin kita bisa konsultasi dulu saja.

Sesampai di rumah sakit yang terletak di jalan siaga raya- pejaten itu, kebetulan yang ada 2 dokter yang sedang praktek. Salah satunya dr Muki Partono, yang blognya sudah saya baca malam sebelumnya. Karena tulisan ini juga, saya merasa mungkin masih ada harapan tidak perlu dioperasi.

Tapi ternyata, Tuhan berkehendak lain. Setelah melihat hasil rontgen tangan kanan fabian, dr Muki mengatakan bahwa patahnya terletak pada lempeng pertumbuhan, sehingga tidak mungkin hanya dengan gips. Karena letaknya sangat dekat dengan siku, sehingga lebih banyak kemungkinan pergerakan terjadi disekitar lokasi patah tulang. Apalagi kasus ini pada anak yang mungkin tidak dapat kita minta untuk benar-benar diam dan tidak menggerakan tangannya.

Bila tidak diperkuat dengan bantuan implant alat dari dalam, kemungkinan besar letak tulang dapat bergeser selama proses pertumbuhan tulang baru. Dan bila itu terjadi, prosesnya akan lebih sakit untuk fabian dan ada kemungkinan akhirnya harus operasi juga untuk membenarkan posisi tulangnya.

Sebenarnya, walau kita tidak memperbaiki letak tulang yang patah, pembentukan tulang baru akan tetap terjadi. Itulah sebabnya banyak orang yang bisa sembuh dari patah tulang dengan bantuan tukang pijat atau yang disebut “dukun patah tulang” oleh dokter muki. Tapi masalahnya bila tulangnya tidak pada posisi yang benar, walau tulang dapat tersambung kembali, tapi akan ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi, antara lain:

  1. bentuk tangan akan “aneh”, tidak bisa lurus seperti sebelahnya, karena posisi tulang bisa menumpuk dan lingkaran tulang akan berbeda
  2. Pertumbuhan tulang akan terhambat, yang dapat mengakibatkan tangan yang patah akan lebih pendek dari pada yang tidak. Hal ini karena letak patahnya pada lempeng pertumbuhan, sumber bertambah panjangnya tulang pada anak
  3. Pergerakan siku tidak bisa normal, maksudnya terbatas. Tidak bisa diluruskan 180 derajat dan tidak bisa dibengkokkan sampai 30 derajat.

dr Muki juga mengatakan bahwa kasus ini memang banyak terjadi pada anak. Pertama karena pada saat anak jatuh, secara reflek mereka akan menahan dengan siku mereka. Kedua, karena lempeng pertumbuhan adalah bagian tulang lengan yang paling tipis, maka titik tersebut menjadi lebih rapuh dibanding bagian lain.

Implant (pen) yang digunakan sangat kecil. Pen tersebut seperti paku yang dibengkokkan pada bagian ujungnya. Akan ada 2 buah pen yang posisinya menyilang seperti huruf X. Tidak seperti yang saya (menggunakan titanium lengkap dengan baut).

Pada saat operasi, akan dilakukan sayatan sekitar 5 cm dibagian belakang siku, yang kemudian akan dijahit dengan benang yang dapat diserap oleh tubuh, sehingga tidak perlu menarik benang pasca operasi.

Pada saat itu, dr Muki merekomendasikan untuk segera dioperasi, karena semakin lama dibiarkan, maka jaringan disekitarnya akan semakin bengkak dan anaknya akan merasakan sakit yang luar biasa.  Setelah operasi, rasa sakitnya akan jauh berkurang, karena tulang tidak lagi menusuk2 jaringan disekitarnya.

