Cerita Fabian -hasil observasi dan perenungan


Setelah direnungin, sepertinya Fabian memiliki sifat Perfectionist yang cukup tinggi. Masalah untuk org tipe ini, adalah dia harus mencapai tingkat kesempurnaan tertentu untuk berani menunjukkan ke orang lain. Kadang, standard yang dimilikinya malah jauh lebih tinggi dari yang diminta oleh lingkungan sekitarnya, tapi bila hal itu belum tercapai, dia tidak akan mau memperlihatkannya.

Satu hal yg membuat sadar akan hal ini adalah ketika adiknya Renata, dengan pede nya bernyanyi lagu ABC walau belum semua lirik bisa dia nyanyikan. Sedangkan Fabian ketika dia menyanyikan suatu lagu, dia bisa menyanyikannya dengan sempurna, baik lirik dan iramanya bahkan dari pertama kali dia bernyanyi lagu tersebut. Dulu saya pikir Fabian memiliki bakat menyanyi, karena tiba2 bisa bernyanyi lagu I love you nya Barney dengan bagusnya.

Tapi setelah saya perhatikan lagi, ternyata, Fabian sudah mempelajarinya terlebih dahulu sebelumnya. Baru ketika dia rasa sudah cukup ok, dia berani menunjukkan kepada orang lain. Begitu pula dengan masa observasi yng dibutuhkan fabian sebelum dia melakukan sesuatu, sangatlah lama. Ketika pertama sekolah, ketika belajar berenang, semuanya butuh pemanasan terlebih dahulu.

Setelah menyadari hal ini, saya menjadi mengerti mengapa dia sulit sekali belajar membaca dan menulis. Dia menunggu sampai satu titik dimana menurut dia kemampuan membaca dan menulisnya cukup baik menurut dia. Masalahnya, baca tulis adalah keahlian yg kompleks butuh waktu untuk mempelajarinya. Alhasil dia selalu menolak bila diminta belajar baca tulis.

Untuk mensiasatinya, saya memberi milestone yg mudah utk dia lalui. Saya bekali dia beberapa kata english yg sering muncul seperti the, a, is, untuk diingat. Lalu memberi buku yang menggunakan kata2 sederhana tersebut, sehingga timbul kepercayaan dirinya, bahwa dia sudah mulai bisa men-dekode beberapa kata dan membaca 1buku. Dari sana, dia merasa semakin pede dan mulai bisa diminta untuk membaca 1buku tiap hari.

Begitu pula dengan gambar. Dia tidak mau menggambar karena katanya gambar hasil karyanya jelek. Jadi selalu meminta saya untuk menggambar. Saya stop menggambar untuk dia, saya katakan bahwa gambar Fabian adalah gambar anak yang adalah gambar Tuhan. Jadi gambar Fabian itu bagus. Beberapa hari yg lalu, dia pulang sekolah membawa gambar rumah dan pohon, lalu mengatakan bahwa dia suka menggambar. Gambar menjadi template gambar dia, dia membuat yang mirip beberapa kali. Mungkim itu adalah gambar pertama yang memenuhi standard bagusnya, sehingga dia mau menunjukkannya pada dunia.

Semoga saya bisa melatih little perfectionist ini menjadi anak yang berani mencoba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s