Saya dan suami tercengang mendengar diagnosis dan rekomendasi ini. Hal pertama yang terpikir adalah..apakah operasinya harus dilakukan di RS siaga raya? maklum saya belum pernah mendengar mengenai rumah sakit ini sebelumnya karena memang tidak tinggal di Jakarta. Jadi agak meragukan kualitas, fasilitas dan kebersihan ruang operasinya.

dr Muki mencoba menjelaskan, bahwa rumah sakit itu sudah sangat berpengalaman dengan bedah tulang. Sejak didirikan dari sekitar 3o tahun lalu memang sudah terbiasa menangani kasus bedah tulang. Kalau dari penampakan kurang mewah karena rs ini tidak bisa mengembangkan fisiknya karena terbatas lahan. Dia tidak bisa menambah lantai dan tidak bisa memperluas karena memang terletak di daerah yang sangat padat di sekitarnya. Bahkan jalan didepannya pun sangat sempit. Kalau utk kualitas SDM, dr Muki menjamin tidak kalah dengan rumah sakit lain.

Pemikiran kedua, apakah perlu second opinion? Barangkali ada dokter lain yang mengatakan bahwa Fab tidak perlu dibedah..Atau cari rumah sakit yang lebih ternama?

Setelah saya dan suami berpikir beberapa menit.. dan menganalisa semua perkataan dokter Muki, akhirnya.. keputusan kami sudah bulat.

Fab akan operasi siang itu juga jam 2 siang.

Kami merasa diagnosanya memang logis dan jelas. Menambah lama rasa sakit Fabian adalah satu hal yang tidak kami inginkan, maka lebih cepat ditindak, lebih baik. Untuk rumah sakit, kami pikir, toh mereka memang spesialisnya.. jadi seharusnya lebih berpengalaman dengan kasus serupa.

to be continue…

5 responses to “Cerita Patah Tulang Fabian diusia 5 tahun (bagian ke2)

  1. siang mbak,,,, saya mita n lg cari referensi mengenai dokter tulang n sendi utk tante saya… saya blogwalking n ktm blog mbak,,, aku mau tny.. gmn kelanjutan dr rs siaga raya tsb? thnaks ya mbak atas balasannya🙂

    • Dear mbak Mita,

      Thank you sudah mampir. Maaf baru bisa bales komennya.

      Operasi pemasangan implant (pen) di tangan Fabian berjalan lancar dan baik. Setelah 2 bulan, tulangnya sudah bertumbuh kembali dan siap untuk dilepas implantnya.

      Secara keseluruhan, saya menilai RS Siaga raya ok. Walau bukan rumah sakit yang terlalu terkenal secara umum, tapi untuk spesialisasi tulang, rumah sakit ini memiliki pengalaman yang lumayan.

      Ketika berjalan di koridornya, terlihat pasien-pasien dengan keluhan yang sama. Rasanya punya teman untuk berbagi dan bertanya. Sedikit banyak jadi lebih tenang…

      • Hallo mbak gimna keadaan fabian, anak saya jg baru2ini mengalami patah tulang yg sama dgn fabian setelah pemasangan pen bagaimana ceritanya lagi, saya sangat butuh teman untuk bercerita

  2. halo mba salam kenal sekarang gimn kondisinya fabian sudah normalkah? anakku nadia 8thn jg tahun lalu patah lengan siku dipasang k wire n alhamdulillah sdh sembuh eh pas iduladha kemaren ktnya jatuh dr kursi pas di lgn yg pernah opresi lengannya langsung bengkak panik lgsung ke rs eh dokter yg mengoperasinya dulu lg libur pakai dr pengganti di suruh rongent hasilnya retak tp ktnya ga apa2 cukup pakai gendongan saja setelah seminggu kontrol ke dr langganan ktnya jg g pp cukup diistirahatkan tgannya sekarang sdh sebulan brlalu tgnnya blm bisa lurus kt dokter no need fisio anak2 dgn bermain ktnya akan bisa pulih sendiri tp klo 2 minggu lg belum bisa lurus baru kontrol ulang….doain yah semoga anakku bisa normal lg maaf malah curhat deh

  3. Hi bu…ceritanya kok mirip sama nak saya yg baru operasi minggu lalu di rs siaga dengan pak muki. sekarang lagi kontrol post surgery sampai 2 bulan untuk lepas pen. anak ku 3.5 tahun dan secara kebetulan menemukan nama dokter Muki setelah googling karena bingung mencari referensi. mau tanya bagaimana hasil proses pelepasan pen. apakah tetap di rs siaga? thanks yah. Yahya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s